Imlek, DKI Jakarta Andalkan Wisata Kota Tua hingga Kepulauan Seribu - Kompas.com

Imlek, DKI Jakarta Andalkan Wisata Kota Tua hingga Kepulauan Seribu

Kompas.com - 11/02/2018, 06:50 WIB
Kawasan Glodok, Jakarta Barat, ramai dikunjungi warga yang tengah mencari pernak-pernik bernuansa Imlek pada Sabtu (3/2/2018)Ardito Ramadhan D Kawasan Glodok, Jakarta Barat, ramai dikunjungi warga yang tengah mencari pernak-pernik bernuansa Imlek pada Sabtu (3/2/2018)

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno ingin agar perayaan Hari Raya Imlek atau Tahun Baru kalender Tionghoa menjadi momentum untuk menaikkan jumlah wisatawan ke Jakarta.

Hari Raya Imlek sendiri akan jatuh pada 16 Fenbuari mendatang.

"(Target wisatawan) sekarang mencapai 15 persen. Tapi kami ingin tingkatkan jadi 20 persen," kata Sandi di Mall of Indonesia, Kelapa Gading, Jakarta Utara pada Sabtu (10/2/2018).

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI menggandeng duta dari Abang & None serta Cici & Koko untuk ikut serta berpartisipasi menarik wisatawan. Selain itu peran masyarakat lain juga dibutuhkan untuk menyempurnakan rencana peningkatan wisatawan ke beberapa tempat menarik di DKI Jakarta.

"Terutama kami ingin mereka nyaman tinggal di DKI bisa 2-3 hari di sini, bisa ke Kota Tua, China Town. Nanti beberapa wisatawan yang kami bisa tarik juga ke Kepulauan Seribu," tambah Sandiaga.

Pemprov DKI menyasar wisatawan dari negara-negara di kawasan Asia seperti Singapura, Taiwan dan China.

Seperti diketahui, Hari Raya Imlek memasuki tahun Anjing Tanah yang disimbolkan sebagai kepercayaan yang kuat dan kesederhanaan. Lewat makna tersebut, Sandiaga menaruh harapan untuk Imlek tahun ini bagi para pengusaha.

"Pesan damai. Pesan cinta. Pesan kasih. Dan pesan Insya Allah usahanya makin bagus ke depan," tambah Sandiaga.

Kompas TV Jelang perayaan Tahun Baru Imlek ke-2569, para produsen barongsai di Semarang, Jawa Tengah, kebanjiran pesanan.


Komentar

Terkini Lainnya

Kelebihan Beban Truk 18 Ton Diduga Jadi Penyebab Kecelakaan Maut di Bumiayu Brebes

Kelebihan Beban Truk 18 Ton Diduga Jadi Penyebab Kecelakaan Maut di Bumiayu Brebes

Regional
Meraup Untung Usaha Gosok Keliling 'Gokil' di Bekasi...

Meraup Untung Usaha Gosok Keliling "Gokil" di Bekasi...

Megapolitan
Saiful Tewas Ditikam 4 Orang Mabuk Miras yang Tegur Suara Motor Korban

Saiful Tewas Ditikam 4 Orang Mabuk Miras yang Tegur Suara Motor Korban

Megapolitan
BI Kediri Siapkan Rp 7,2 Triliun untuk Kebutuhan Tukar Uang Baru Selama Ramadhan

BI Kediri Siapkan Rp 7,2 Triliun untuk Kebutuhan Tukar Uang Baru Selama Ramadhan

Regional
Belum Genap Sepekan Ramadhan, Polisi UEA Tangkap 91 Pengemis

Belum Genap Sepekan Ramadhan, Polisi UEA Tangkap 91 Pengemis

Internasional
Biografi Tokoh Dunia: Ho Chi Minh, Simbol Kemerdekaan Vietnam

Biografi Tokoh Dunia: Ho Chi Minh, Simbol Kemerdekaan Vietnam

Internasional
Menurut Novanto, Politisi PDI-P Arif Wibowo Terima Uang E-KTP 350.000 Dollar AS

Menurut Novanto, Politisi PDI-P Arif Wibowo Terima Uang E-KTP 350.000 Dollar AS

Nasional
Anjlok 500 Meter dalam 5 Menit, Penumpang Maskapai Turki Panik

Anjlok 500 Meter dalam 5 Menit, Penumpang Maskapai Turki Panik

Internasional
Masalah Ekonomi Dorong Pasutri Ini Nekat Jual Sabu

Masalah Ekonomi Dorong Pasutri Ini Nekat Jual Sabu

Regional
Pansus RUU Antiterorisme Ingin Definisi Terorisme Diperketat Agar Polri Tak Bertindak Subyektif

Pansus RUU Antiterorisme Ingin Definisi Terorisme Diperketat Agar Polri Tak Bertindak Subyektif

Nasional
7 Kasus Status di Media Sosial yang Pernah Dibawa ke Jalur Hukum

7 Kasus Status di Media Sosial yang Pernah Dibawa ke Jalur Hukum

Regional
Kisah 'Spiderman' Cantik Asal Grobogan Bikin Bangga Orang Sekampung (2)

Kisah "Spiderman" Cantik Asal Grobogan Bikin Bangga Orang Sekampung (2)

Regional
Politisi PSI Galang Petisi “Jangan Penjarakan Raja Juli Antoni”

Politisi PSI Galang Petisi “Jangan Penjarakan Raja Juli Antoni”

Nasional
Polri: Siapapun yang Menyebut Serangan Teror Rekayasa, Kami Tunggu Buktinya

Polri: Siapapun yang Menyebut Serangan Teror Rekayasa, Kami Tunggu Buktinya

Nasional
Menteri BUMN Serap Gabah 4.700 Ton di Garut

Menteri BUMN Serap Gabah 4.700 Ton di Garut

Regional

Close Ads X