Dugaan Praktik Prostitusi di Alexis, Pemprov DKI Minta Bantuan Kepolisian - Kompas.com

Dugaan Praktik Prostitusi di Alexis, Pemprov DKI Minta Bantuan Kepolisian

Kompas.com - 12/02/2018, 19:52 WIB
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Tinia Budiati di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jumat (9/2/2018).KOMPAS.com/NURSITA SARI Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Tinia Budiati di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jumat (9/2/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com  Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Tinia Budiati enggan banyak berbicara mengenai bantahan yang disampaikan manajemen Hotel Alexis terhadap pernyataan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Tinia mengatakan, saat ini, pihaknya telah menyerahkan penyelidikan dugaan prostitusi kepada kepolisian.

"Sekarang begini saja deh, kalian tunggu saja daripada memperkeruh tahap penyelidikannya. Nanti malah enggak tuntas. Lebih baik ditunggu hasilnya karena ini berproses," ujar Tinia saat dihubungi wartawan, Senin (12/2/2018).

Baca juga: Manajemen Membantah, Anies Janji Buka Berita Acara Pemeriksaan Alexis

Tinia mengatakan, manajemen Alexis seharusnya tidak takut membuktikan mereka tidak bersalah.

Selain itu, ia juga meminta media massa yang pertama kali menayangkan pemberitaan praktik prostitusi di Alexis untuk membuktikan serta merekam waktu kejadian.

"Kami sekarang lagi minta bantuan kepolisian dan pihak-pihak terkait, karena terus terang saja kasus-kasus seperti ini kalau sudah lari ke masalah hukum tentu harus penegak hukum yang harus memberikan ini (penyelidikan)," katanya.

Baca juga: Manajemen Alexis Merasa Tak Pernah Di-BAP atau Mengaku Ada Prostitusi di 4Play

Suasana Hotel dan Griya Pijat Alexis di Jakarta, Senin (30/10/2017). Per Selasa, 31 Oktober 2017, griya pijat di lantai 7 Alexis ditutup menyusul keputusan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang menolak permohonan Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) Alexis.ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA Suasana Hotel dan Griya Pijat Alexis di Jakarta, Senin (30/10/2017). Per Selasa, 31 Oktober 2017, griya pijat di lantai 7 Alexis ditutup menyusul keputusan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang menolak permohonan Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) Alexis.
"Ini, kan, bola panas dilempar. Jadi, tinggal kedua belah pihak yang saling membuktikan," tambahnya.

Sebelumnya, manajemen Hotel Alexis membantah pernyataan Gubernur Anies di sejumlah media massa.

Anies mengatakan, manajemen Alexis mengaku bersalah terkait praktik prostitusi di sana.

Baca juga: Manajemen Alexis Bantah Pernyataan Gubernur Anies

"Bahwa kami tidak pernah membuat pengakuan bersalah terkait adanya praktik prostitusi di tempat kami," ujar Legal Consultant Hotel Alexis Lina Novita dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com.

Saat dikonfirmasi, Anies mengaku memiliki bukti pengakuan bersalah dari manajemen Hotel Alexis.

Pengakuan bersalah itu, kata Anies, tertuang dalam berita acara pemeriksaan yang dilakukan Dinas Pariwisata DKI kepada Alexis.

"Nanti saya kasih BAP-nya saja," ujar Anies.

Kompas TV Hal ini disampaikan Anies Baswedan di Balai Kota Jakarta.


Komentar

Terkini Lainnya

Kelebihan Beban Truk 18 Ton Diduga Jadi Penyebab Kecelakaan Maut di Bumiayu Brebes

Kelebihan Beban Truk 18 Ton Diduga Jadi Penyebab Kecelakaan Maut di Bumiayu Brebes

Regional
Meraup Untung Usaha Gosok Keliling 'Gokil' di Bekasi...

Meraup Untung Usaha Gosok Keliling "Gokil" di Bekasi...

Megapolitan
Saiful Tewas Ditikam 4 Orang Mabuk Miras yang Tegur Suara Motor Korban

Saiful Tewas Ditikam 4 Orang Mabuk Miras yang Tegur Suara Motor Korban

Megapolitan
BI Kediri Siapkan Rp 7,2 Triliun untuk Kebutuhan Tukar Uang Baru Selama Ramadhan

BI Kediri Siapkan Rp 7,2 Triliun untuk Kebutuhan Tukar Uang Baru Selama Ramadhan

Regional
Belum Genap Sepekan Ramadhan, Polisi UEA Tangkap 91 Pengemis

Belum Genap Sepekan Ramadhan, Polisi UEA Tangkap 91 Pengemis

Internasional
Biografi Tokoh Dunia: Ho Chi Minh, Simbol Kemerdekaan Vietnam

Biografi Tokoh Dunia: Ho Chi Minh, Simbol Kemerdekaan Vietnam

Internasional
Menurut Novanto, Politisi PDI-P Arif Wibowo Terima Uang E-KTP 350.000 Dollar AS

Menurut Novanto, Politisi PDI-P Arif Wibowo Terima Uang E-KTP 350.000 Dollar AS

Nasional
Anjlok 500 Meter dalam 5 Menit, Penumpang Maskapai Turki Panik

Anjlok 500 Meter dalam 5 Menit, Penumpang Maskapai Turki Panik

Internasional
Masalah Ekonomi Dorong Pasutri Ini Nekat Jual Sabu

Masalah Ekonomi Dorong Pasutri Ini Nekat Jual Sabu

Regional
Pansus RUU Antiterorisme Ingin Definisi Terorisme Diperketat Agar Polri Tak Bertindak Subyektif

Pansus RUU Antiterorisme Ingin Definisi Terorisme Diperketat Agar Polri Tak Bertindak Subyektif

Nasional
7 Kasus Status di Media Sosial yang Pernah Dibawa ke Jalur Hukum

7 Kasus Status di Media Sosial yang Pernah Dibawa ke Jalur Hukum

Regional
Kisah 'Spiderman' Cantik Asal Grobogan Bikin Bangga Orang Sekampung (2)

Kisah "Spiderman" Cantik Asal Grobogan Bikin Bangga Orang Sekampung (2)

Regional
Politisi PSI Galang Petisi “Jangan Penjarakan Raja Juli Antoni”

Politisi PSI Galang Petisi “Jangan Penjarakan Raja Juli Antoni”

Nasional
Polri: Siapapun yang Menyebut Serangan Teror Rekayasa, Kami Tunggu Buktinya

Polri: Siapapun yang Menyebut Serangan Teror Rekayasa, Kami Tunggu Buktinya

Nasional
Menteri BUMN Serap Gabah 4.700 Ton di Garut

Menteri BUMN Serap Gabah 4.700 Ton di Garut

Regional

Close Ads X