Kompas.com - 07/02/2018, 14:48 WIB
Warga menggambil barang-barang berharga yang terbawa arus di Pintu Air Manggarai, Jakarta, Rabu (7/2/2018). Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan DKI Jakarta telah mengangkut 1.596 ton sampah yang hanyut akibat air kiriman dari Bendungan Katulampa, Bogor pasca banjir yang melanda Jakarta. KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGWarga menggambil barang-barang berharga yang terbawa arus di Pintu Air Manggarai, Jakarta, Rabu (7/2/2018). Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan DKI Jakarta telah mengangkut 1.596 ton sampah yang hanyut akibat air kiriman dari Bendungan Katulampa, Bogor pasca banjir yang melanda Jakarta.

JAKARTA, KOMPAS.com - Banjir kiriman dari Bogor, Jawa Barat, tak hanya merendam permukiman warga tapi juga membawa berton-ton sampah ke Jakarta. Hal itu membuat Pemprov DKI harus bekerja ekstra membersihkan sampah-sampah yang menumpuk.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Isnawa Adji mengatakan, selama dua hari melakukan pembersihan, petugasnya telah mengangkut 1.586 ton sampah yang kebanyakan berupa kayu dan bambu.

"Sebetulnya bisa lebih karena semua kali, waduk, danau kan dibersihkan petugas," ujar Adji saat dihubungi Kompas.com, Rabu (7/2/2018).

Baca juga : Dinas LH Angkut 1.200 Ton Sampah yang Dibawa Banjir Kiriman dari Bogor

Sampah paling banyak diangkut dari Jembatan Kampung Melayu. Ada 1.504 ton sampah yang diangkut di lokasi tersebut. Dinas Lingkungan Hidup mengerahkan 60 petugas dan tiga alat berat.

Warga menggambil barang-barang berharga yang terbawa arus di Pintu Air Manggarai, Jakarta, Rabu (7/2/2018). Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan DKI Jakarta telah mengangkut 1.596 ton sampah yang hanyut akibat air kiriman dari Bendungan Katulampa, Bogor pasca banjir yang melanda Jakarta.KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG Warga menggambil barang-barang berharga yang terbawa arus di Pintu Air Manggarai, Jakarta, Rabu (7/2/2018). Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan DKI Jakarta telah mengangkut 1.596 ton sampah yang hanyut akibat air kiriman dari Bendungan Katulampa, Bogor pasca banjir yang melanda Jakarta.
Banyaknya sampah yang diangkut di lokasi itu karena letak jembatan yang rendah menyebabkan sampah mudah tersangkut.

Lokasi pengangkutan sampah lainnya berada di Kanal Banjir Barat, tepatnya di dekat Season City, dengan volume sampah sebesar 60 ton, dan pintu air Manggarai di Jakarta Selatan sebanyak 32 ton. Di lokasi ini ada 20 petugas Dinas Lingkungan Hidup yang dikerahkan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Normalnya sampah kali, sungai di Jakarta tiap hari maksimal 300-an ton," ujar Adji.

Warga menggambil barang-barang berharga yang terbawa arus di Pintu Air Manggarai, Jakarta, Rabu (7/2/2018). Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan DKI Jakarta telah mengangkut 1.596 ton sampah yang hanyut akibat air kiriman dari Bendungan Katulampa, Bogor pasca banjir yang melanda Jakarta.KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG Warga menggambil barang-barang berharga yang terbawa arus di Pintu Air Manggarai, Jakarta, Rabu (7/2/2018). Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan DKI Jakarta telah mengangkut 1.596 ton sampah yang hanyut akibat air kiriman dari Bendungan Katulampa, Bogor pasca banjir yang melanda Jakarta.
Air kiriman dari Bogor serta hujan lokal yang turun sejak Senin pekan ini mengakibatkan banjir di sejumlah wilayah Jakarta. Wilayah yang sempat terendam banjir diantaranya, Rawajati, Pejaten Timur, dan Kampung Pulo.

