Kompas.com - 20/02/2018, 18:09 WIB
Suasana pembangunan proyek konstruksi Mass Rapid Transit (MRT) di kawasan Jalan TB. Simatupang, Jakarta, Jumat (4/8). PT MRT Jakarta menargetkan pengerjaan konstruksi fisik stasiun layang dan sistem persinyalan ditargetkan rampung pada semester pertama tahun depan dan diharapkan bakal selesai sebelum penyelenggaraan Asian Games 2018 di Jakarta. ANTARA FOTO/ Reno Esnir/foc/17. ANTARA FOTO/Reno EsnirSuasana pembangunan proyek konstruksi Mass Rapid Transit (MRT) di kawasan Jalan TB. Simatupang, Jakarta, Jumat (4/8). PT MRT Jakarta menargetkan pengerjaan konstruksi fisik stasiun layang dan sistem persinyalan ditargetkan rampung pada semester pertama tahun depan dan diharapkan bakal selesai sebelum penyelenggaraan Asian Games 2018 di Jakarta. ANTARA FOTO/ Reno Esnir/foc/17.

DEPOK, KOMPAS.com - Direktur Pelayanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Krishna Syarif meminta perusahaan konstruksi untuk mendaftarkan para pekerjanya menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

"Sehingga BPJS Ketenagakerjaan hadir memberikan perlindungan pasti bagi seluruh tenaga kerja yang terlibat pada proyek ini," kata Krishna dalam keterangan tertulisnya, Selasa (20/2/2018).

Menurut Krishna, penting bagi pemilik perusahaan konstruksi untuk mendaftarkan pekerjanya sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Apalagi perusahaan tersebut telah memenangkan tender proyek, sudah seharusnya para pekerjanya diikutsertakan dalam BPJS Ketenagakerjaan.

"Kami mengimbau kepada seluruh proyek konstruksi baik pemerintah maupun proyek swasta agar tetap patuh dengan mendaftarkan proyek jasa konstruksi pada program BPJS ketenagakerjaan ketika tender sudah dimenangkan atau saat proyek mulai," kata dia.

Baca juga : Proyek Konstruksi Elevated Dimoratorium, Bagaiamana di Jakarta?

Jika pekerja sudah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, risiko kecelakaan kerja bisa ditanggung oleh BPJS Ketenagakerjaan.

"Nantinya pekerja yang menjadi korban pada peristiwa ini akan ditanggung seluruh biaya perawatannya sampai sembuh, disamping itu pekerja yang menjalani proses penyembuhan dan tidak dapat bekerja seperti biasanya juga tetap akan mendapatkan hak upah seperti yang dapatkan biasanya," kata Krishna.

Pihaknya juga mengimbau agar pelaku usaha memperhatikan aspek K3 pada semua aspek pekerjaan. Dengan demikian, peristiwa yang mengakibatkan kecelakaan kerja dapat terhindarkan.

"Para pemberi kerja juga harus menyadari, berdasarkan regulasi, jika pekerjanya tidak terdaftar di kami mengalami kecelakaan kerja, maka pemberi kerja wajib memberikan pengobatan dan santunan minimal sesuai dengan standar BPJS Ketenagakerjaan. Maka segera pastikan pekerja sudah terdaftar, karena bisnis bisa lumpuh karena harus menanggung semua beban jika terjadi kecelakaan kerja," kata Krishna.

Seperti diketahui, musibah kecelakaan pada proyek konstruksi kembali terjadi, kali ini pada proyek jalan tol Becakayu (Bekasi Cawang Kampung Melayu) yang terjadi di dekat gerbang tol Kebon Nanas, Jakarta Timur.

Baca juga : Kementerian PUPR Evaluasi Jatuhnya Cetakan Konstruksi Tol Becakayu

Kecelakaan kerja ini terjadi pada Minggu (20/2/2018) sekitar pukul 03.00 WIB. Para pekerja yang menjadi korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit terdekat dan dirawat di RS UKI Cawang dan RS Polri.

Pekerja yang menjadi korban telah terdata sebagai peserta pada program khusus Jasa Konstruksi di BPJS Ketanagakerjaan dengan PT Waskita Karya sebagai main contractor pada proyek ini.

