Suami Korban Pembunuhan di Tangerang Jadi Saksi Kunci - Kompas.com

Suami Korban Pembunuhan di Tangerang Jadi Saksi Kunci

Kompas.com - 13/02/2018, 14:48 WIB
Barang bukti pakaian dan seprei yang menimbulkan di sekitar lokasi kejadian pembunuhan, Selasa (13/2/2018).Ridwan Aji Pitoko/KOMPAS.com Barang bukti pakaian dan seprei yang menimbulkan di sekitar lokasi kejadian pembunuhan, Selasa (13/2/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com — Pendi (55) menjadi saksi kunci kasus pembunuhan Emah dan dua anaknya di Perumahan Taman Kota Permai, Kecamatan Priuk, Kota Tanggerang, Banten, Senin (12/2/2018). Pendi merupakan suami Emah yang mengalami luka tusuk di bagian perut.

"Saat ini suami korban menjadi satu-satu saksi hidup. Kami pindahkan karena korban membutuhkan perawatan lebih intensif," kata Kapolres Metro Tanggerang Kombes Harry Kurniawan kepada media di RS Polri Kramatjati, Selasa (13/2/2018).

Pendi sebelumnya dirawat di RSU Kota Tangerang. Namun, dengan alasan agar keamanan lebih terjaga, Pendi dipindah ke RS Polri.

"Korban ini jadi saksi kunci dan butuh pengamanan agar cepat terungkap," kata Harry.

Baca juga: Warga Dengar Teriakan dari Rumah Keluarga yang Dibunuh di Tangerang

Sementara itu, Kombes Yayok Witarto, Kabid Pelayanan Medik dan Perawatan RS Polri, mengatakan, saat ini kondisi kesehatan Pendi sudah membaik.

"Saat ini sudah bisa komunikasi. Secara umum relatif baik, komunikasi baik, kemudian parameter media semuanya baik. Kami masih observasi sama dokter bedah dan psikiater juga," kata Yoyok.

Emah (40) dan dua anaknya, yaitu Tiara (11) dan Nova (19), ditemukan tak bernyawa di kediamanya Perumahan Taman Kota Permai, Senin (12/2/2018).

Sebelum penemuan itu, warga mendengar suara teriakan.


Komentar

Terkini Lainnya

Kelebihan Beban Truk 18 Ton Diduga Jadi Penyebab Kecelakaan Maut di Bumiayu Brebes

Kelebihan Beban Truk 18 Ton Diduga Jadi Penyebab Kecelakaan Maut di Bumiayu Brebes

Regional
Meraup Untung Usaha Gosok Keliling 'Gokil' di Bekasi...

Meraup Untung Usaha Gosok Keliling "Gokil" di Bekasi...

Megapolitan
Saiful Tewas Ditikam 4 Orang Mabuk Miras yang Tegur Suara Motor Korban

Saiful Tewas Ditikam 4 Orang Mabuk Miras yang Tegur Suara Motor Korban

Megapolitan
BI Kediri Siapkan Rp 7,2 Triliun untuk Kebutuhan Tukar Uang Baru Selama Ramadhan

BI Kediri Siapkan Rp 7,2 Triliun untuk Kebutuhan Tukar Uang Baru Selama Ramadhan

Regional
Belum Genap Sepekan Ramadhan, Polisi UEA Tangkap 91 Pengemis

Belum Genap Sepekan Ramadhan, Polisi UEA Tangkap 91 Pengemis

Internasional
Biografi Tokoh Dunia: Ho Chi Minh, Simbol Kemerdekaan Vietnam

Biografi Tokoh Dunia: Ho Chi Minh, Simbol Kemerdekaan Vietnam

Internasional
Menurut Novanto, Politisi PDI-P Arif Wibowo Terima Uang E-KTP 350.000 Dollar AS

Menurut Novanto, Politisi PDI-P Arif Wibowo Terima Uang E-KTP 350.000 Dollar AS

Nasional
Anjlok 500 Meter dalam 5 Menit, Penumpang Maskapai Turki Panik

Anjlok 500 Meter dalam 5 Menit, Penumpang Maskapai Turki Panik

Internasional
Masalah Ekonomi Dorong Pasutri Ini Nekat Jual Sabu

Masalah Ekonomi Dorong Pasutri Ini Nekat Jual Sabu

Regional
Pansus RUU Antiterorisme Ingin Definisi Terorisme Diperketat Agar Polri Tak Bertindak Subyektif

Pansus RUU Antiterorisme Ingin Definisi Terorisme Diperketat Agar Polri Tak Bertindak Subyektif

Nasional
7 Kasus Status di Media Sosial yang Pernah Dibawa ke Jalur Hukum

7 Kasus Status di Media Sosial yang Pernah Dibawa ke Jalur Hukum

Regional
Kisah 'Spiderman' Cantik Asal Grobogan Bikin Bangga Orang Sekampung (2)

Kisah "Spiderman" Cantik Asal Grobogan Bikin Bangga Orang Sekampung (2)

Regional
Politisi PSI Galang Petisi “Jangan Penjarakan Raja Juli Antoni”

Politisi PSI Galang Petisi “Jangan Penjarakan Raja Juli Antoni”

Nasional
Polri: Siapapun yang Menyebut Serangan Teror Rekayasa, Kami Tunggu Buktinya

Polri: Siapapun yang Menyebut Serangan Teror Rekayasa, Kami Tunggu Buktinya

Nasional
Menteri BUMN Serap Gabah 4.700 Ton di Garut

Menteri BUMN Serap Gabah 4.700 Ton di Garut

Regional

Close Ads X