Sandi: Jangan Sampai Terjadi Gempa Megathrust 8,7, Kita Belum "Drill"

Kompas.com - 28/02/2018, 16:43 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno (tengah) seusai diskusi Gempa Bumi Megathrust Magnitudo 8,7, Siapkan Jakarta? di Auditorium BMKG, Jakarta Pusat, Rabu (28/2/2018). KOMPAS.com/NURSITA SARIWakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno (tengah) seusai diskusi Gempa Bumi Megathrust Magnitudo 8,7, Siapkan Jakarta? di Auditorium BMKG, Jakarta Pusat, Rabu (28/2/2018).
Penulis Nursita Sari
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mengadakan pelatihan evakuasi apabila terjadi gempa atau earthquake drill.

Pelatihan itu diperlukan untuk mengantisipasi kemungkinan gempa di Jakarta sehingga masyarakat waspada.

"Earthquake drill itu menurut saya harus kita lakukan. Jangan sampai terjadi (gempa megathrust magnitudo) 8,7, kita belum drill," ujar Sandi di Gedung BMKG, Jakarta Pusat, Rabu (28/2/2018).

Baca juga : Sandiaga Akan Shower Dana, Pegawai BMKG Tepuk Tangan

Pemprov DKI Jakarta melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) akan bekerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk merealisasikan pelatihan tersebut.

Untuk tahap awal, pelatihan tersebut akan digelar di lingkungan Pemprov DKI Jakarta. "BPBD nanti bersama BMKG, kami lakukan dulu di lingkungan Pemprov DKI saja. Kalau swastanya mau ikut, alhamdulillah," kata dia.

Sandi menyampaikan, pemahaman warga soal evakuasi saat terjadi gempa masih minim. Dia pun bercerita soal gempa yang turut dirasakan di Jakarta pada Januari lalu.

Baca juga : Hadapi Potensi Gempa, Gedung-gedung Tinggi di Jakarta Diaudit

Sandi menilai, para pegawai di kantornya, Balai Kota DKI Jakarta, tidak siap untuk evakuasi karena kurang memahami soal jalur evakuasi.

"Rupanya di saat seperti itu saja, kami enggak siap. Saya saja enggak siap karena saya baru 3,5 bulan di Balai Kota. Enggak tahu nih mau ke mana evakuasinya. Protokoler mengarahkan ke tempat yang dirasa aman, balik lagi ke atas, setelah itu dikatakan tidak aman, balik lagi ke bawah. Jadi kesiapannya perlu kami tingkatkan," ucap Sandi.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Zona Merah Covid-19 di Kota Tangerang Tersisa 9 RW

Zona Merah Covid-19 di Kota Tangerang Tersisa 9 RW

Megapolitan
Komunitas Seniman Pertanyakan Urgensi Pemkot Tangerang Minta Kosongkan Lahan Semanggi Center

Komunitas Seniman Pertanyakan Urgensi Pemkot Tangerang Minta Kosongkan Lahan Semanggi Center

Megapolitan
Ganjil Genap Dihapus, 90 Persen Pedagang Pasar Minggu Mulai Berjualan

Ganjil Genap Dihapus, 90 Persen Pedagang Pasar Minggu Mulai Berjualan

Megapolitan
Aparat Belum Bantu Pembatasan Pengunjung di Sejumlah Pasar di Jaksel

Aparat Belum Bantu Pembatasan Pengunjung di Sejumlah Pasar di Jaksel

Megapolitan
UPDATE 2 Juli: Bertambah 13, Total 414 Kasus Positif Covid-19 di Tangsel

UPDATE 2 Juli: Bertambah 13, Total 414 Kasus Positif Covid-19 di Tangsel

Megapolitan
Dishub DKI: Jumlah Kendaraan di Jalanan Jakarta Mendekati Sebelum Covid-19

Dishub DKI: Jumlah Kendaraan di Jalanan Jakarta Mendekati Sebelum Covid-19

Megapolitan
UPDATE 2 Juli, Sisa 19 Pasien Positif Covid-19 di Kota Bekasi, 12 RW Masih di Zona Merah

UPDATE 2 Juli, Sisa 19 Pasien Positif Covid-19 di Kota Bekasi, 12 RW Masih di Zona Merah

Megapolitan
Kasus Penusukan Anggota Babinsa Serda Saputra, Polisi Tangkap Seorang Tersangka

Kasus Penusukan Anggota Babinsa Serda Saputra, Polisi Tangkap Seorang Tersangka

Megapolitan
PT MRT Jakarta Bakal Tambah Durasi Jam Sibuk bila Jumlah Penumpang Melonjak

PT MRT Jakarta Bakal Tambah Durasi Jam Sibuk bila Jumlah Penumpang Melonjak

Megapolitan
Orderan Kurir Sepeda Jakarta Melonjak Selama Pandemi Covid-19

Orderan Kurir Sepeda Jakarta Melonjak Selama Pandemi Covid-19

Megapolitan
Orangtua Keluhkan Titik Koordinat PPDB Jalur Zonasi yang Salah, Pemkot Bekasi: Human Error

Orangtua Keluhkan Titik Koordinat PPDB Jalur Zonasi yang Salah, Pemkot Bekasi: Human Error

Megapolitan
Besok Kota Bogor Masuki Fase Pra-Adaptasi Kebiasaan Baru

Besok Kota Bogor Masuki Fase Pra-Adaptasi Kebiasaan Baru

Megapolitan
Garuda Indonesia Beri Penjelasan Berkait Penumpangnya yang Sesak Napas Lalu Meninggal

Garuda Indonesia Beri Penjelasan Berkait Penumpangnya yang Sesak Napas Lalu Meninggal

Megapolitan
Kegiatan Belajar Mengajar di Kota Tangerang Dimulai 13 Juli secara Daring

Kegiatan Belajar Mengajar di Kota Tangerang Dimulai 13 Juli secara Daring

Megapolitan
Sejumlah Orangtua Datangi Kantor Disdik Kota Bekasi Keluhkan Data Jalur Zonasi Tak Valid

Sejumlah Orangtua Datangi Kantor Disdik Kota Bekasi Keluhkan Data Jalur Zonasi Tak Valid

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X