Adapun korban yang telah teridentifikasi di RS UKI diantaranya, Jonny Arisman (40), Kirpan (36), Karmin (45), Rusman (35), Agus (27) dan Supri (46). Sementara korban yang ada di RS POLRI adalah Waldi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Keluarga Kakek 89 Tahun Korban Pengeroyokan di Cakung Datangi Mapolres Jakarta Timur

Keluarga Kakek 89 Tahun Korban Pengeroyokan di Cakung Datangi Mapolres Jakarta Timur

Megapolitan
Harga dari Distributor Masih Tinggi, Pedagang di Pasar Serpong Belum Jual Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter

Harga dari Distributor Masih Tinggi, Pedagang di Pasar Serpong Belum Jual Minyak Goreng Rp 14.000 Per Liter

Megapolitan
90 Sekolah di Ibu Kota Ditutup Sementara karena Covid-19, PTM di Jakarta Utara Tetap Berlangsung

90 Sekolah di Ibu Kota Ditutup Sementara karena Covid-19, PTM di Jakarta Utara Tetap Berlangsung

Megapolitan
Ciri Pelaku Pencurian Dua Sepeda Motor di Sawah Besar Sudah Diketahui Polisi

Ciri Pelaku Pencurian Dua Sepeda Motor di Sawah Besar Sudah Diketahui Polisi

Megapolitan
PN Jakarta Barat Ditutup Sementara, 13 Orang Positif Covid-19

PN Jakarta Barat Ditutup Sementara, 13 Orang Positif Covid-19

Megapolitan
BK DPRD DKI Jadwalkan Pemeriksaan Ulang Prasetyo Edi Pekan Depan

BK DPRD DKI Jadwalkan Pemeriksaan Ulang Prasetyo Edi Pekan Depan

Megapolitan
Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Melonjak, Wali Kota Arief Duga Banyak Pasien Suspek Omicron

Kasus Covid-19 di Kota Tangerang Melonjak, Wali Kota Arief Duga Banyak Pasien Suspek Omicron

Megapolitan
Kasus Covid-19 Melonjak, BOR RS Rujukan di Kota Tangerang Naik Jadi 13 Persen

Kasus Covid-19 Melonjak, BOR RS Rujukan di Kota Tangerang Naik Jadi 13 Persen

Megapolitan
Saksi Ungkap Alasan Munarman Jadi Pemateri di Acara Baiat ISIS, Terkenal dan Sering Tampil di Media

Saksi Ungkap Alasan Munarman Jadi Pemateri di Acara Baiat ISIS, Terkenal dan Sering Tampil di Media

Megapolitan
Polisi Tangkap Pemuda yang Sekap Temannya hingga Tewas di Kamar Mandi Sebuah Rumah di Jatiwaringin

Polisi Tangkap Pemuda yang Sekap Temannya hingga Tewas di Kamar Mandi Sebuah Rumah di Jatiwaringin

Megapolitan
Revitalisasi TMII, Snowbay hingga Museum yang Terbengkalai Akan Dibongkar

Revitalisasi TMII, Snowbay hingga Museum yang Terbengkalai Akan Dibongkar

Megapolitan
Ketua Dewan Penasehat Sirkuit Mandalika Pesimis Lintasan Formula E Bisa Selesai

Ketua Dewan Penasehat Sirkuit Mandalika Pesimis Lintasan Formula E Bisa Selesai

Megapolitan
Kasus Covid-19 Meningkat, Ada Kemungkinan PPKM di Depok Jadi Level 3

Kasus Covid-19 Meningkat, Ada Kemungkinan PPKM di Depok Jadi Level 3

Megapolitan
Polisi Pastikan 5 Tersangka Pengeroyok Kakek di Cakung Tak Punya Hubungan dengan Korban

Polisi Pastikan 5 Tersangka Pengeroyok Kakek di Cakung Tak Punya Hubungan dengan Korban

Megapolitan
Polisi Masih Cari Beberapa Pelaku Pengeroyokan Kakek 89 Tahun di Cakung

Polisi Masih Cari Beberapa Pelaku Pengeroyokan Kakek 89 Tahun di Cakung

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.