Banyaknya Gang di Boncos Menyulitkan Polisi Gerebek Bandar Narkoba

Kompas.com - 14/02/2018, 15:40 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi menyampaikan bahwa banyaknya gang di Kampung Boncos, Kota Bambu Selatan, Palmerah, Jakarta Barat, membuat polisi kesulitan dalam menggerebek bandar narkoba di kawasan itu.

"Boncos medannya lebih sulit karena gangnya banyak sekali. Kami gerebek tiap bulan tapi semakin meningkat. Bandar banyak yang lolos. Susah sekali di sini," kata Hengki di Kantor Administrasi Walikota Jakarta Barat pada Rabu (14/2/2018).

Kampung Boncos merupakan salah satu lokasi rawan peredaran narkoba di Jakarta. Untuk memancing informasi dari warga, polisi melakukan pendekatan dengan cara tertentu.

Baca juga : Warga Kampung Boncos Dalam Pusaran Peredaran Narkoba

Pada pekan lalu misalnya, polisi mentraktir warga Kampung Boncos satu gerobak bakso.

"Kemarin, minggu lalu kami tes, kami kasih mereka bakso 'Pak sebenarnya yang itu tuh bandarnya, tetapi jangan bilang tahu dari saya'. Mereka nyamar jadi tukang sate. Sebenarnya masyarakat terbuka dengan kita, tinggal kitanya saja bagaimana," ujar Hengki.

Pada Rabu (7/2/2018), polisi dari Polres Metro Jakarta Barat melakukan penggerebekan pengedar sabu di dua kamar indekos RT 006 RW 003, Kampung Boncos, Kota Bambu Selatan, Jakarta Barat.

Polisi menangkap sembilan orang pelaku dengan barang bukti 64 gram sabu yang dibagi dalam 10 bungkus plastik klip. Empat diantaranya terindikasi mengidap HIV dan menjalani rehabilitasi.

Baca juga : 4 Orang Pengidap HIV di Kampung Boncos Direhabilitasi

Adapun barang bukti lainnya yaitu enam buah ponsel, uang tunai Rp 1.480.000, sebuah golok, sebuah celurit, dan alat hisap yang terbuat dari botol air mineral.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Pimpinan Pansus Wagub DKI Dukung Fraksi Demokrat yang Mau Laporkan Politisi PSI

Pimpinan Pansus Wagub DKI Dukung Fraksi Demokrat yang Mau Laporkan Politisi PSI

Megapolitan
Bicara Politik Uang dalam Pemilihan Wagub DKI, PSI Bingung Fraksi Demokrat yang Tersinggung

Bicara Politik Uang dalam Pemilihan Wagub DKI, PSI Bingung Fraksi Demokrat yang Tersinggung

Megapolitan
Sampaikan Duplik, Jokdri Berkukuh Tak Bersalah dalam Kasus Perusakan Barang Bukti

Sampaikan Duplik, Jokdri Berkukuh Tak Bersalah dalam Kasus Perusakan Barang Bukti

Megapolitan
Depok Uji Coba Pemutaran Lagu di Lampu Merah, Agustus Mendatang

Depok Uji Coba Pemutaran Lagu di Lampu Merah, Agustus Mendatang

Megapolitan
Kasus Usulan Tak Pasang Foto Presiden, Keluarga Tersangka Ajukan Penangguhan Penahanan

Kasus Usulan Tak Pasang Foto Presiden, Keluarga Tersangka Ajukan Penangguhan Penahanan

Megapolitan
SMP Negeri Dadakan Disebut Anak Haram, Disdik Bekasi Sebut Sudah Sesuai Kajian

SMP Negeri Dadakan Disebut Anak Haram, Disdik Bekasi Sebut Sudah Sesuai Kajian

Megapolitan
Ramai Surat Tilang ETLE, Berikut Tarif Resmi Denda Pelanggaran Lalu Lintas

Ramai Surat Tilang ETLE, Berikut Tarif Resmi Denda Pelanggaran Lalu Lintas

Megapolitan
Warga Diimbau Tak Buang Sampah Lagi ke Kali Tegal Amba

Warga Diimbau Tak Buang Sampah Lagi ke Kali Tegal Amba

Megapolitan
Pro Kontra Warga Depok Tanggapi Wacana Pemilik Mobil Harus Punya Garasi

Pro Kontra Warga Depok Tanggapi Wacana Pemilik Mobil Harus Punya Garasi

Megapolitan
Sebuah Mobil Tabrak Separator Busway lalu Terguling di Jalan Jenderal Sudirman

Sebuah Mobil Tabrak Separator Busway lalu Terguling di Jalan Jenderal Sudirman

Megapolitan
10 Anggota PPK Koja dan Cilincing Didakwa 2 Pasal Pelanggaran Pemilu

10 Anggota PPK Koja dan Cilincing Didakwa 2 Pasal Pelanggaran Pemilu

Megapolitan
Politisi PSI: Bukannya Saling Terima Kasih, Malah Melaporkan Saya...

Politisi PSI: Bukannya Saling Terima Kasih, Malah Melaporkan Saya...

Megapolitan
Cerita Dokter Forensik RS Polri Lihat Paru-paru Perokok Berat Saat Autopsi

Cerita Dokter Forensik RS Polri Lihat Paru-paru Perokok Berat Saat Autopsi

Megapolitan
SMP Negeri Bekasi Mendadak Bertambah, Pengelola Sekolah Swasta: Anak Haram!

SMP Negeri Bekasi Mendadak Bertambah, Pengelola Sekolah Swasta: Anak Haram!

Megapolitan
Kata Pengamat, SMP Swasta yang Kekurangan Siswa di Bekasi Sebaiknya Ditutup

Kata Pengamat, SMP Swasta yang Kekurangan Siswa di Bekasi Sebaiknya Ditutup

Megapolitan
Close Ads X