Penjelasan PT MRT soal Pembayaran yang Ditagih Jepang kepada Sandi

Kompas.com - 22/02/2018, 18:01 WIB
Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany, Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar dan Wakil Gubernur DKI Jakarata, Sandiaga Uno di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (15/1/2018).Kompas.com/Sherly Puspita Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany, Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar dan Wakil Gubernur DKI Jakarata, Sandiaga Uno di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (15/1/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar membantah soal adanya utang yang ditagih pemerintah Jepang kepada Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno yang sedang bertandang ke sana.

Menurut William, yang dimaksud Jepang adalah tagihan untuk PT MRT Jakarta dari kontraktor yang menggarap proyek MRT fase I Lebak Bulus-Bundaran HI. Ini berbeda dengan utang pemerintah ke Japan Internasional Cooperation Agency (JICA).

"Ini kan pembayaran kontraktor, jadi terhadap pekerjaan. Jadi mereka ngerjain apa, kemudian harus di kita bayar," kata William ketika dihubungi wartawan, Kamis (22/2/2018).

Proses pembayaran dari PT MRT Jakarta terhadap kontraktor, menurut William, harus melalui serangkaian kajian.


Baca juga : Sandiaga: Jepang Tagih Pembayaran Proyek MRT

Pihaknya tak serta merta membayar sesuai uang ditagihkan, melainkan juga memeriksa hasil pekerjaan dan audit dulu. Sebab, jika membayar sesuai yang ditagihkan, nilainya bisa mencapai Rp 20 triliun, jauh dari dana yang dipinjamkan JICA sebesar Rp 16 triliun.

"Biasanya BPKP harus mengaudit dulu baru bayar. Tapi hasil (pengambilan) kebijakan, supaya tidak tertahan BPKP, oleh sebab itu ya kita putuskan dibayar saja dulu nanti akan dilakukan cost audit. Jadi audit setelah pembayaran di akhir tahun. Itu cara-cara yang kta lakukan untuk mempercepat pembayaran," kata William.

Baca juga : Sandiaga Sebut Nama Stasiun MRT Akan Dikomersilkan

Corporate Secretary PT MRT Jakarta Tubagus Hikmat menyebut hingga Januari 2018 ini, sudah Rp 7,1, triliun tagihan yang dibayar ke kontraktor.

Adapun kontraktor yang mengerjakan fase I:

  • Tokyu – Wijaya Karya Joint Operation (TWJO) untuk depo Lebak Bulus, Fatmawati, dan Cipete;
  • Obayashi – Shimizu – Jaya Konstruksi (OSJ) untuk Stasiun Haji Nawi, Blok A, Blok M, dan Sisingamangaraja;
  • Shimizu – Obayashi – Wijaya Karya – Jaya Konstruksi Joint Venture (SOWJ JV) untuk area transisi, Senayan Istora, Bendungan Hilir, dan Setiabudi;
  • Sumitomo – Mitsui – Hutama Karya Join Operation (SMCC – HK JO), Mitsui & Co. – Tokyo Engineering Corporation – Kobe Steel, Ltd – Inti Karya Persada Tehnik (Metro One Consortium) untuk sistem perkeretaapian dan pekerjaan rel;
  • Sumitomo Corporation untuk rolling stock.


Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengaku ditagih pembayaran proyek MRT saat bertemu dengan Menteri Luar Negeri Jepang Kazuyuki Nakane.

Baca juga : Cerita Anggota DPRD DKI Diundang ke Jepang Lihat Kereta MRT

"Selain itu juga pemerintah Jepang meminta bantuan dari pihak Pemprov DKI untuk dapat segera membayar proyek MRT yang sudah cukup lama tertunda pembayarannya," kata Sandiaga dalam keterangan persnya, Selasa (20/2/2017).

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Kronologi Versi Pertamina, Kebakaran Truk Bukan karena Sopir Mengantuk

Kronologi Versi Pertamina, Kebakaran Truk Bukan karena Sopir Mengantuk

Megapolitan
Ini Alasan Anies Gelar Lebaran Betawi di Monas

Ini Alasan Anies Gelar Lebaran Betawi di Monas

Megapolitan
Pasca-Kebakaran Truk Pertamina, Aroma Bensin Masih Tercium di Lokasi

Pasca-Kebakaran Truk Pertamina, Aroma Bensin Masih Tercium di Lokasi

Megapolitan
Kepala Truk Pertamina yang Terbakar Selesai Dievakuasi, Gerbang Tol Rawamangun Dibuka

Kepala Truk Pertamina yang Terbakar Selesai Dievakuasi, Gerbang Tol Rawamangun Dibuka

Megapolitan
Anies, Lulung, hingga HNW Ikut Lebaran Betawi di Monas

Anies, Lulung, hingga HNW Ikut Lebaran Betawi di Monas

Megapolitan
Ada Persija Vs PSM Makassar, Ini Rekayasa Lalin hingga Kantong Parkirnya

Ada Persija Vs PSM Makassar, Ini Rekayasa Lalin hingga Kantong Parkirnya

Megapolitan
Truk Pertamina Tabrak Pembatas Tol Hingga Terbakar, Sopir Diduga Mengantuk

Truk Pertamina Tabrak Pembatas Tol Hingga Terbakar, Sopir Diduga Mengantuk

Megapolitan
Ada Evakuasi Kepala Truk Pertamina, Arus Lalin Jalan Jendral Ahmad Yani Padat

Ada Evakuasi Kepala Truk Pertamina, Arus Lalin Jalan Jendral Ahmad Yani Padat

Megapolitan
Truk Pertamina Bermuatan 32.000 Liter Terbakar Setelah Tabrak Pembatas Tol

Truk Pertamina Bermuatan 32.000 Liter Terbakar Setelah Tabrak Pembatas Tol

Megapolitan
Evakuasi Kepala Truk Pertamina yang Terbakar, Gerbang Tol Rawamangun Ditutup Sementara

Evakuasi Kepala Truk Pertamina yang Terbakar, Gerbang Tol Rawamangun Ditutup Sementara

Megapolitan
Tabrak Pembatas Jalan Tol, Bagian Kepala Truk Pertamina Jatuh ke Jalur Arteri

Tabrak Pembatas Jalan Tol, Bagian Kepala Truk Pertamina Jatuh ke Jalur Arteri

Megapolitan
Pasca-Kebakaran Truk Pertamina, Hanya 2 Lajur yang Bisa Dilalui di Lokasi

Pasca-Kebakaran Truk Pertamina, Hanya 2 Lajur yang Bisa Dilalui di Lokasi

Megapolitan
Ini Kronologi Kebakaran Truk Pertamina yang Juga Bertabrakan dengan Calya

Ini Kronologi Kebakaran Truk Pertamina yang Juga Bertabrakan dengan Calya

Megapolitan
Dalam Satu Jam, Petugas Padamkan Kebakaran Truk Pertamina yang Tabrakan dengan Calya

Dalam Satu Jam, Petugas Padamkan Kebakaran Truk Pertamina yang Tabrakan dengan Calya

Megapolitan
Truk Tangki Pertamina yang Terbakar Bermuatan 32.000 Liter dan Sempat Bertabrakan dengan Calya

Truk Tangki Pertamina yang Terbakar Bermuatan 32.000 Liter dan Sempat Bertabrakan dengan Calya

Megapolitan
Close Ads X