Tangsel Akan Bangun Tempat Pengelolaan Sampah di Pasar Tradisional

Kompas.com - 28/02/2018, 22:04 WIB
Proses pemilahan sampah di Tempat Pengelolaan Sampah milik desa Tembok-tembok Muncar Banyuwangi KOMPAS.COM/Ira RachmawatiProses pemilahan sampah di Tempat Pengelolaan Sampah milik desa Tembok-tembok Muncar Banyuwangi

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Tangerang Selatan berencana membangun tempat pengelolaan sampah di pasar-pasar tradisional.

Salah satunya di Pasar Cimanggis, Ciputat yang terkenal dengan bau menyengat akibat sampah yang ditumpuk dekat lokasi pasar tersebut.

"Kami ada rencana untuk di pasar dibangun tempat pengelolaan sampah agar bisa dikelola dan dipilih sampahnya," ucap Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (Dinas LH) Kota Tangsel Yepi Suherman kepada Kompas.com, Rabu (28/2/2018).

Baca juga: Perilaku Buang Sampah di Kolong Flyover Ciputat Terjadi Bertahun-tahun

Ia menjelaskan, keberadaan tempat pengelolaan sampah di pasar tradisional sangat dibutuhkan, mengingat belum ada fasilitas mengelola sampah di tempat pembuangan akhir (TPA).

Meski demikian, rencana tersebut masih terkendala masalah lahan yang bisa digunakan di sekitar pasar.

Yepi mengatakan, sampai saat ini, pihaknya belum mendapatkan lahan sekitar pasar untuk membangun tempat pengelolaan sampah.

Baca juga: Sampah Diangkut Setiap Hari di Pasar Cimanggis, Bau Menyengatnya Tak Juga Hilang

"Kebutuhannya untuk TPS 3R atau tempat pengelolaan sampah reduce, reuse, dan recycle itu lebih kurang 400 meter persegi di setiap pasar dengan minimal sampah yang bisa dikelola 1.000 ton. Lahannya ini masih kami lihat ada atau enggak," ujarnya.

Dengan adanya TPS 3R, diharapkan sampah-sampah di pasar bisa dipilah dan diolah kembali menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis.

Kompas TV Siswa Mts Zainul Hasan, Probolinggo, menyulap sampah plastik jadi batako.


"Di pasar itu, kan, banyak sampah organik dan itu bisa diolah kembali, misalnya menjadi pupuk kompos. Nah, itu akan coba kami fasilitasi bersama Dinas Peternakan," kata Yepi. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER JABODETABEK] Tunanetra Tabrak Truk di Trotoar | PSI Disebut Cari Panggung

[POPULER JABODETABEK] Tunanetra Tabrak Truk di Trotoar | PSI Disebut Cari Panggung

Megapolitan
Tiga Hari Vaksinasi Covid-19 untuk Wartawan...

Tiga Hari Vaksinasi Covid-19 untuk Wartawan...

Megapolitan
Mayat Mengambang di Kali Pesanggrahan Tanpa Identitas, Diperkirakan Berusia 45-50 Tahun

Mayat Mengambang di Kali Pesanggrahan Tanpa Identitas, Diperkirakan Berusia 45-50 Tahun

Megapolitan
Polda Metro Klaim Kampung Tangguh di Paseban Mampu Tekan Penyebaran Covid-19

Polda Metro Klaim Kampung Tangguh di Paseban Mampu Tekan Penyebaran Covid-19

Megapolitan
Ibu 60 Tahun yang Kalung Emasnya Dijambret Alami Luka di Leher

Ibu 60 Tahun yang Kalung Emasnya Dijambret Alami Luka di Leher

Megapolitan
Jakarta Catat 1.737 Kasus Baru Covid-19, Positivity Rate Hampir 14 Persen

Jakarta Catat 1.737 Kasus Baru Covid-19, Positivity Rate Hampir 14 Persen

Megapolitan
UPDATE 27 Februari: Depok Catat 233 Kasus Baru Covid-19, 4 Pasien Meninggal

UPDATE 27 Februari: Depok Catat 233 Kasus Baru Covid-19, 4 Pasien Meninggal

Megapolitan
Viral Video Kalung Emas Ibu 60 Tahun Dijambret di Tangsel

Viral Video Kalung Emas Ibu 60 Tahun Dijambret di Tangsel

Megapolitan
Jalan di Kampung Baru Tangsel Retak, Warga Khawatir Melintas

Jalan di Kampung Baru Tangsel Retak, Warga Khawatir Melintas

Megapolitan
Anies: 578 Kilometer Jalur Sepeda Ditargetkan Selesai pada Tahun 2030

Anies: 578 Kilometer Jalur Sepeda Ditargetkan Selesai pada Tahun 2030

Megapolitan
Mayat Pria Ditemukan di Kali Pesanggrahan, Pakai Baju dan Celana Hitam

Mayat Pria Ditemukan di Kali Pesanggrahan, Pakai Baju dan Celana Hitam

Megapolitan
Simak Alasan Jakarta Raih Penghargaan STA dan Mengalahkan Kota Lain di Dunia

Simak Alasan Jakarta Raih Penghargaan STA dan Mengalahkan Kota Lain di Dunia

Megapolitan
Langgar Aturan PPKM, 2 Tempat Karaoke di Jakarta Barat Disegel

Langgar Aturan PPKM, 2 Tempat Karaoke di Jakarta Barat Disegel

Megapolitan
Bupati Kepulauan Seribu: Destinasi Wisata Kampung Jepang Siap Dibangun di Untung Jawa

Bupati Kepulauan Seribu: Destinasi Wisata Kampung Jepang Siap Dibangun di Untung Jawa

Megapolitan
Warga Cilincing Mulai Perbaiki Atap Rumah yang Rusak Diterpa Angin Kencang

Warga Cilincing Mulai Perbaiki Atap Rumah yang Rusak Diterpa Angin Kencang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X