Gangguan Jaringan, Pembuatan SIM di Satpas Daan Mogot Terhenti

Kompas.com - 06/03/2018, 13:45 WIB
Kasi Satpas SIM Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Fahri Siregar, Sabtu (11/11/2017). Kompas.com/Sherly PuspitaKasi Satpas SIM Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Fahri Siregar, Sabtu (11/11/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kasi Satpas SIM Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Fahri Siregar mengatakan, gangguan jaringan pada aplikasi SIM online tidak hanya berdampak pada pelaksanaan uji teori pembuatan SIM.

"Gangguan ini juga menyebabkan pembuatan SIM tidak dapat dilakukan. Karena ujian teorinya, kan, enggak bisa," ujar Fahri saat dihubungi, Selasa (6/3/2018).

Ia mengatakan, hingga pukul 12.50, proses perbaikan masih dikoordinasikan dengan Korlantas Polri.

Baca juga: Penjelasan Kasie Satpas Terkait Biaya Pembuatan SIM A Umum


Ia mempersilakan para pemohon SIM yang telah terlalu lama menunggu untuk pulang dan melanjutkan proses pembuatan SIM jika jaringan telah berhasil diperbaiki.

"Jaringan itu centralized (terpusat) jadi harus kami koordinasikan (dengan Korlantas). Kami sudah mengimbau masyarakat agar bisa memilih mau menunggu atau mau kembali, kami persilakan memilih," katanya.

Hingga saat ini pihaknya masih mengumpulkan data mengenai jumlah pemohon SIM yang terdampak gangguan jaringan sejak pukul 08.00.

Baca juga: Biaya Surat Kendaraan Naik, Insentif Polisi di Samsat-Satpas Akan Naik

Pihaknya juga belum dapat memastikan pembuatan SIM dapat kembali dilanjutkan. Ia berharap perbaikan segera dilakukan dan pelayanan pembuatan SIM dapat kembali berjalan normal.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sedikitnya 13 Permukiman di Jakarta Timur Terendam Banjir

Sedikitnya 13 Permukiman di Jakarta Timur Terendam Banjir

Megapolitan
Banjir Setinggi 2 Meter, 1000-an Warga Bidara Cina Mengungsi

Banjir Setinggi 2 Meter, 1000-an Warga Bidara Cina Mengungsi

Megapolitan
Gandeng 3 Bank, Jakarta Mau Optimalkan Pelaporan Pajak Secara Online

Gandeng 3 Bank, Jakarta Mau Optimalkan Pelaporan Pajak Secara Online

Megapolitan
Rekam Jejak Yurgen Sutarno Diyakini Sanggup Pikat Parpol di Pilkada Depok 2020

Rekam Jejak Yurgen Sutarno Diyakini Sanggup Pikat Parpol di Pilkada Depok 2020

Megapolitan
Fraksi Gerindra Minta Anies Penuhi Panggilan DPR Soal Revitalisasi TIM

Fraksi Gerindra Minta Anies Penuhi Panggilan DPR Soal Revitalisasi TIM

Megapolitan
AJI Minta Polisi Usut Kasus Pemerasan oleh Wartawan Gadungan di Kota Tangerang

AJI Minta Polisi Usut Kasus Pemerasan oleh Wartawan Gadungan di Kota Tangerang

Megapolitan
Data KPAD, Ada 89 Kasus Pencabulan Anak di Bekasi Sepanjang 2019

Data KPAD, Ada 89 Kasus Pencabulan Anak di Bekasi Sepanjang 2019

Megapolitan
Polisi Selidiki Kasus Penjambretan Penumpang Ojol

Polisi Selidiki Kasus Penjambretan Penumpang Ojol

Megapolitan
Pemilihan Wagub DKI Harus Dihadiri Minimal 54 Anggota DPRD

Pemilihan Wagub DKI Harus Dihadiri Minimal 54 Anggota DPRD

Megapolitan
Air Semakin Tinggi, Korban Banjir Kebon Pala Mengungsi

Air Semakin Tinggi, Korban Banjir Kebon Pala Mengungsi

Megapolitan
Suami yang Tusuk Istri di Serpong Tak Mau Minum Obat meski Gangguan Jiwa

Suami yang Tusuk Istri di Serpong Tak Mau Minum Obat meski Gangguan Jiwa

Megapolitan
Pelajar SMA yang Dicabuli Teman Ayahnya di Bekasi Alami Trauma

Pelajar SMA yang Dicabuli Teman Ayahnya di Bekasi Alami Trauma

Megapolitan
Anggota Polres Jaksel yang Curi Baterai BTS di Halim Terancam Dipecat

Anggota Polres Jaksel yang Curi Baterai BTS di Halim Terancam Dipecat

Megapolitan
Siska Trauma dan Minta Kasus Penusukan oleh Suaminya Dilanjutkan

Siska Trauma dan Minta Kasus Penusukan oleh Suaminya Dilanjutkan

Megapolitan
Dua Pemuda Nyaris Diamuk Massa Setelah Gagal Menjambret Ponsel Perempuan

Dua Pemuda Nyaris Diamuk Massa Setelah Gagal Menjambret Ponsel Perempuan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X