Pemilik 7 Bidang Lahan Terdampak Normalisasi Belum Terima Ganti Rugii - Kompas.com

Pemilik 7 Bidang Lahan Terdampak Normalisasi Belum Terima Ganti Rugii

Kompas.com - 14/02/2018, 22:39 WIB
Lokasi bidang tanah yang sudah di normaliasasi pada 2017 lalu di Bidara Cina, Rabu (14/2/2018)Dokumen Pribadi/Iskandar Lokasi bidang tanah yang sudah di normaliasasi pada 2017 lalu di Bidara Cina, Rabu (14/2/2018)

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemilik 7 bidang lahan yang terdampak normalisasi di Kelurahan Bidara Cina, Jakarta Timur, belum mendapatkan pembayaran dari Pemprov DKI Jakarta.

"Ada tujuh bidang tanah yang kena normalisasi pada tahun kemarin (2017), namun sampai saat belum ada pelaksanaan realisasi (pembayaran) dari Pemprov dalam hal ini Dinas Sumber Daya Air," kata Kasie Pemerintah dan Ketertiban Kelurahan Bidara Cina Syafei Iskandar kepada Kompas.com di Keluarhan Bidara Cina, Jakarta Timur, Rabu (14/2/2018).

Baca juga : 96 Bidang Lahan Terdampak Sodetan Ciliwung di Bidara Cina

Adapun 7 bidang lahan tersebut merupakan milik beberapa perusahaan. Perusahaan-perusahaan ini, kata dia, mulai menanyakan hak ganti rugi mereka.

"Iya, beberapa dari perusahaan itu sudah sering bertemu kami, mereka memang menanyakan kapan realisasi ganti ruginya akan diterima," ucap Iskandar.

Mereka, lanjut Iskandar, menyerahkan proses ganti rugi ke kelurahan untuk dilanjutkan ke panitian pengadaan ke tingkat kota. Ketujuh bidang tanah tersebut saat ini digunakan oleh Dinas SDA.

Baca juga : Sampah Perabotan Bekas Banjir Penuhi Jalan di Bidara Cina

Ketujuh bidang tanah tersebut terdiri dari tiga bidang atas nama PT Asuransi Jasa Indonesia, dua atas nama PT Asuransi Kerugian Jasa Raharja, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), dan PT Essence Indonesia.


Komentar

Terkini Lainnya

Jokowi: Bersihkan Lembaga Pendidikan dari Ideologi Sesat Terorisme

Jokowi: Bersihkan Lembaga Pendidikan dari Ideologi Sesat Terorisme

Edukasi
'Rolling Charity', Komunitas Sedekah Bergulir untuk Kaum Papa di Kediri

"Rolling Charity", Komunitas Sedekah Bergulir untuk Kaum Papa di Kediri

Regional
58 Napi Terorisme Dipindahkan dari Nusakambangan

58 Napi Terorisme Dipindahkan dari Nusakambangan

Regional
Korut Minta Korsel Pulangkan 12 Pekerja Restoran yang Membelot

Korut Minta Korsel Pulangkan 12 Pekerja Restoran yang Membelot

Internasional
Ini Calon Gubernur Favorit Pilihan Generasi Milenial Versi Instrat

Ini Calon Gubernur Favorit Pilihan Generasi Milenial Versi Instrat

Regional
Mencekamnya Jakarta pada Hari Terakhir Berkuasanya Soeharto...

Mencekamnya Jakarta pada Hari Terakhir Berkuasanya Soeharto...

Nasional
Massilumba Oroang, Tradisi 'Kaveling' Tempat Shalat Tarawih di Masjid Polewali Mandar

Massilumba Oroang, Tradisi "Kaveling" Tempat Shalat Tarawih di Masjid Polewali Mandar

Regional
Jelang Lebaran, CFD Solo Akan Diliburkan Sementara Selama 3 Pekan

Jelang Lebaran, CFD Solo Akan Diliburkan Sementara Selama 3 Pekan

Regional
Survei Indo Barometer, Soeharto Dinilai sebagai Presiden Paling Berhasil

Survei Indo Barometer, Soeharto Dinilai sebagai Presiden Paling Berhasil

Nasional
KPU Tajungpinang: Peserta Pilkada yang Gunakan Rumah Ibadah untuk Kampanye Diberi Saksi Tegas

KPU Tajungpinang: Peserta Pilkada yang Gunakan Rumah Ibadah untuk Kampanye Diberi Saksi Tegas

Regional
Momen Langka Ibu Meghan Markle Menggandeng Pangeran Charles

Momen Langka Ibu Meghan Markle Menggandeng Pangeran Charles

Internasional
Toyota MR2 Spyder Terbakar, Pengemudi Selamat, tapi Sedikit 'Shocked'

Toyota MR2 Spyder Terbakar, Pengemudi Selamat, tapi Sedikit "Shocked"

Megapolitan
Era Belajar Online, Ini 4 Tips Agar Hasil Optimal

Era Belajar Online, Ini 4 Tips Agar Hasil Optimal

Edukasi
Protes Warga Berujung Penghentian Uji Coba Penutupan Tiga Simpang di Mampang Prapatan

Protes Warga Berujung Penghentian Uji Coba Penutupan Tiga Simpang di Mampang Prapatan

Megapolitan
Uji Coba Dihentikan, Beton Pembatas Tiga Simpang di Mampang Prapatan Diangkut

Uji Coba Dihentikan, Beton Pembatas Tiga Simpang di Mampang Prapatan Diangkut

Megapolitan

Close Ads X