Bau Anyir Menyeruak dari Barang Bukti Pembunuhan Ibu dan Anak di Tangerang - Kompas.com

Bau Anyir Menyeruak dari Barang Bukti Pembunuhan Ibu dan Anak di Tangerang

Kompas.com - 13/02/2018, 15:30 WIB
Barang bukti pakaian dan seprei yang menimbulkan bau anyir di sekitar lokasi kejadian pembunuhan, Selasa (13/2/2018).Ridwan Aji Pitoko/KOMPAS.com Barang bukti pakaian dan seprei yang menimbulkan bau anyir di sekitar lokasi kejadian pembunuhan, Selasa (13/2/2018).

TANGERANG, KOMPAS.com - Bau anyir seketika menyeruak ketika petugas kepolisian mengeluarkan barang bukti pembunuhan yang terjadi di Blok B6 Nomor 05 RT 005 RW 012 Perumahan Taman Kota Permai 2, Priuk, Tangerang.

Barang bukti tersebut dikeluarkan untuk keperluan konferensi pers pada Selasa (13/2/2018) di depan rumah yang menjadi lokasi pembunuhan tersebut.

Sejumlah barang bukti, seperti pakaian korban, seprai, guling, sebilah belati, dan tas diperlihatkan dalam jumpa pers.

Baca juga : Sang Suami Jadi Tersangka Pembunuhan Ibu dan Anak di Tangerang

Saat itu, darah yang menempel pada pakaian korban dan seprai menimbulkan bau anyir.

Warga di sekitar lokasi konferensi pers pun menutup hidung mereka lantaran tak tahan mencium bau anyir tersebut.

Petugas kepolisian langsung menutup kembali pakaian dan seprai milik korban yang berbau anyir itu.

Baca juga : Suami Korban Pembunuhan di Tangerang Jadi Saksi Kunci

Dalam pembunuhan yang terjadi di Perumahan Taman Kota Permai 2, Priuk, Tangerang itu, tiga orang meninggal dunia.

Mereka yakni Emah (40) dan dua anak perempuannya bernama Nova (19) dan Tiara (11). Belakangan, polisi menetapkan sang suami, yakni Effendi (55) sebagai tersangka pembunuhan.

Effendi masih dirawat di Rumah Sakit (RS) Polri Kramatjati, Jakarta Timur.


Komentar

Terkini Lainnya

Kelebihan Beban Truk 18 Ton Diduga Jadi Penyebab Kecelakaan Maut di Bumiayu Brebes

Kelebihan Beban Truk 18 Ton Diduga Jadi Penyebab Kecelakaan Maut di Bumiayu Brebes

Regional
Meraup Untung Usaha Gosok Keliling 'Gokil' di Bekasi...

Meraup Untung Usaha Gosok Keliling "Gokil" di Bekasi...

Megapolitan
Saiful Tewas Ditikam 4 Orang Mabuk Miras yang Tegur Suara Motor Korban

Saiful Tewas Ditikam 4 Orang Mabuk Miras yang Tegur Suara Motor Korban

Megapolitan
BI Kediri Siapkan Rp 7,2 Triliun untuk Kebutuhan Tukar Uang Baru Selama Ramadhan

BI Kediri Siapkan Rp 7,2 Triliun untuk Kebutuhan Tukar Uang Baru Selama Ramadhan

Regional
Belum Genap Sepekan Ramadhan, Polisi UEA Tangkap 91 Pengemis

Belum Genap Sepekan Ramadhan, Polisi UEA Tangkap 91 Pengemis

Internasional
Biografi Tokoh Dunia: Ho Chi Minh, Simbol Kemerdekaan Vietnam

Biografi Tokoh Dunia: Ho Chi Minh, Simbol Kemerdekaan Vietnam

Internasional
Menurut Novanto, Politisi PDI-P Arif Wibowo Terima Uang E-KTP 350.000 Dollar AS

Menurut Novanto, Politisi PDI-P Arif Wibowo Terima Uang E-KTP 350.000 Dollar AS

Nasional
Anjlok 500 Meter dalam 5 Menit, Penumpang Maskapai Turki Panik

Anjlok 500 Meter dalam 5 Menit, Penumpang Maskapai Turki Panik

Internasional
Masalah Ekonomi Dorong Pasutri Ini Nekat Jual Sabu

Masalah Ekonomi Dorong Pasutri Ini Nekat Jual Sabu

Regional
Pansus RUU Antiterorisme Ingin Definisi Terorisme Diperketat Agar Polri Tak Bertindak Subyektif

Pansus RUU Antiterorisme Ingin Definisi Terorisme Diperketat Agar Polri Tak Bertindak Subyektif

Nasional
7 Kasus Status di Media Sosial yang Pernah Dibawa ke Jalur Hukum

7 Kasus Status di Media Sosial yang Pernah Dibawa ke Jalur Hukum

Regional
Kisah 'Spiderman' Cantik Asal Grobogan Bikin Bangga Orang Sekampung (2)

Kisah "Spiderman" Cantik Asal Grobogan Bikin Bangga Orang Sekampung (2)

Regional
Politisi PSI Galang Petisi “Jangan Penjarakan Raja Juli Antoni”

Politisi PSI Galang Petisi “Jangan Penjarakan Raja Juli Antoni”

Nasional
Polri: Siapapun yang Menyebut Serangan Teror Rekayasa, Kami Tunggu Buktinya

Polri: Siapapun yang Menyebut Serangan Teror Rekayasa, Kami Tunggu Buktinya

Nasional
Menteri BUMN Serap Gabah 4.700 Ton di Garut

Menteri BUMN Serap Gabah 4.700 Ton di Garut

Regional

Close Ads X