Soal Bayi Khaidar yang Tinggal di Bawah Jembatan, Ini Tanggapan Dinas Sosial

Kompas.com - 07/02/2018, 11:32 WIB
Keluarga bayi Khaidar Ali yang berusia 15 hari hidup di kolong jembatan kawasan Pasar Rumput, Setiabudi, Jakarta Selatan bersama kedua orang tuanya Mahmud (34) dan Nurjana (15) saat ditemui Kompas.com pada Selasa (6/2/2018).KOMPAS.com/Rima Wahyuningrum Keluarga bayi Khaidar Ali yang berusia 15 hari hidup di kolong jembatan kawasan Pasar Rumput, Setiabudi, Jakarta Selatan bersama kedua orang tuanya Mahmud (34) dan Nurjana (15) saat ditemui Kompas.com pada Selasa (6/2/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Dinas Sosial DKI Jakarta sudah mengetahui mengenai bayi 15 hari Khaidar Ali yang tinggal di bawah jembatan sekitar Pasar Rumput, Setiabudi, Jakarta Selatan. Nasib bayi ini ramai dibicarakan netizen dengan tagar #SaveBabyKhaidarAli.

Kepala Seksi Anak dan Lansia Sri Widowati mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti informasi tersebut bersama Satuan Pelayanan Sosial dari Suku Dinas Jakarta Selatan.

"Sekarang juga kami akan koordinasi ke Satpel untuk menindaklanjuti. Ini sudah saya laporkan nanti saya tanyakan lagi apakah sudah di-TL (tindak lanjut) atau belum," kata Sri kepada Kompas.com lewat sambungan telepon pada Rabu (7/2/2018).

Sri mengatakan bahwa bayi Khaidar tidak masuk dalam kategori bayi telantar karena memiliki orangtua dan tinggal bersama orangtuanya, yaitu Mahmud (34) dan Nurjana (15).


Pihak Dinas Sosial, kata Sri, tidak mungkin memisahkan bayi dari orangtuanya. Orangtuanya pun dianggap masih punya pekerjaan, walaupun serabutan.

Baca juga : Cerita di Balik #SaveBabyKhaidarAli yang Jadi Viral di Media Sosial

Dalam waktu dekat, Dinsos DKI Jakarta bersama Satpel Sosial dari Suku Dinas Jakarta Selatan akan memberikan sosialisasi ke tempat tinggal keluarga bayi Khaidar Ali.

Diharapkan, orangtua bayi tersebut bisa mengondisikan tempat tinggal yang nyaman untuk putra mereka.

Keluarga bayi Khaidar Ali tinggal di bawah jembatan sekitar Pasar Rumput, tepat di atas aliran Sungai Ciliwung. Tempat tinggal mereka berukuran sekitar 2x2 meter persegi.

Kondisi bayi dan keluarga itu pertama kali diketahui oleh Yayasan Hati Indonesia pada Sabtu (3/2/2018), saat membagi-bagikan makanan di kawasan tersebut.

Akhirnya kisah bayi laki-laki tersebut viral di media sosial dengan tagar #SaveBabyKhaidarAli.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


EditorAna Shofiana Syatiri
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Pemprov DKI Tegur Pengurus Lama yang Putus Listrik dan Air di Apartemen Mediterania

Pemprov DKI Tegur Pengurus Lama yang Putus Listrik dan Air di Apartemen Mediterania

Megapolitan
Ruangan yang Terbakar di Polda Metro Jaya Sedang dalam Renovasi

Ruangan yang Terbakar di Polda Metro Jaya Sedang dalam Renovasi

Megapolitan
Pemprov DKI Diminta Segera Eksekusi Putusan MA yang Batalkan Kebijakan Penutupan Jalan

Pemprov DKI Diminta Segera Eksekusi Putusan MA yang Batalkan Kebijakan Penutupan Jalan

Megapolitan
Ongkos Pengadaan Pakaian Dinas Anggota DPRD Bekasi Terpilih Lampaui Ketentuan

Ongkos Pengadaan Pakaian Dinas Anggota DPRD Bekasi Terpilih Lampaui Ketentuan

Megapolitan
Awal Polemik Pemadaman Listrik dan Dugaan Pungli di Apartemen Mediterania

Awal Polemik Pemadaman Listrik dan Dugaan Pungli di Apartemen Mediterania

Megapolitan
Wali Kota Bekasi Anggap Pengeluaran Rp 544 Juta Lumrah untuk Pengadaan Pakaian Anggota DPRD

Wali Kota Bekasi Anggap Pengeluaran Rp 544 Juta Lumrah untuk Pengadaan Pakaian Anggota DPRD

Megapolitan
Kemarau Panjang, Harga Cabai di Bekasi Tembus Rp 90 Ribu Per Kilogram

Kemarau Panjang, Harga Cabai di Bekasi Tembus Rp 90 Ribu Per Kilogram

Megapolitan
Pelaku Pelecehan Seksual di Bintaro Diduga Kabur ke Luar Jakarta

Pelaku Pelecehan Seksual di Bintaro Diduga Kabur ke Luar Jakarta

Megapolitan
Sidang Lanjutan Kerusuhan 22 Mei, Terdakwa Pegawai Sarinah Dengarkan Keterangan Saksi

Sidang Lanjutan Kerusuhan 22 Mei, Terdakwa Pegawai Sarinah Dengarkan Keterangan Saksi

Megapolitan
Modus Penyelundupan Narkoba di Jakarta, Mulai Kemasan Mie Instan hingga Kotak Kosmetik

Modus Penyelundupan Narkoba di Jakarta, Mulai Kemasan Mie Instan hingga Kotak Kosmetik

Megapolitan
Kebakaran di Polda Metro Jaya, Polisi Bantah Terjadi di Ruang Peluru

Kebakaran di Polda Metro Jaya, Polisi Bantah Terjadi di Ruang Peluru

Megapolitan
Tutupnya Bioskop TIM dan Kenangan yang Tersisa...

Tutupnya Bioskop TIM dan Kenangan yang Tersisa...

Megapolitan
MA Batalkan Kebijakan Tutup Jalan untuk PKL, Pemprov DKI Evaluasi Aturannya

MA Batalkan Kebijakan Tutup Jalan untuk PKL, Pemprov DKI Evaluasi Aturannya

Megapolitan
Api yang Membakar Ruang Peluru Polda Metro Jaya Berhasil Dipadamkan

Api yang Membakar Ruang Peluru Polda Metro Jaya Berhasil Dipadamkan

Megapolitan
Cerita Lengkap Kasus Ibu Hamil yang Diberi Obat Kedaluwarsa oleh Puskesmas

Cerita Lengkap Kasus Ibu Hamil yang Diberi Obat Kedaluwarsa oleh Puskesmas

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X