Terdakwa Pengeroyok Zoya Menangis di Persidangan

Kompas.com - 27/02/2018, 20:26 WIB
Para terdakwa kasus pembakaran Zoya hadir di pengadilan, Selasa (27/2/2018). Proses pengadilan para terdakwa masih terus bergulir. Kompas.com/Setyo AdiPara terdakwa kasus pembakaran Zoya hadir di pengadilan, Selasa (27/2/2018). Proses pengadilan para terdakwa masih terus bergulir.

JAKARTA, KOMPAS.com - Terdakwa dalam kasus pengeroyokan terhadap Muhammad Al Zahra alias Zoya (30), pria yang dituduh mencuri alat pengeras suara (amplifier) di Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, mengaku menyesal atas perbuatannya.

Mereka mengaku hanya ikut-ikutan mengeroyok Zoya. Rosadi yang berperan menyiram bensin dan membakar tubuh Zoya yang sudah tidak bernyawa pun tidak bisa menjelaskan kenapa ia tega melakukan hal tersebut.

"Saya menyesal Pak hakim," kata Rosadi saat diperiksa sebagai terdakwa dalam persidangan di Pengadilan Negeri Bekasi Kota, Selasa (27/2/2018).

Ia menjawab pertanyaan hakim dengan terisak sambil menyeka air mata. Terdakwa lainnya, Zulkafi dan Aldi, juga terlihat menangis.


Baca juga : Perekam Video Zoya Saat Dihakimi Massa Tidak Sangka Akan Diuber Polisi

Sementara itu, Najibullah, Karta, dan Subur yang juga menjadi terdakwa dalam kasus ini terlihat menunduk.

Selain pemeriksaan terdakwa, sidang yang digelar hari ini mengagendakan pemeriksaan terdakwa sebagai saksi untuk terdakwa lainnya.

Berturut-turut terdakwa memberikan kesaksiannya sebagai orang yang berada di tempat kejadian saat peristiwa tersebut berlangsung.

Bergantian majelis hakim menanyakan keterangan masing-masing terdakwa sesuai dengan berita acara pemiriksaan (BAP).

Pertanyaan kemudian juga diajukan oleh jaksa penuntut umum serta tim penasihat hukum terdakwa secara bergantian.

Masing-masing terdakwa yang memiliki peran pada peristiwa ini mengaku ikut-ikutan dengan massa saat kejadian. Mereka pun mengira Zoya merupakan maling motor.

Baca juga : Dokter Forensik Ungkap Kematian Zoya yang Dibakar Massa di Bekasi

Adapun sidang kasus akan kembali dilanjutkan pada Selasa (6/3/2018) dengan agenda memberikan kesempatan saksi dari JPU atau penasihat hukum. Setelah tahapan ini selesai, persidangan akan masuk pada masa putusan pengadilan.

Para terdakwa didakwa dengan Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan, Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan juncto Pasal 55 KUHP tentang turut serta atau membantu terdakwa melakukan tindak pidana pengeroyokan dan penganiayaan dalam kasus kematian Zoya.

Adapun Zoya tewas dibakar massa karena dituding mencuri alat pengeras suara (amplifier) musala di Kampung Muara Bakti RT 12/07, Desa Muara Bakti, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi pada Selasa, 1 Agustus 2017 lalu.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

August Parengkuan di Mata Lilik Oetama

August Parengkuan di Mata Lilik Oetama

Megapolitan
Polisi Siapkan 1.500 Personel Amankan Demo BEM SI di Istana

Polisi Siapkan 1.500 Personel Amankan Demo BEM SI di Istana

Megapolitan
Remaja Pemalak Sopir Truk di Angke Ditangkap, Tak Terima Uang Rp 2.000 Saat Beraksi

Remaja Pemalak Sopir Truk di Angke Ditangkap, Tak Terima Uang Rp 2.000 Saat Beraksi

Megapolitan
Ini Tunjangan Tambahan yang Didapat Pimpinan dan Anggota DPRD DKI

Ini Tunjangan Tambahan yang Didapat Pimpinan dan Anggota DPRD DKI

Megapolitan
4 Fakta Kasus Pencabulan 7 Bocah Perempuan oleh Guru Ngaji

4 Fakta Kasus Pencabulan 7 Bocah Perempuan oleh Guru Ngaji

Megapolitan
Seorang Ibu di Kebon Jeruk Aniaya Anaknya yang Berusia 2 Tahun hingga Tewas

Seorang Ibu di Kebon Jeruk Aniaya Anaknya yang Berusia 2 Tahun hingga Tewas

Megapolitan
Jokowi-Ma'ruf Dilantik, Ini Harapan Masyarakat dari Berbagai Lapisan

Jokowi-Ma'ruf Dilantik, Ini Harapan Masyarakat dari Berbagai Lapisan

Megapolitan
Sambut Pemerintahan Baru Jokowi-Ma'ruf, BEM SI Kembali Gelar Demo di Istana Hari Ini

Sambut Pemerintahan Baru Jokowi-Ma'ruf, BEM SI Kembali Gelar Demo di Istana Hari Ini

Megapolitan
Serba-serbi Perayaan Pelantikan Jokowi-Ma'ruf, dari Nasi Goreng Gratis hingga Konvoi Bajaj

Serba-serbi Perayaan Pelantikan Jokowi-Ma'ruf, dari Nasi Goreng Gratis hingga Konvoi Bajaj

Megapolitan
Saat Eggi Sudjana dan Mayjen TNI (Purn) Soenarko Kembali Terjerat Kasus Pidana

Saat Eggi Sudjana dan Mayjen TNI (Purn) Soenarko Kembali Terjerat Kasus Pidana

Megapolitan
Pengamat: Perlu Ada Tes Psikologi untuk Dapatkan SIM

Pengamat: Perlu Ada Tes Psikologi untuk Dapatkan SIM

Megapolitan
27 Orang Mengungsi akibat Kebakaran di Cawang

27 Orang Mengungsi akibat Kebakaran di Cawang

Megapolitan
Polisi Tangkap 3 Tersangka Pelaku Curanmor di Tanjung Duren

Polisi Tangkap 3 Tersangka Pelaku Curanmor di Tanjung Duren

Megapolitan
[POPULER MEGAPOLITAN]: Eggi Sudjana Ditangkap Lagi I Pedagang Nasi Goreng Masak 32.000 Porsi buat Relawan Jokowi-Ma'ruf

[POPULER MEGAPOLITAN]: Eggi Sudjana Ditangkap Lagi I Pedagang Nasi Goreng Masak 32.000 Porsi buat Relawan Jokowi-Ma'ruf

Megapolitan
BMKG: Jakarta Cerah, Suhu Kemungkinan Capai 36 Derajat Celsius

BMKG: Jakarta Cerah, Suhu Kemungkinan Capai 36 Derajat Celsius

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X