Daging hingga Ikan Beku Dijual Murah di RPTRA, Berapa Harganya?

Kompas.com - 14/02/2018, 09:16 WIB
Anggota PPSU manfaatkan operasi daging murah yang diadakan pemerintah di Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat, Rabu (7/12/2016) Kompas.com/David Oliver PurbaAnggota PPSU manfaatkan operasi daging murah yang diadakan pemerintah di Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat, Rabu (7/12/2016)
Penulis Nursita Sari
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pada Februari ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar program pangan murah di ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA). Ada enam komoditas pangan yang dijual murah karena disubsidi Pemprov DKI.

Dari enam komoditas tersebut, ada dua yang baru mulai disubsidi pada tahun ini, yakni ikan kembung beku dan susu ultra high temperature (UHT).

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan, subsidi susu dan ikan diberikan untuk meningkatkan asupan protein di kalangan masyarakat menengah ke bawah.

"Kami ingin mengingatkan masyarakat, khususnya yang kemarin belum sempat tersosialisasikan, program pangan murah Februari ini sudah ditambah dengan susu dan ikan," kata Sandiaga, Rabu (7/2/2018).

Baca juga : Sandi: Daging Murah Harus Berkualitas Baik, Nanti Kami Cek Pemasoknya

Lalu, berapa harga pangan murah itu?

Kepala Suku Dinas KPKP Jakarta Selatan Wachyuni mengatakan, 24 kemasan susu UHT (masing-masing berisi 200 mililiter) dijual Rp 30.000 dari harga pasar Rp 70.000. Artinya, Pemprov DKI memberikan subsidi Rp 40.000 untuk setiap penjualan 24 kemasan susu UHT.

Sementara itu, ikan kembung beku dijual Rp 13.000 per kilogram dari harga pasar Rp 38.000. Subsidi Pemprov DKI sebesar Rp 25.000 untuk per kilogram ikan kembung beku.

Selain susu dan ikan kembung, ada empat komoditas lain yang juga dijual dalam program pangan murah. Penjualan keempat komoditas itu sudah disubsidi sejak tahun-tahun sebelumnya.

Baca juga : Sesuai Instruksi Anies-Sandi, Ikan Beku dan Susu Murah Dijual di RPTRA

"Beras Rp 30.000 per 5 kilogram, daging sapi Rp 35.000 per kilogram, daging ayam Rp 8.000 per kilogram, telur ayam Rp 10.000 per kilogram," kata Wachyuni, Selasa (13/2/2018).

Subsidi yang diberikan Pemprov DKI yakni Rp 32.500 untuk 5 kilogram beras, Rp 50.000 untuk 1 kilogram daging sapi, Rp 25.000 untuk 1 kilogram daging ayam, dan Rp 15.000 untuk 1 kilogram telur ayam.

"Pola pembayarannya non-cash melalui kartu ATM Bank DKI," ujar Wachyuni.

Warga yang berhak

Tidak semua kalangan masyarakat bisa membeli komoditas dalam program pangan murah di RPTRA. Wachyuni menjelaskan, program ini diperuntukan bagi beberapa kategori warga Jakarta.

Yang pertama yakni pemegang Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Lansia. Selain itu, program ini bisa dinikmati oleh pekerja harian lepas (PHL), petugas penanganan prasarana dan sarana umum (PPSU), dan penyedia jasa lainnya orang perorangan (PJLP) yang bergaji UMP.

Kemudian, program ini juga diperuntukan bagi warga penyandang disabilitas dan buruh ber-KTP DKI yang bergaji UMP.

Pemprov DKI Jakarta telah menganggarkan Rp 885 miliar dalam APBD DKI 2018 untuk subsidi enam produk pangan tersebut. Ada sekitar 700.000 warga yang direncanakan dapat membeli produk pangan bersubsidi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sampah Membentang di Samping Pintu Tol JORR Kota Bekasi, Warga Keluhkan Bau Tak Sedap

Sampah Membentang di Samping Pintu Tol JORR Kota Bekasi, Warga Keluhkan Bau Tak Sedap

Megapolitan
Tenaga Kesehatan di Kota Tangerang Akan Divaksinasi Mulai Minggu

Tenaga Kesehatan di Kota Tangerang Akan Divaksinasi Mulai Minggu

Megapolitan
Kasudin Dukcapil Jakpus Meninggal Dunia, DIketahui Positif Covid-19

Kasudin Dukcapil Jakpus Meninggal Dunia, DIketahui Positif Covid-19

Megapolitan
UPDATE: Bertambah 181, Total Kasus Covid-19 di Tangsel Mencapai 4.790

UPDATE: Bertambah 181, Total Kasus Covid-19 di Tangsel Mencapai 4.790

Megapolitan
Korban Kebakaran di Cideng Mengungsi, Semuanya Diminta Jalani Rapid Test

Korban Kebakaran di Cideng Mengungsi, Semuanya Diminta Jalani Rapid Test

Megapolitan
Satpol PP Bubarkan Remaja Berseragam SMA yang Berkerumun di Stadion Patriot Bekasi

Satpol PP Bubarkan Remaja Berseragam SMA yang Berkerumun di Stadion Patriot Bekasi

Megapolitan
Sebuah Mobil Terbakar di Depan Pasar Patra, Api Dipicu Korsleting AC

Sebuah Mobil Terbakar di Depan Pasar Patra, Api Dipicu Korsleting AC

Megapolitan
Alat Tes PCR Rusak, Pemkot Tangsel Masih Tunggu Bantuan Pusat

Alat Tes PCR Rusak, Pemkot Tangsel Masih Tunggu Bantuan Pusat

Megapolitan
4 Upaya Tangsel Atasi Ruang ICU Pasien Covid-19 yang Terisi Penuh

4 Upaya Tangsel Atasi Ruang ICU Pasien Covid-19 yang Terisi Penuh

Megapolitan
Airin: PPKM Masih Diperlukan untuk Tekan Covid-19

Airin: PPKM Masih Diperlukan untuk Tekan Covid-19

Megapolitan
50 Persen Warteg di Jabodetabek Terancam Gulung Tikar Tahun Ini

50 Persen Warteg di Jabodetabek Terancam Gulung Tikar Tahun Ini

Megapolitan
Pria Ini Malah Curi Sepeda Motor Orang yang Tawari Dia Pekerjaan

Pria Ini Malah Curi Sepeda Motor Orang yang Tawari Dia Pekerjaan

Megapolitan
Pedagang Daging Sapi di Pasar Kranji Kembali Berjualan, Harga Dipatok Rp 125.000 Per Kg

Pedagang Daging Sapi di Pasar Kranji Kembali Berjualan, Harga Dipatok Rp 125.000 Per Kg

Megapolitan
Wagub DKI : Krisis Lahan Pemakaman Bukan Hanya Terjadi di Jakarta

Wagub DKI : Krisis Lahan Pemakaman Bukan Hanya Terjadi di Jakarta

Megapolitan
Bertambah 2, Ini Daftar 49 Korban Sriwijaya Air SJ 182 yang Sudah Teridentifikasi

Bertambah 2, Ini Daftar 49 Korban Sriwijaya Air SJ 182 yang Sudah Teridentifikasi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X