Ojek Online Pukul Anak Jalanan di Tambora Pakai Kayu dan Helm

Kompas.com - 05/03/2018, 20:57 WIB
Polisi melakukan rekonstruksi pengeroyokan dua anak jalanan yang dilakukan enam orang pengemudi ojek online di Jalan Tubagus Angke, Angke, Tambora pada Senin (5/3/2018). RIMA WAHYUNINGRUMPolisi melakukan rekonstruksi pengeroyokan dua anak jalanan yang dilakukan enam orang pengemudi ojek online di Jalan Tubagus Angke, Angke, Tambora pada Senin (5/3/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Polisi menggelar rekonstruksi pengeroyokan anak jalanan yang dilakukan 6 pengemudi ojek online di depan minimarket Jalan Pangeran Tubagus Angke, Angke, Tambora pada Senin (5/3/2018). Ada 17 adegan dalam rekonstruksi ini. 

"Kami lakukan rekonstruksi untuk memperjelas peran dari masing-masing pelaku dalam perkara ini sehingga membuat bapak jaksa mudah untuk mempelajari perkara," kata Kapolsek Tambora Kompol Slamet Riyadi di lokasi.

Salah satu adegannya yaitu saat pelaku memukul korban menggunakan kayu. Ada juga pelaku yang memukul pakai helm ojek online.

Rekonstruksi dilakukan selama 30 menit dan dengan mendatangkan enam pelaku asli yang merupakan pengemudi ojek online yaitu AD (31), FEB (23), RAM (25), SAI (27), AND (32) dan AL (26). Namun, saksi-saksi dan korban diperagakan oleh pemeran pengganti.


Polisi juga membawakan barang bukti pengeroyokan berupa kayu kaso, batu, dan dua buah helm ojek online yang digunakan untuk memukul korban 

"Semua sesuai BAP (Berita Acara Pemeriksaan)," tambahnya.

Baca juga : Polisi Larang Warga Rekam Rekontruksi Kasus Ojek Online Keroyok Anak Jalanan hingga Tewas

Polisi melakukan rekonstruksi pengeroyokan dua anak jalanan yang dilakukan enam orang pengemudi ojek online di Jalan Tubagus Angke, Angke, Tambora pada Senin (5/3/2018).KOMPAS.com/RIMA WAHYUNINGRUM Polisi melakukan rekonstruksi pengeroyokan dua anak jalanan yang dilakukan enam orang pengemudi ojek online di Jalan Tubagus Angke, Angke, Tambora pada Senin (5/3/2018).

Dalam kasus pengeroyokan yang terjadi pada 13 Febuari 2018 tersebut, berawal dari AD yang mengajak teman-temannya untuk mencari pria yang menjambret dirinya. Di pertengahan jalan, AD melihat dua anak jalanan. Mereka kemudian menegur anak jalanan tersebut.

Melihat salah satu anak jalanan mengeluarkan pisau belati, keenam pengemudi ojek tersebut langsung menyerang. Salah satu anak jalanan, yaitu DA meninggal dunia akibat gegar otak, sementara TI luka berat dan kini menjalani pemulihan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

8 Kelas di SMKN 24 Jakarta Rusak, Sudin Pendidikan Klaim KBM Tak Terhambat

8 Kelas di SMKN 24 Jakarta Rusak, Sudin Pendidikan Klaim KBM Tak Terhambat

Megapolitan
Bekasi Sulit Sediakan 30 Persen Ruang Terbuka Hijau

Bekasi Sulit Sediakan 30 Persen Ruang Terbuka Hijau

Megapolitan
300 Personel Polantas Disiagakan di Sekitar Monas Selama Aksi 212

300 Personel Polantas Disiagakan di Sekitar Monas Selama Aksi 212

Megapolitan
BPOM: Obat Hexymer 2 yang Disita Polisi Seharusnya Tak Lagi Beredar Sejak 2016

BPOM: Obat Hexymer 2 yang Disita Polisi Seharusnya Tak Lagi Beredar Sejak 2016

Megapolitan
Bangunan SMKN 24 Jakarta Rusak Berat, Atap 8 Kelas Roboh

Bangunan SMKN 24 Jakarta Rusak Berat, Atap 8 Kelas Roboh

Megapolitan
9 Warga Batan Indah Diperiksa Kesehatannya, 2 Orang Terkontaminasi Radioaktif

9 Warga Batan Indah Diperiksa Kesehatannya, 2 Orang Terkontaminasi Radioaktif

Megapolitan
Anies Ajak Murid-murid Sang Ibu Kirimkan Kisah sebagai Kado Ulang Tahun

Anies Ajak Murid-murid Sang Ibu Kirimkan Kisah sebagai Kado Ulang Tahun

Megapolitan
Siap Dilamar, Eks Calon Independen di Pilkada Depok 2020 Akan Dekati Elite Parpol

Siap Dilamar, Eks Calon Independen di Pilkada Depok 2020 Akan Dekati Elite Parpol

Megapolitan
Pemkot Tangerang Laporkan Wartawan Gadungan yang Buat Keributan di Sekolah ke Polisi

Pemkot Tangerang Laporkan Wartawan Gadungan yang Buat Keributan di Sekolah ke Polisi

Megapolitan
Ingin Jalanan Rusak Diperbaiki? Ini Cara Mengadu ke Bina Marga

Ingin Jalanan Rusak Diperbaiki? Ini Cara Mengadu ke Bina Marga

Megapolitan
Ada Aksi 212, Masyarakat Diimbau Hindari Kawasan Monas Agar Tak Kena Macet

Ada Aksi 212, Masyarakat Diimbau Hindari Kawasan Monas Agar Tak Kena Macet

Megapolitan
Pemprov DKI Klaim Sudah Sosialisasikan Pergub Larangan Kantong Plastik di 55 Pusat Perbelanjaan

Pemprov DKI Klaim Sudah Sosialisasikan Pergub Larangan Kantong Plastik di 55 Pusat Perbelanjaan

Megapolitan
Klinik yang Jual Jutaan Butir Psikotropika di Koja Sudah Beroperasi Selama Tiga Tahun

Klinik yang Jual Jutaan Butir Psikotropika di Koja Sudah Beroperasi Selama Tiga Tahun

Megapolitan
Tangkap Aulia Farhan, Polisi Duga Ada Artis Lain yang Konsumsi Narkoba

Tangkap Aulia Farhan, Polisi Duga Ada Artis Lain yang Konsumsi Narkoba

Megapolitan
Polisi Grebek Klinik Penjual 2,5 Juta Butir Psikotropika di Koja

Polisi Grebek Klinik Penjual 2,5 Juta Butir Psikotropika di Koja

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X