Kompas.com - 07/02/2018, 10:42 WIB
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno seusai coffee morning di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Rabu (17/1/2018). KOMPAS.com/NURSITA SARIWakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno seusai coffee morning di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Rabu (17/1/2018).
Penulis Jessi Carina
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik meminta Pemprov DKI Jakarta tidak sepotong-potong menyelesaikan masalah banjir di Jakarta.

Dia meminta agar proyek normalisasi yang dilakukan Pemerintahan Basuki Tjahaja Purnama dilanjutkan.

"Saya kira begini ya, normalisasi seluruh sungai yang dialiri air itu kadang kala melimpah harus dilakukan teratur dan berkesinambungan. Jangan sepotong-sepotong," kata Taufik.

Taufik meminta hal tersebut saat menemui Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno di Balai Kota Jakarta, Rabu (7/2/2018). Sandiaga tampak hanya menyimak omongan Taufik tersebut.

Menurut Taufik, kebutuhan tiap wilayah pun berbeda-beda. Pemprov DKI diminta melakukan penanganan banjir sesuai dengan wilayahnya.

Baca juga : Normalisasi Kali Pesanggrahan Masih Terkendala Pembebasan Lahan

Dia mencontohkan tempat tinggalnya di daerah Warakas, Jakarta Utara. Taufik mengatakan, banjir tidak melanda Jakarta Utara pada musim hujan bulan ini. Hal ini bukan karena kawasan itu sudah dinormalisasi melainkan karena ada pompa-pompa yang bisa menyedot air.

"Di Warakas, Pademangan itu hidupnya dari pompa, nafasnya dari pompa. Kalau pompanya mati, pasti banjir. Nah kemarin bersyukur kami enggak banjir," ujar Taufik.

Baca juga : Sinyal Sandiaga Melanjutkan Normalisasi Sungai...

Begitupun dengan daerah lain. Normalisasi harus dilakukan jika memang penting bagi suatu kawasan.

Baca juga : Warga Kampung Arus Dukung Normalisasi Kali Ciliwung

"Nah saya kira penataan normalisasi kali menjadi penting," kata Taufik.

Setelah pergantian Pemerintahan di DKI Jakarta, Pemprov belum melanjutkan normalisasi sungai-sungai yang ada di Jakarta. Warga yang tinggal di bantaran Ciliwung belum ada lagi yang direlokasi.

Baca juga : Ahok: Jika Anies Jadi Gubernur dan Tidak Normalisasi Kali, Bohong Dia

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ketua DPRD DKI Usul SPBU Ditutup untuk Cegah Pemudik Nekat

Ketua DPRD DKI Usul SPBU Ditutup untuk Cegah Pemudik Nekat

Megapolitan
Polisi Tetapkan 7 Muncikari Prostisusi Online Anak di Tebet sebagai Tersangka

Polisi Tetapkan 7 Muncikari Prostisusi Online Anak di Tebet sebagai Tersangka

Megapolitan
KTT ASEAN di Jakarta, Kapolda Metro: 4.382 Personel Polri Amankan 51 Titik

KTT ASEAN di Jakarta, Kapolda Metro: 4.382 Personel Polri Amankan 51 Titik

Megapolitan
Aki Truk Sampah Digondol Maling, Sudin Lingkungan Hidup Jakbar Lapor Polisi

Aki Truk Sampah Digondol Maling, Sudin Lingkungan Hidup Jakbar Lapor Polisi

Megapolitan
Cerita Novrina Nikmati Manisnya Bisnis Kurma di Masa Pandemi Covid-19

Cerita Novrina Nikmati Manisnya Bisnis Kurma di Masa Pandemi Covid-19

Megapolitan
600 Anggota TNI Disiagakan untuk Amankan Kunjungan PM Vietnam ke Istana Bogor

600 Anggota TNI Disiagakan untuk Amankan Kunjungan PM Vietnam ke Istana Bogor

Megapolitan
Polisi Tak Pakai UU Darurat untuk Jerat Perampok di Ciputat

Polisi Tak Pakai UU Darurat untuk Jerat Perampok di Ciputat

Megapolitan
Ditangkap dalam Penggerebekan Prostitusi Online di Tebet, Empat Anak Dikembalikan ke Orangtua

Ditangkap dalam Penggerebekan Prostitusi Online di Tebet, Empat Anak Dikembalikan ke Orangtua

Megapolitan
Komplotan Perampok di Ciputat Beli Airsoft Gun di Toko Online

Komplotan Perampok di Ciputat Beli Airsoft Gun di Toko Online

Megapolitan
Sambut Libur Lebaran, Ancol Siap Buka Wahana Atlantis

Sambut Libur Lebaran, Ancol Siap Buka Wahana Atlantis

Megapolitan
Pemprov DKI Pelajari Rekomendasi KPK soal Pembatalan Perpanjangan Kontrak PAM Jaya dengan Aetra

Pemprov DKI Pelajari Rekomendasi KPK soal Pembatalan Perpanjangan Kontrak PAM Jaya dengan Aetra

Megapolitan
Imigrasi Jelaskan Alasan Kedatangan 117 WN India ke Indonesia

Imigrasi Jelaskan Alasan Kedatangan 117 WN India ke Indonesia

Megapolitan
Jumlah Wisatawan Dibatasi 50 Persen, Pengunjung Ancol Diminta Pesan Tiket Online

Jumlah Wisatawan Dibatasi 50 Persen, Pengunjung Ancol Diminta Pesan Tiket Online

Megapolitan
Prokes di Dufan, Pengunjung Wajib Pakai Masker dan Duduk Sendiri di Wahana

Prokes di Dufan, Pengunjung Wajib Pakai Masker dan Duduk Sendiri di Wahana

Megapolitan
KKP Bandara Soekarno-Hatta Tingkatkan Pengawasan Kedatangan Penumpang dari India

KKP Bandara Soekarno-Hatta Tingkatkan Pengawasan Kedatangan Penumpang dari India

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X