Novel Baswedan Hanya Bisa Dijenguk pada Jam-jam Tertentu

Kompas.com - 23/02/2018, 06:31 WIB
Novel Baswedan tiba di Masjid Al Ihsan yang terletak tak jauh dari rumahnya di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (22/2/2018) KOMPAS.COM/Ardito Ramadhan DNovel Baswedan tiba di Masjid Al Ihsan yang terletak tak jauh dari rumahnya di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (22/2/2018)
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi, Novel Baswedan, hanya bisa dijenguk di kediamannya pada sore hari, atau antara waktu shalat ashar dan waktu shalat magrib.

"Bang novel juga akan menerima tamu cuma dari jam nanti dari ashar sampe magrib. Jadi di luar itu, kalau ada tamu-tamu, pengamanannya akan kita tolak ya," kata Kepala Biro Umum KPK Syarief Hidayat di depan rumah Novel, Kamis (22/2/2018).

Baca juga : KPK Tambah CCTV di Sekitar Rumah Novel Baswedan

Pada Kamis kemarin, Novel kembali ke Tanah Air setelah menjalani perawatan mata di Singapura. Ia dirawat di Singapura setelah disiram dengan cairan kimia pada April 2017.

Terkait keamanan Novel, pihak KPK melakukan pengamanan hingga sepekan ke depan. Meskipun begitu, kata Syarief, pihak-pihak yang punya janji dengan Novel masih dapat berkunjung di luar jam tersebut.

"Kalau itu sudah ada janji atau apa itu, bisa dikonfirmasi dulu ke keluarga. Kalau keluarga enggak mau, ya sudah," kata Syarief.

Novel disiram cairan kimia setelah menunaikan shalat subuh berjamaah dekat rumahnya,  Masjid Al Ikhsan, Jalan Deposito RT 003 RW 010, Kelapa Gading, Jakarta Utara, 11 April 2017.

Karena serangan tersebut, Novel dilarikan ke Rumah Sakit Mitra Kelapa Gading, Jakarta Utara. Kemudian pada sore harinya, Novel dirujuk ke Jakarta Eye Center.

Luka parah pada kedua mata Novel akibat siraman cairan kimia itu ternyata tak cukup ditangani di Indonesia. Pada 12 April 2017, dokter merujuk agar Novel mendapatkan perawatan mata di Singapura.

Baca juga : Novel: Saya Ingin Prioritaskan Kesembuhan hingga Mata Kiri Optimal

Pada 17 Agustus 2017, Novel menjalani operasi pertama di Singapura. Hingga saat ini, kasus penyiraman cairan kimia terhadap Novel belum juga menemukan titik terang.

Setelah lebih dari 10 bulan sejak penyerangan dilakukan, polisi belum juga menetapkan satu tersangka.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

2 Hektar Lahan di TPU Rorotan Disiapkan Khusus Jenazah Covid-19

2 Hektar Lahan di TPU Rorotan Disiapkan Khusus Jenazah Covid-19

Megapolitan
Langgar PSBB, 19 Perusahaan di Jaksel Ditutup Sementara

Langgar PSBB, 19 Perusahaan di Jaksel Ditutup Sementara

Megapolitan
Klaster Keluarga Terus Melonjak, Kini Kasus Covid-19 di Kota Bekasi Capai 3.237

Klaster Keluarga Terus Melonjak, Kini Kasus Covid-19 di Kota Bekasi Capai 3.237

Megapolitan
Minggu Ke-2 PSBB, Jumlah Pelanggar Masker Hanya Berkurang 9 Orang

Minggu Ke-2 PSBB, Jumlah Pelanggar Masker Hanya Berkurang 9 Orang

Megapolitan
Begini Prosedur Merujuk Pasien Covid-19 ke Wisma Atlet

Begini Prosedur Merujuk Pasien Covid-19 ke Wisma Atlet

Megapolitan
Pemprov DKI Tambah 98 Tempat Tidur RS untuk Pasien Covid-19

Pemprov DKI Tambah 98 Tempat Tidur RS untuk Pasien Covid-19

Megapolitan
Lahan Baru untuk Makam Jenazah Covid-19 di TPU Pondok Ranggon Mulai Digunakan

Lahan Baru untuk Makam Jenazah Covid-19 di TPU Pondok Ranggon Mulai Digunakan

Megapolitan
Polisi Tangkap Spesialis Pencuri Burung Murai Saat Sedang Beraksi di Kemayoran

Polisi Tangkap Spesialis Pencuri Burung Murai Saat Sedang Beraksi di Kemayoran

Megapolitan
300 Tahanan Polda Metro Lakukan Tes Swab Sebelum Pindah ke Lapas

300 Tahanan Polda Metro Lakukan Tes Swab Sebelum Pindah ke Lapas

Megapolitan
RSD Stadion Patriot Bekasi Telah Rawat 39 Pasien Covid-19

RSD Stadion Patriot Bekasi Telah Rawat 39 Pasien Covid-19

Megapolitan
Anies Bentuk Tim untuk Kelola Pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional

Anies Bentuk Tim untuk Kelola Pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional

Megapolitan
Sebaran 1.200 Lebih Pasien Covid-19 di Depok, Terbanyak di Sukmajaya dan Pancoran Mas

Sebaran 1.200 Lebih Pasien Covid-19 di Depok, Terbanyak di Sukmajaya dan Pancoran Mas

Megapolitan
Polisi Amankan Potongan Besi Konstruksi Tol yang Timpa Seorang Sekuriti hingga Tewas

Polisi Amankan Potongan Besi Konstruksi Tol yang Timpa Seorang Sekuriti hingga Tewas

Megapolitan
Kedapatan Langgar PSBB Saat Disidak, Sebuah Perusahaan di Jalan Sudirman Ditutup

Kedapatan Langgar PSBB Saat Disidak, Sebuah Perusahaan di Jalan Sudirman Ditutup

Megapolitan
Pasien Covid-19 Gratis Isolasi Mandiri di Hotel atas Rekomendasi Puskesmas

Pasien Covid-19 Gratis Isolasi Mandiri di Hotel atas Rekomendasi Puskesmas

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X