Kompas.com - 19/02/2018, 17:22 WIB
Baliho roboh akibat angin kencang di Jatibening, Senin (19/2/2018) Kompas.com/Setyo AdiBaliho roboh akibat angin kencang di Jatibening, Senin (19/2/2018)

BEKASI, KOMPAS.com  Hujan deras disertai angin kencang yang melanda kawasan Bekasi, Jawa Barat, Senin (19/2/2018) siang, menyebabkan sebuah baliho roboh. Sebuah papan baliho di Jalan Cemerlang, Jatibening, Bekasi roboh dan menghalangi jalan.

"Kejadiannya pas hujan dan angin kencang, sekitar jam 2 siang. Pertama, bunyi besi-besi kecil berjatuhan, lalu orang-orang berteriak memperingatkan, dan reklamenya jatuh perlahan," ucap seorang warga, Dedi Nur (41).

Berdasarkan pantauan Kompas.com, baliho yang roboh menutupi seluruh jalan. Hal ini membuat akses Jalan Cemerlang dari Jatibening ke Kalimalang dan sebaliknya ditutup.

Baca juga: Demokrat: Apa Enggak Lihat Baliho AHY Di Mana-mana?

Sebagian baliho juga merusak atap warung milik Kusyani (41).

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

"Saya sedang tidur di dalam warung. Istri saya yang teriak balihonya mau roboh. Karena (baliho) jatuhnya perlahan, jadi, kami sempat lari," ucap Kusyani.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Agustinus Panjat Baliho Lagi, Sekarang di Gatot Subroto

Adapun papan baliho yang baru ini terhitung baru. Iklan yang ditampilkan adalah Asian Games 2018.

Petugas masih memotong besi-besi baliho dan diharapkan dapat segera selesai. Sementara para pengendara diimbau dapat menghindari jalan tersebut. 



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dinkes Kota Tangerang Akan Gelar Vaksinasi Door to Door

Dinkes Kota Tangerang Akan Gelar Vaksinasi Door to Door

Megapolitan
Ombudsman: 3 Petugas Lapas Tangerang yang Jadi Tersangka Kasus Kebakaran Bisa Dinonaktifkan

Ombudsman: 3 Petugas Lapas Tangerang yang Jadi Tersangka Kasus Kebakaran Bisa Dinonaktifkan

Megapolitan
Tak Ada Izin, Tower BTS di Jatibening Disegel

Tak Ada Izin, Tower BTS di Jatibening Disegel

Megapolitan
Pemprov DKI Surati Kemendikbud Minta Penjelasan Data Klaster Sekolah Tatap Muka

Pemprov DKI Surati Kemendikbud Minta Penjelasan Data Klaster Sekolah Tatap Muka

Megapolitan
Pemkot Bekasi Minta Pemprov DKI Olah Sampah Bantargebang Jadi Energi Terbarukan

Pemkot Bekasi Minta Pemprov DKI Olah Sampah Bantargebang Jadi Energi Terbarukan

Megapolitan
Polisi Siap Mediasi Atta Halilintar dengan Savas Fresh

Polisi Siap Mediasi Atta Halilintar dengan Savas Fresh

Megapolitan
73,4 Persen Warga Lansia di Kota Tangerang Telah Divaksin Covid-19 Dosis Pertama

73,4 Persen Warga Lansia di Kota Tangerang Telah Divaksin Covid-19 Dosis Pertama

Megapolitan
Dinkes Klaim Tak Ada Klaster Covid-19 Sekolah Tatap Muka di Kota Tangerang

Dinkes Klaim Tak Ada Klaster Covid-19 Sekolah Tatap Muka di Kota Tangerang

Megapolitan
Belum Ada Upaya Damai, Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik Atta Halilintar Berlanjut

Belum Ada Upaya Damai, Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik Atta Halilintar Berlanjut

Megapolitan
Soal Penonaktifan 3 Tersangka Kasus Kebakaran Lapas Tangerang, Kemenkumham: Kalapas yang Pertimbangkan

Soal Penonaktifan 3 Tersangka Kasus Kebakaran Lapas Tangerang, Kemenkumham: Kalapas yang Pertimbangkan

Megapolitan
Polisi Cari Unsur Pidana di Balik Kebakaran Cahaya Swalayan

Polisi Cari Unsur Pidana di Balik Kebakaran Cahaya Swalayan

Megapolitan
Tidak Ada Laporan Temuan Klaster Covid-19 dari PTM di Jakarta Pusat

Tidak Ada Laporan Temuan Klaster Covid-19 dari PTM di Jakarta Pusat

Megapolitan
Instruksi Anies, Banjir Jakarta Surut Kurang dari 6 Jam

Instruksi Anies, Banjir Jakarta Surut Kurang dari 6 Jam

Megapolitan
Pengelola TPS Ilegal di Kota Tangerang: Kalau Ditutup, Saya Ikut Pemerintah

Pengelola TPS Ilegal di Kota Tangerang: Kalau Ditutup, Saya Ikut Pemerintah

Megapolitan
Data Vaksinasi Depok Cantumkan 14 Orang Selain Nakes Terima Dosis 3, Ini Penjelasan Dinkes

Data Vaksinasi Depok Cantumkan 14 Orang Selain Nakes Terima Dosis 3, Ini Penjelasan Dinkes

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.