Gagal Pergi Umrah, 17 Jemaah Laporkan Kepala PT SBL Cabang Bekasi

Kompas.com - 07/02/2018, 10:47 WIB
Salah satu jemaah umrah PT SBL, Engkos Koswara (45), tengah menunjukkan dokumen pendaftaran dan bilyet PT Solusi Balad Lumampah (SBL) di kantor pusat PT SBL, Jalan Dewi Sartika, Kota Bandung, Rabu (31/1/2018). KOMPAS.com/AGIE PERMADISalah satu jemaah umrah PT SBL, Engkos Koswara (45), tengah menunjukkan dokumen pendaftaran dan bilyet PT Solusi Balad Lumampah (SBL) di kantor pusat PT SBL, Jalan Dewi Sartika, Kota Bandung, Rabu (31/1/2018).
|
EditorEgidius Patnistik

BEKASI, KOMPAS.com — Sebanyak 17 calon jemaah umrah PT Solusi Balad Lumampah (SBL) yang gagal berangkat dan tidak mendapat penjelasan yang memuaskan akhirnya melaporkan Kepala PT SBL Cabang Bekasi, Jawa Barat, Suyantini ke Kepolisian Resor Metro Bekasi Kota, Selasa (6/2/2018). Calon jemaah merasa ditipu dan menuntut uang mereka dikembalikan.

Seorang jemaah, Siti Nur Hasanah, menjelaskan, mereka gagal berangkat untuk beribadah umrah pada 24 Desember 2017. Siti dan jemaah lain tertarik dengan promosi paket murah dari PT SLB.

"Masing-masing cukup menyetorkan uang pemberangkatan Rp 20,5 juta per orang. Pembayaran itu harus lunas empat bulan sebelum pemberangkatan. Sampai jadwal pemberangkatan (24 Desember) justru tidak jelas," ujar Siti.

Siti dan jemaah lain tidak pernah menerima informasi mengapa mereka gagal berangkat. PT SBL Cabang Bekasi justru menjanjikan mengatur jadwal pemberangkatan ulang pada 29 Desember 2017 dan 31 Desember 2017.

Baca juga: Kementerian Agama Diminta Awasi Travel Umrah

"Namun, setelah menunggu jadwal pemberangkatan, tak ada konfirmasi dari pihak PT SBL Cabang Bekasi," kata Siti.

Ia bersama jemaah lain kemudian mendatangi kantor PT SBL di Jalan Chairil Anwar, Bekasi Timur, dan berharap ada pertemuan dengan pihak biro travel itu. Namun, Suyantini tidak pernah berada di kantor.

Suyantini kemudian membuat grup WhatsApp yang berisi jemaah yang gagal berangkat. Mereka diberi tahu bisa berangkat, tetapi diwajibkan menyetor dana tambahan Rp 12 juta.

"Kami tidak mau karena sudah tahu setelah kejadian penipuan pemberangkatan pada Desember," ujar Siti.

Siti dan jemaah lain berharap dana yang sudah mereka berikan dapat dikembalikan. Mereka mengatakan tertarik menggunakan jasa PT SBL karena kolega mereka ada yang berhasil berangkat umrah.

Suyantini dilaporkan dengan tuduhan penipuan. Sebab, rekening pembayaran 17 korban dilakukan bukan melalui rekening perusahaan, tetapi rekening pribadi Suyantini.

Polda Jawa Barat sebelumnya mengungkap dan menetapkan dua tersangka dalam kasus penipuan, pencucian uang, dan tindak pidana penipuan penyelenggaraan haji yang merugikan jemaah haji dan umrah hingga Rp 300 miliar. Dua tersangka diketahui seorang pemilik yang juga direksi PT SBL, yakni AJW, dan seorang staf perusahaan berinisial ER.

Baca juga: Kepala PT SBL Banyuwangi Janji Berangkatkan Jemaah Umrah dengan Uang Pribadi

Dari total calon jemaah umrah yang sudah mendaftar, sekitar 17.383 orang sudah diberangkatkan. Sisanya, 12.645 calon jemaah, belum diberangkatkan.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penataan 4 Stasiun Dihentikan Sementara karena Wabah Corona

Penataan 4 Stasiun Dihentikan Sementara karena Wabah Corona

Megapolitan
Fokus Nurmansjah dan Riza jika Jadi Wagub, Bantu Anies Tangani Corona

Fokus Nurmansjah dan Riza jika Jadi Wagub, Bantu Anies Tangani Corona

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Pendataan Pegawai Kena PHK Imbas Corona di DKI | Kronologi Perampok Tewas karena Corona

[POPULER JABODETABEK] Pendataan Pegawai Kena PHK Imbas Corona di DKI | Kronologi Perampok Tewas karena Corona

Megapolitan
Cerita Pegawai PO Bus Kehilangan Pekerjaan karena Pandemi Covid-19...

Cerita Pegawai PO Bus Kehilangan Pekerjaan karena Pandemi Covid-19...

Megapolitan
Mereka yang Berjuang dalam Pekerjaannya di Tengah Wabah Corona...

Mereka yang Berjuang dalam Pekerjaannya di Tengah Wabah Corona...

Megapolitan
Walkot Jakbar Klaim Ada Kelurahan di Wilayahnya yang Nol Kasus Covid-19, Ini Datanya

Walkot Jakbar Klaim Ada Kelurahan di Wilayahnya yang Nol Kasus Covid-19, Ini Datanya

Megapolitan
Warga Kemayoran Sediakan Sarapan Gratis untuk Ojol dan Sopir Bajaj

Warga Kemayoran Sediakan Sarapan Gratis untuk Ojol dan Sopir Bajaj

Megapolitan
Akibat Covid-19, Rerata Penumpang KRL Turun hingga 220.000 Penumpang Per Hari

Akibat Covid-19, Rerata Penumpang KRL Turun hingga 220.000 Penumpang Per Hari

Megapolitan
Jika Terpilih Sebagai Wagub DKI,  Riza Patria Utamakan Komunikasi Pemprov dan Pempus

Jika Terpilih Sebagai Wagub DKI, Riza Patria Utamakan Komunikasi Pemprov dan Pempus

Megapolitan
145 Orang di Jakbar Terinfeksi Corona, Wali Kota Minta Warga Tetap di Rumah

145 Orang di Jakbar Terinfeksi Corona, Wali Kota Minta Warga Tetap di Rumah

Megapolitan
PMI Kota Bekasi Steril dari Virus Corona, Donor Darah Tak Perlu Cemas

PMI Kota Bekasi Steril dari Virus Corona, Donor Darah Tak Perlu Cemas

Megapolitan
Kronologi Tewasnya Perampok Toko Emas di Tamansari karena Virus Corona

Kronologi Tewasnya Perampok Toko Emas di Tamansari karena Virus Corona

Megapolitan
Jumlah Penumpang Menurun, KRL Kembali Ubah Jam Operasi

Jumlah Penumpang Menurun, KRL Kembali Ubah Jam Operasi

Megapolitan
Paparkan Program Sebagai Cawagub DKI, Nurmansjah Bicara Transparansi Anggaran hingga Efisiensi Birokrasi

Paparkan Program Sebagai Cawagub DKI, Nurmansjah Bicara Transparansi Anggaran hingga Efisiensi Birokrasi

Megapolitan
Cegah Penyebaran Corona, Ruang Tahanan di Polres Jakbar Rutin Disemprot Disinfektan

Cegah Penyebaran Corona, Ruang Tahanan di Polres Jakbar Rutin Disemprot Disinfektan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X