Selain Sistem Ganjil Genap, Akan Ada Jalur Khusus Bus di Tol Cikampek

Kompas.com - 23/02/2018, 21:49 WIB
Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono saat ditemui di Cikarang, Jumat (20/10/2017). KOMPAS.COM/Anggita MuslimahKepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono saat ditemui di Cikarang, Jumat (20/10/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Selain menerapkan pembatasan kendaraan berdasakan nomor plat ganjil genap di ruas tol Cikampek-Jakarta, Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono juga memastikan di ruas tol itu akan dibuat jalur khusus bus.

"Ya, jalur khusus ini akan kami mulai operasikan berbarengan dengan penerapan ganjil genap di pintu Tol Bekasi Barat dan Bekasi Timur," ucap Bambang, Jumat (23/2/2018)

Jalur khusus bus itu diklaim untuk membantu kelancaran moda transportasi umum di ruas tol tersebut. Dengan begitu, semua bus tidak bercampur dengan kendaraan pribadi. Kelancaran di jalur bus diharapkan dapat merangsang masyarakat untuk beralih ke transportasi umum.

 Jalur khusus bus akan ditempatkan di lajur satu atau bersebelahan dengan bahu jalan dan dilengkapi dengan tanda khusus.

Baca juga : Ganjil Genap Hanya Berlaku dari Bekasi ke Jakarta

"Jadi selama pemberlakukan ganjil genap dari Senin sampai Jumat pada pukul 06.00-09.00, selain bus tidak boleh masuk ke jalur tersebut. Bila mobil pribadi atau kendaraan lain masuk ke jalur tersebut pada pukul itu (06.00-09.00) akan dikenakan sanksi tilang," ucap Bambang.

Ia menjelaskan, jalur bus ini juga akan dibuat dan diterapkan juga pada ruas tol Jagorawi, sehingga bus yang digunakan masyarakaat untuk beraktivitas tidak terganggu dengan kendaraan lain.

Baca juga : BPTJ Cegah Skenario Truk Barang Gunakan Jalan Alternatif



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah di Balik Video Bocah Asal Bekasi Lantunkan Ayat Al-Quran Saat Dirawat di RSPAD

Kisah di Balik Video Bocah Asal Bekasi Lantunkan Ayat Al-Quran Saat Dirawat di RSPAD

Megapolitan
Ada Diskon 25 Persen, Ini Harga Tiket Sejumlah Kereta yang Berangkat dari Jakarta

Ada Diskon 25 Persen, Ini Harga Tiket Sejumlah Kereta yang Berangkat dari Jakarta

Megapolitan
Melebihi Kapasitas, Kafe di Serpong Didenda Rp 5 Juta

Melebihi Kapasitas, Kafe di Serpong Didenda Rp 5 Juta

Megapolitan
Akhir Pelarian Tersangka Pelecehan di Bandara Soetta, Ditangkap di Sumut Setelah Buron Berhari-hari

Akhir Pelarian Tersangka Pelecehan di Bandara Soetta, Ditangkap di Sumut Setelah Buron Berhari-hari

Megapolitan
Pecah Kongsi Wali Kota Depok dan Wakilnya, Bersiap 'Saling Sikut' di Masa Kampanye

Pecah Kongsi Wali Kota Depok dan Wakilnya, Bersiap 'Saling Sikut' di Masa Kampanye

Megapolitan
Polisi Dalami Peredaran Ekstasi dari Rumah di Cipondoh Tangerang

Polisi Dalami Peredaran Ekstasi dari Rumah di Cipondoh Tangerang

Megapolitan
UPDATE 25 September: 3.572 Kasus Covid-19 di Depok, 897 Kasus Aktif

UPDATE 25 September: 3.572 Kasus Covid-19 di Depok, 897 Kasus Aktif

Megapolitan
Antisipasi Antrean Tes Swab, Pemkot Bekasi Tambah Mesin PCR di 3 RSUD

Antisipasi Antrean Tes Swab, Pemkot Bekasi Tambah Mesin PCR di 3 RSUD

Megapolitan
BMKG: Hari Ini Sebagian Jabodetabek Hujan Ringan

BMKG: Hari Ini Sebagian Jabodetabek Hujan Ringan

Megapolitan
Apresiasi Kinerja, Pemkot Bekasi Beri Insentif ke Petugas Pemulasaraan Jenazah Covid-19 TPU Pedurenan

Apresiasi Kinerja, Pemkot Bekasi Beri Insentif ke Petugas Pemulasaraan Jenazah Covid-19 TPU Pedurenan

Megapolitan
Proses Aborsi di Klinik Ilegal Jakarta Pusat Hanya Berlangsung 15 menit

Proses Aborsi di Klinik Ilegal Jakarta Pusat Hanya Berlangsung 15 menit

Megapolitan
Polisi Gerebek Rumah yang Dijadikan Pabrik Ekstasi di Tangerang

Polisi Gerebek Rumah yang Dijadikan Pabrik Ekstasi di Tangerang

Megapolitan
26 RS Swasta di Jakarta akan Jadi RS Rujukan Covid-19

26 RS Swasta di Jakarta akan Jadi RS Rujukan Covid-19

Megapolitan
Langgar Protokol Kesehatan, Lebih dari 208 Tempat Usaha di Jakarta Ditutup Sementara

Langgar Protokol Kesehatan, Lebih dari 208 Tempat Usaha di Jakarta Ditutup Sementara

Megapolitan
Selama Isolasi di RS, Rektor IPB Ciptakan Lagu

Selama Isolasi di RS, Rektor IPB Ciptakan Lagu

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X