Usai Beraksi, Komplotan Copet di JPO Sudirman Dibekuk Polisi - Kompas.com

Usai Beraksi, Komplotan Copet di JPO Sudirman Dibekuk Polisi

Kompas.com - 09/02/2018, 11:26 WIB
Komplotan pencopet di JPO Sudirman berhasil dibekuk Subdit Resmob Polda Metro Jaya, Senin (5/2/2018)Polda Metro Jaya Komplotan pencopet di JPO Sudirman berhasil dibekuk Subdit Resmob Polda Metro Jaya, Senin (5/2/2018)

JAKARTA, KOMPAS.com  Komplotan copet yang biasa melakukan aksinya di jembatan penyeberangan umum (JPO) Jalan Sudirman ditangkap Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya pada Senin (5/2/2018).

Tiga pencopet bernama Solihin (30), Alex Nocandra (30), dan Febriansyah (39) diringkus di halte busway Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat.

Kasubdit Resmob AKBP Aris Supriyono menjelaskan, sindikat copet ini memang sudah meresahkan warga, bahkan sebelum penangkapan, foto-foto mereka viral di media sosial.

Baca juga: Polisi Tangkap Pasutri Spesialis Pencopet di Mal

"Sudah viral, memang mereka selalu berkelompok dalam beraksi, rata-rata tiga orang yang punya fungsi masing-masing," kata Aris saat kepada Kompas.com, Jumat (9/2/2018).

Aris mengatakan, ketika diringkus, komplotan ini sedang melakukan aksinya.

Tersangka Alex bertugas mengambil barang dari tas korban berupa ponsel bermerek iPhone 6 di tangga penyeberangan.

Baca juga: Tertangkap, Pencopet Ponsel di Bus Kota Diamuk Massa

Alex melakukan aksinya ditemani Solihin yang bertugas menghalangi korban.

Setelah itu, Alex langsung menyerahkannya ke Febriansyah.

"Setelah sukses, biasanya mereka langsung pergi berpencar, lalu bertemu di lokasi yang sudah ditentukan," ujarnya.

Baca juga: Komplotan Pencopet Legendaris Spesialis Bus Diringkus Polisi Solo

Aris menjelaskan, copet-copet ini merupakan sindikat dari Tanah Abang yang biasa mengambil ponsel warga.

"Kami akan kembangkan, yang pasti ini ada jaringannya, entah dari Tanah Abang atau daerah lain. Kami akan telusuri terus," ucapnya.

Kompas TV Copet Ditangkap Saat Ambil HP Peserta Aksi 313


Komentar

Terkini Lainnya

Menurut Novanto, Politisi PDI-P Arif Wibowo Terima Uang E-KTP 350.000 Dollar AS

Menurut Novanto, Politisi PDI-P Arif Wibowo Terima Uang E-KTP 350.000 Dollar AS

Nasional
Anjlok 500 Meter dalam 5 Menit, Penumpang Maksapai Turki Panik

Anjlok 500 Meter dalam 5 Menit, Penumpang Maksapai Turki Panik

Internasional
Masalah Ekonomi Dorong Pasutri Ini Nekat Jual Sabu

Masalah Ekonomi Dorong Pasutri Ini Nekat Jual Sabu

Regional
Pansus RUU Antiterorisme Ingin Definisi Terorisme Diperketat Agar Polri Tak Bertindak Subyektif

Pansus RUU Antiterorisme Ingin Definisi Terorisme Diperketat Agar Polri Tak Bertindak Subyektif

Nasional
7 Kasus Status di Media Sosial yang Pernah Dibawa ke Jalur Hukum

7 Kasus Status di Media Sosial yang Pernah Dibawa ke Jalur Hukum

Regional
Kisah 'Spiderman' Cantik Asal Grobogan Bikin Bangga Orang Sekampung (2)

Kisah "Spiderman" Cantik Asal Grobogan Bikin Bangga Orang Sekampung (2)

Regional
Politisi PSI Galang Petisi “Jangan Penjarakan Raja Juli Antoni”

Politisi PSI Galang Petisi “Jangan Penjarakan Raja Juli Antoni”

Nasional
Polri: Siapapun yang Menyebut Serangan Teror Rekayasa, Kami Tunggu Buktinya

Polri: Siapapun yang Menyebut Serangan Teror Rekayasa, Kami Tunggu Buktinya

Nasional
Menteri BUMN Serap Gabah 4.700 Ton di Garut

Menteri BUMN Serap Gabah 4.700 Ton di Garut

Regional
Rudiantara: Kami Sudah Blokir 2.500 Konten Radikal dan Masih Terus Bertambah...

Rudiantara: Kami Sudah Blokir 2.500 Konten Radikal dan Masih Terus Bertambah...

Regional
Ada 46 Bangunan Tempat Tinggal yang Terbakar di Pondok Bambu dan Cipinang Muara

Ada 46 Bangunan Tempat Tinggal yang Terbakar di Pondok Bambu dan Cipinang Muara

Megapolitan
Orangtua Korban Penembakan Sekolah Texas Sebut Motif Pelaku karena Asmara

Orangtua Korban Penembakan Sekolah Texas Sebut Motif Pelaku karena Asmara

Internasional
Keponakan Novanto Mengaku Berikan Uang ke Jafar Hafsah dan Nur Assegaf

Keponakan Novanto Mengaku Berikan Uang ke Jafar Hafsah dan Nur Assegaf

Nasional
Kesaksian Juru Parkir Amankan Pria yang Shalat di Tengah Jalan

Kesaksian Juru Parkir Amankan Pria yang Shalat di Tengah Jalan

Megapolitan
Seorang Bayi Lahir di Pulau yang 12 Tahun Larang Adanya Kelahiran

Seorang Bayi Lahir di Pulau yang 12 Tahun Larang Adanya Kelahiran

Internasional

Close Ads X