Warga menggambil pintu rumah yang terbawa arus di Pintu Air Manggarai, Jakarta, Rabu (7/2/2018). Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan DKI Jakarta telah mengangkut 1.596 ton sampah yang hanyut akibat air kiriman dari Bendungan Katulampa, Bogor pasca banjir yang melanda Jakarta.KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG Warga menggambil pintu rumah yang terbawa arus di Pintu Air Manggarai, Jakarta, Rabu (7/2/2018). Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan DKI Jakarta telah mengangkut 1.596 ton sampah yang hanyut akibat air kiriman dari Bendungan Katulampa, Bogor pasca banjir yang melanda Jakarta.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sempat Capai 93 Persen, BOR Khusus Covid-19 di RS Kota Tangerang Kini 73 Persen

Sempat Capai 93 Persen, BOR Khusus Covid-19 di RS Kota Tangerang Kini 73 Persen

Megapolitan
Polisi: Pembuat Pesan Berantai 'Diperas Kartel Kremasi' Bukan Pemilik Nota Pembayaran Rp 45 Juta

Polisi: Pembuat Pesan Berantai 'Diperas Kartel Kremasi' Bukan Pemilik Nota Pembayaran Rp 45 Juta

Megapolitan
Polisi Tangkap Pasturi yang Jual Sertifikat Vaksin Covid-19 Palsu

Polisi Tangkap Pasturi yang Jual Sertifikat Vaksin Covid-19 Palsu

Megapolitan
Warga Pamulang Digegerkan Temuan Jasad Bayi di Selokan Penuh Sampah

Warga Pamulang Digegerkan Temuan Jasad Bayi di Selokan Penuh Sampah

Megapolitan
Polisi Minta Pemilik Warung Ingatkan Pelanggan Soal Aturan Makan 20 Menit

Polisi Minta Pemilik Warung Ingatkan Pelanggan Soal Aturan Makan 20 Menit

Megapolitan
Pasien di RS Wisma Atlet Terus Berkurang, tapi Angka Kematian Masih Tinggi

Pasien di RS Wisma Atlet Terus Berkurang, tapi Angka Kematian Masih Tinggi

Megapolitan
Anies: Pandemi Ini Memperlihatkan, Siapa Pejuang, Siapa Penjahat Kemanusiaan...

Anies: Pandemi Ini Memperlihatkan, Siapa Pejuang, Siapa Penjahat Kemanusiaan...

Megapolitan
Satpol PP Depok Akui Agak Sulit Awasi Aturan Durasi Makan Maksimum 20 Menit

Satpol PP Depok Akui Agak Sulit Awasi Aturan Durasi Makan Maksimum 20 Menit

Megapolitan
Layani Pasien Covid-19, Tukang Bakso Ini Tak Tahu Pelanggannya Sedang Isoman di Hotel

Layani Pasien Covid-19, Tukang Bakso Ini Tak Tahu Pelanggannya Sedang Isoman di Hotel

Megapolitan
Hendak Kabari Korban yang Beli Tabung Oksigen Palsu, Polisi Masih Berusaha Buka Ponsel Pelaku

Hendak Kabari Korban yang Beli Tabung Oksigen Palsu, Polisi Masih Berusaha Buka Ponsel Pelaku

Megapolitan
Jokowi Tak Temukan Obat Pasien Covid-19 di Apotek, tapi Dijual Bebas di Grup Jual Beli Sepeda hingga Marketplace

Jokowi Tak Temukan Obat Pasien Covid-19 di Apotek, tapi Dijual Bebas di Grup Jual Beli Sepeda hingga Marketplace

Megapolitan
Durasi Makan Maksimal 20 Menit, Kasatpol PP Jakpus: Tak Mungkin Kami Awasi Setiap Warteg

Durasi Makan Maksimal 20 Menit, Kasatpol PP Jakpus: Tak Mungkin Kami Awasi Setiap Warteg

Megapolitan
Sudah Sebulan Lebih, Stok Tabung Oksigen di Pasar Pramuka Masih Kosong

Sudah Sebulan Lebih, Stok Tabung Oksigen di Pasar Pramuka Masih Kosong

Megapolitan
Tukang Bakso yang Layani Pasien Covid-19 Saat Isoman di Hotel Jalani Swab PCR

Tukang Bakso yang Layani Pasien Covid-19 Saat Isoman di Hotel Jalani Swab PCR

Megapolitan
Kios Pasar Tanah Abang Diobral Murah akibat Pandemi

Kios Pasar Tanah Abang Diobral Murah akibat Pandemi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X