Cerita Dokter Cantik yang Pilih Obati "Penjahat" Sakit di Mapolda Metro Jaya...

Kompas.com - 08/02/2018, 05:03 WIB
Riris Panjaitan, dokter muda yang bekerja di poli umum, Poliklinik Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Bidokkes) Polda Metro Jaya, Rabu (7/2/2018). Kompas.com/Sherly PuspitaRiris Panjaitan, dokter muda yang bekerja di poli umum, Poliklinik Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Bidokkes) Polda Metro Jaya, Rabu (7/2/2018).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Namanya Riris Panjaitan, dokter muda dengan paras cantik yang bekerja di poli umum, Poliklinik Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Bidokkes) Polda Metro Jaya.

Ruang kerjanya sangan sempit, hanya sekitar 2,5 x 2,5 meter. Ruang tersebut semakin tampak sesak dengan adanya sebuah tempat tidur dan sebuah meja.

Riris bekerja mengobati tahanan di Mapolda Metro Jaya sejak tahun 2014. Ia merupakan lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Methodist Indonesia (UMI), Medan.

"Saya sejak lulus langsung merantau ke Jakarta. Saya memang sudah sejak lama pengen kerja jadi dokter di kepolisian. Menurut saya itu sangat menantang," kata Riris saat ditemui di Mapolda Metro Jaya, Rabu (7/2/2018).

Baca juga : Orang yang Kena Kasus Sering Bohong, Di-BAP Ngakunya Sakit

Riris mengatakan, sebenarnya semasa kuliah ia pernah menjadi ko-assisten dokter di sebuah rumah sakit swasta besar dengan fasilitas yang lebih baik daripada yang ada di Poliklinik Bidokkes Mapolda Metro Jaya.

"Awalnya saya takut. Karena yang saya periksa ini adalah tahanan kasus kejahatan yang sedang menunggu berkas perkaranya P21. Meski didampingi polisi tetap saja rasa takut itu ada," ceritanya.

Sebagai seorang wanita, Riris mengaku kerap terbawa suasana dalam menjalankan tugasnya. Hal ini membuat emosinya terkadang tidak stabil ketika menghadapi tahanan yang merupakan pelaku tindak kejahatan itu.

"Saya kalau taju tahanan yang saya periksa itu habis mutilasi orang atau kasus pemerkosaan pasti ada jengkel juga. Tapi saya harus melayani pasien saya, itu sumpah dokter. Menurut saya itu tantangan tersendiri," kata dia.

Bertemu Jessica, aktor kasus kopi sianida

Selama 4 tahun mengabdi di Mapolda Metro Jaya, Riris menangani banyak pasien, salah satunya Jessica Kumala Wongso.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Zona Merah Covid-19 di Kota Tangerang Tersisa 9 RW

Zona Merah Covid-19 di Kota Tangerang Tersisa 9 RW

Megapolitan
Komunitas Seniman Pertanyakan Urgensi Pemkot Tangerang Minta Kosongkan Lahan Semanggi Center

Komunitas Seniman Pertanyakan Urgensi Pemkot Tangerang Minta Kosongkan Lahan Semanggi Center

Megapolitan
Ganjil Genap Dihapus, 90 Persen Pedagang Pasar Minggu Mulai Berjualan

Ganjil Genap Dihapus, 90 Persen Pedagang Pasar Minggu Mulai Berjualan

Megapolitan
Aparat Belum Bantu Pembatasan Pengunjung di Sejumlah Pasar di Jaksel

Aparat Belum Bantu Pembatasan Pengunjung di Sejumlah Pasar di Jaksel

Megapolitan
UPDATE 2 Juli: Bertambah 13, Total 414 Kasus Positif Covid-19 di Tangsel

UPDATE 2 Juli: Bertambah 13, Total 414 Kasus Positif Covid-19 di Tangsel

Megapolitan
Dishub DKI: Jumlah Kendaraan di Jalanan Jakarta Mendekati Sebelum Covid-19

Dishub DKI: Jumlah Kendaraan di Jalanan Jakarta Mendekati Sebelum Covid-19

Megapolitan
UPDATE 2 Juli, Sisa 19 Pasien Positif Covid-19 di Kota Bekasi, 12 RW Masih di Zona Merah

UPDATE 2 Juli, Sisa 19 Pasien Positif Covid-19 di Kota Bekasi, 12 RW Masih di Zona Merah

Megapolitan
Kasus Penusukan Anggota Babinsa Serda Saputra, Polisi Tangkap Seorang Tersangka

Kasus Penusukan Anggota Babinsa Serda Saputra, Polisi Tangkap Seorang Tersangka

Megapolitan
PT MRT Jakarta Bakal Tambah Durasi Jam Sibuk bila Jumlah Penumpang Melonjak

PT MRT Jakarta Bakal Tambah Durasi Jam Sibuk bila Jumlah Penumpang Melonjak

Megapolitan
Orderan Kurir Sepeda Jakarta Melonjak Selama Pandemi Covid-19

Orderan Kurir Sepeda Jakarta Melonjak Selama Pandemi Covid-19

Megapolitan
Orangtua Keluhkan Titik Koordinat PPDB Jalur Zonasi yang Salah, Pemkot Bekasi: Human Error

Orangtua Keluhkan Titik Koordinat PPDB Jalur Zonasi yang Salah, Pemkot Bekasi: Human Error

Megapolitan
Besok Kota Bogor Masuki Fase Pra-Adaptasi Kebiasaan Baru

Besok Kota Bogor Masuki Fase Pra-Adaptasi Kebiasaan Baru

Megapolitan
Garuda Indonesia Beri Penjelasan Berkait Penumpangnya yang Sesak Napas Lalu Meninggal

Garuda Indonesia Beri Penjelasan Berkait Penumpangnya yang Sesak Napas Lalu Meninggal

Megapolitan
Kegiatan Belajar Mengajar di Kota Tangerang Dimulai 13 Juli secara Daring

Kegiatan Belajar Mengajar di Kota Tangerang Dimulai 13 Juli secara Daring

Megapolitan
Sejumlah Orangtua Datangi Kantor Disdik Kota Bekasi Keluhkan Data Jalur Zonasi Tak Valid

Sejumlah Orangtua Datangi Kantor Disdik Kota Bekasi Keluhkan Data Jalur Zonasi Tak Valid

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X