Bawa 5 Anak yang Diadopsi, CW Berpindah Hotel Selama 10 Tahun

Kompas.com - 03/03/2018, 18:36 WIB
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Roma Hutajulu Kompas.com/Akhdi Martin PratamaKapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Roma Hutajulu

JAKARTA, KOMPAS.com - Kapolres Jakarta Pusat Kombes Roma Hutajulu mengatakan, dari pemeriksaan terhadap CW (60), perempuan kelahiran Malang itu kerap berpindah hotel tempat tinggal sambil membawa lima anak yang diadopsinya.

Roma mengatakan, CW pernah tinggal di dua hotel yang berbeda di kawasan Jakarta Barat selama sembilan tahun. Yang terakhir CW membawa lima anak yang diadopsinya dan tinggal selama 1,5 tahun di salah satu hotel berbintang di Jakarta Pusat.

"Jadi kehidupan mereka berpindah-pindah hidup di hotel selama dalam pengasuhan si CW," ujar Roma saat dikonfirmasi, Jumat (2/3/2018).

Roma mengatakan, dari keterangan CW, dia sebenarnya memiliki rumah. Namun, rumah tersebut enggan ditinggali karena CW merasa trauma pernah dirampok di rumah tersebut. Hal itu membuat CW memutuskan untuk tinggal berpindah-pindah dari satu hotel ke hotel lain.

Polisi masih mencari tahu sumber dana yang dimiliki CW untuk tinggal di hotel serta untuk kehidupannya sehari-hari. CW mengaku tak memiliki pekerjaan. Polisi telah meminta keterangan dari manajemen hotel.

Baca juga: Tinggal 1,5 Tahun di Hotel, CW Diduga Aniaya 5 Anak yang Diadopsinya

Manajemen hotel tidak merasa curiga terhadap CW karena menganggap CW seperti penghuni hotel lainnya yang tidak pernah melakukan tindakan yang mencurigakan. Kecurigaan juga tidak pernah timbul karena CW selalu membayar seluruh biaya penginapan di hotel.

"Dia punya rumah, tapi tidak tinggal karena trauma terhadap perampok. Jadi dihitung-hitung dia tinggal sekitar 10 tahun di hotel, hotel pertama sekitar 4 tahun, hotel yang kedua 5 tahun, dan ada yang 1,5 tahun," kata Roma.

Polisi mengamankan CW dan empat orang anak di salah satu hotel di Jakarta Pusat. Sebelumnya, polisi mendapat laporan dari warga bernama Y bahwa ada dugaan CW melakukan eksploitasi terhadap anak-anak tersebut.

Y mengetahui hal itu dari FA, salah satu anak yang pernah tinggal dengan CW. FA melarikan diri dari CW karena mendapat perlakuan kasar hingga tindakan penganiayaan.

Baca juga: Polisi Amankan Seorang Wanita yang Diduga Eksploitasi 5 Anak di Hotel

Kompas TV Polda Jateng Ringkus Sindikat Ekspoitasi Anak




Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Keluhkan Kenaikan Harga Cabai Rawit Merah, Warga Kurangi Pembelian hingga Ganti Menu Makanan

Keluhkan Kenaikan Harga Cabai Rawit Merah, Warga Kurangi Pembelian hingga Ganti Menu Makanan

Megapolitan
Kasus di Jakarta Masih Tinggi Setelah Setahun Covid-19, Epidemiolog: Anies Lebih Sibuk Berpolemik dengan Pusat

Kasus di Jakarta Masih Tinggi Setelah Setahun Covid-19, Epidemiolog: Anies Lebih Sibuk Berpolemik dengan Pusat

Megapolitan
Begini Cara Perbaiki Akta hingga Ijazah Rusak Akibat Banjir

Begini Cara Perbaiki Akta hingga Ijazah Rusak Akibat Banjir

Megapolitan
Petani Terdampak Banjir, Harga Cabai Rawit Merah di Jakbar Naik 2 Kali Lipat

Petani Terdampak Banjir, Harga Cabai Rawit Merah di Jakbar Naik 2 Kali Lipat

Megapolitan
Perantau di Jabodetabek Tak Perlu Pulang Kampung untuk Urus SIM, Begini Caranya

Perantau di Jabodetabek Tak Perlu Pulang Kampung untuk Urus SIM, Begini Caranya

Megapolitan
Anggota DPRD DKI dan Keluarganya Jalani Vaksinasi Covid-19

Anggota DPRD DKI dan Keluarganya Jalani Vaksinasi Covid-19

Megapolitan
Pelayan Publik di Jakarta Barat Mulai Divaksinasi Covid-19 April

Pelayan Publik di Jakarta Barat Mulai Divaksinasi Covid-19 April

Megapolitan
Antisipasi Penyebaran Mutasi Virus Corona B.1.1.7, Ini Langkah Bandara Soekarno-Hatta

Antisipasi Penyebaran Mutasi Virus Corona B.1.1.7, Ini Langkah Bandara Soekarno-Hatta

Megapolitan
Kapolsek Menteng: Geng Motor yang Bacok Polisi Ingin Cari Lawan

Kapolsek Menteng: Geng Motor yang Bacok Polisi Ingin Cari Lawan

Megapolitan
Bangunan Liar Ditertibkan, Lahan di Kebagusan Akan Dibangun Asrama Mahasiswa

Bangunan Liar Ditertibkan, Lahan di Kebagusan Akan Dibangun Asrama Mahasiswa

Megapolitan
Tertibkan Bangunan di Kebagusan, Pemkot Jaksel: Tembok Kami Dirobohkan Mereka

Tertibkan Bangunan di Kebagusan, Pemkot Jaksel: Tembok Kami Dirobohkan Mereka

Megapolitan
IDI Jakarta: Setahun Pandemi Covid-19 Harus Jadi Pelajaran bagi Kita Semua

IDI Jakarta: Setahun Pandemi Covid-19 Harus Jadi Pelajaran bagi Kita Semua

Megapolitan
3 Tersangka Pencurian 49 Tabung Oksigen di Penjaringan Ditangkap

3 Tersangka Pencurian 49 Tabung Oksigen di Penjaringan Ditangkap

Megapolitan
Setahun Pandemi: Munculnya Hobi Tanam Sayur Hidroponik dan Budidaya Lele di Tengah Berbagai Pembatasan

Setahun Pandemi: Munculnya Hobi Tanam Sayur Hidroponik dan Budidaya Lele di Tengah Berbagai Pembatasan

Megapolitan
Damkar Bekasi Serahkan Buaya yang Diterima dari Warga ke Balai Konservasi

Damkar Bekasi Serahkan Buaya yang Diterima dari Warga ke Balai Konservasi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X