Kompas.com - 22/02/2018, 18:54 WIB
Keberadaan tempat pembuangan sampah (TPS) sementara membuat jalan di sekitar Pasar Cimanggis, Ciputat, Tangsel diselimuti bau tak sedap. Foto diambil Kamis (22/2/2018). KOMPAS.com/RIDWAN AJI PITOKOKeberadaan tempat pembuangan sampah (TPS) sementara membuat jalan di sekitar Pasar Cimanggis, Ciputat, Tangsel diselimuti bau tak sedap. Foto diambil Kamis (22/2/2018).

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Pasar Cimanggis, Ciputat di Tangerang Selatan (Tangsel) terkenal dengan bau sampah yang begitu menusuk hidung. Namun, kondisi tersebut tidak membuat sejumlah pedagang dan petugas kebersihan di sana terganggu.

Yanto, salah satu pedagang sayuran di Pasar Cimanggis tidak pernah merasa risih dengan bau sampah yang cukup menyengat di sana.

"Saya sudah beberapa tahun di sini dan bertahun-tahun juga mencium bau di sini ya enggak apa-apa. Enggak terganggu," kata Yanto saat ditemui Kompas.com, di Pasar Cimanggis, Kamis (22/2/2018).

Senada dengan Yanto, Wati yang juga berdagang di Pasar Cimanggis memaklumi bau sampah yang merebak di tempatnya mencari nafkah tersebut.

"Wajar lah namanya juga pasar tradisional kalau bau-bau sedikit kayak begini," ujar dia.

Baca juga : Bau Sampah di Pasar Cimanggis-Ciputat Masih Tercium meski Sudah Tutup Hidung

Keberadaan tempat pembuangan sampah (TPS) sementara membuat jalan di sekitar Pasar Cimanggis, Ciputat, Tangsel diselimuti bau tak sedap. Foto diambil Kamis (22/2/2018).KOMPAS.com/RIDWAN AJI PITOKO Keberadaan tempat pembuangan sampah (TPS) sementara membuat jalan di sekitar Pasar Cimanggis, Ciputat, Tangsel diselimuti bau tak sedap. Foto diambil Kamis (22/2/2018).

Galih, petugas kebersihan di Pasar Cimanggis mengaku sudah terbiasa dengan bau sampah di sana. Pekerjaannya dijalankan dengan baik kendati harus berhubungan langsung dengan sampah-sampah seluruh wilayah Pasar Cimanggis.

"Seluruh pedagang, petugas kebersihan enggak pernah ngeluh sama bau ini. Santai saja kita," ucap Galih enteng.

Kendati begitu, lain halnya dengan pengendara motor yang melintas di sana. Para warga terutama yang berkendara motor langsung menutup hidungnya ketika melintasi jalan di dekat Pasar Cimanggis.

Baca juga : Sampah Berserakan dan Menebar Bau di Bawah Jalan Layang Ciputat

Salah seorang pengendara motor yang kerap melewati Pasar Cimanggis bernama Riko mengaku terganggu dengan bau tersebut. Oleh sebab itu, ada satu trik yang dia gunakan ketika melintas di sana.

"Lumayan sering sih lewat sini, kalau ditanya terganggu ya pasti. Cuma kalau sudah mau dekat-dekat Pasar Cimanggis saya tarik napas dalam-dalam dan menahannya sampai melewati tempat sampah di situ," tutur dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal Tewasnya Tahanan Polres Tangsel, Komnas HAM Masih Perlu Dokumen Pelengkap

Soal Tewasnya Tahanan Polres Tangsel, Komnas HAM Masih Perlu Dokumen Pelengkap

Megapolitan
Kronologi Remaja yang Diperkosa Anak Anggota DPRD Bekasi Juga Dijual, Awalnya Diiming-imingi Pekerjaan

Kronologi Remaja yang Diperkosa Anak Anggota DPRD Bekasi Juga Dijual, Awalnya Diiming-imingi Pekerjaan

Megapolitan
[Update 19 April]: Bertambah 973, Covid-19 di Jakarta Tembus 400.048 Kasus

[Update 19 April]: Bertambah 973, Covid-19 di Jakarta Tembus 400.048 Kasus

Megapolitan
Penjaga Sedang Shalat Tarawih, Motor Milik Penghuni Rumah Kos di Setiabudi Digasak Maling

Penjaga Sedang Shalat Tarawih, Motor Milik Penghuni Rumah Kos di Setiabudi Digasak Maling

Megapolitan
Rizieq Shihab Tanya ke Saksi: Massa Megamendung Sambut Saya dengan Benci atau Cinta?

Rizieq Shihab Tanya ke Saksi: Massa Megamendung Sambut Saya dengan Benci atau Cinta?

Megapolitan
Tinjau Korban Kebakaran di Taman Sari, Anies Sebut 130 Rumah Ludes Terbakar

Tinjau Korban Kebakaran di Taman Sari, Anies Sebut 130 Rumah Ludes Terbakar

Megapolitan
Sandiaga Uno: Mudik Enggak Boleh, Wisata Diperbolehkan dengan Protokol Kesehatan

Sandiaga Uno: Mudik Enggak Boleh, Wisata Diperbolehkan dengan Protokol Kesehatan

Megapolitan
Salip Truk di Daan Mogot, Pengendara Motor Tabrak Trotoar lalu Jatuh dan Tewas Tertabrak

Salip Truk di Daan Mogot, Pengendara Motor Tabrak Trotoar lalu Jatuh dan Tewas Tertabrak

Megapolitan
Soal SIKM, Pemprov DKI Tunggu Aturan Lebih Lanjut dari Kemenhub

Soal SIKM, Pemprov DKI Tunggu Aturan Lebih Lanjut dari Kemenhub

Megapolitan
Remaja yang Diperkosa Anak Anggota DPRD Bekasi Juga Dijual, Sehari Disuruh Layani 5 Pria

Remaja yang Diperkosa Anak Anggota DPRD Bekasi Juga Dijual, Sehari Disuruh Layani 5 Pria

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Adzan Subuh di Tangerang Raya, 20 April 2021

Jadwal Imsak dan Adzan Subuh di Tangerang Raya, 20 April 2021

Megapolitan
Seorang Ibu Diusir Suami dan Dilarang Bertemu Anaknya, Sudah Lapor Polisi hingga Surati Jokowi

Seorang Ibu Diusir Suami dan Dilarang Bertemu Anaknya, Sudah Lapor Polisi hingga Surati Jokowi

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Kota Bogor, 20 April 2021

Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Kota Bogor, 20 April 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Kota Depok, 20 April 2021

Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Kota Depok, 20 April 2021

Megapolitan
Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Kota Bekasi, 20 April 2021

Jadwal Imsak dan Azan Subuh di Kota Bekasi, 20 April 2021

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X