Tertipu Arisan "Online" hingga Rp 15 Miliar, Puluhan Orang Melapor ke Polres Bekasi

Kompas.com - 13/02/2018, 15:13 WIB
Ilustrasi WhatsApp. IstIlustrasi WhatsApp.

BEKASI, KOMPAS.com  Puluhan orang mendatangi Mapolres Metro Bekasi, Selasa (13/2/2018) dini hari. Mereka melaporkan dugaan penipuan melalui media sosial, grup WhatsApp arisan online "Mama Yona".

Para korban melaporkan ketua arisan berinisial DCY yang diduga melakukan penipuan dan penggelapan dana arisan hingga Rp 15 miliar.

"Betul, kemarin ada laporan dan saat ini masih berproses. Masih pembuatan laporan," ucap Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi AKBP Rizal Marito saat dihubungi, Selasa (13/2/2018).

Baca juga: Pengamat: Tinggal Arisan, Siapa Korban Selanjutnya

Grup arisan tersebut mengiming-imingi anggota dapat meraih keuntungan 50 persen. Caranya menyetorkan sejumlah uang ke rekening pelaku.

Nominal yang disetorkan kepada pelaku, beragam, mulai jutaan hingga puluhan juta rupiah. Jumlah korban diperkirakan ratusan orang dengan domisili hingga di luar Bekasi.

Rizal mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan pihak cyber crime karena modus operandinya menggunakan media sosial.

Baca juga: Plt Kadis Kesehatan Jombang Pakai Kode Arisan untuk Kumpulkan Uang Suap

"Si terduga pelaku juga sudah kami amankan dan sedang kami interogasi saat ini. Saksi-saksi akan kami periksa juga untuk melengkapi alat bukti guna langkah pemeriksaan lebih lanjut," ucapnya.

Pihak Polres Metro Bekasi juga mempersiapkan membuka posko pengaduan kasus ini. Ini agar pelaporan menjadi komprehensif dan tidak tersebar di berbagai tempat.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X