36 Diskotek Edar Narkoba, BNN Kordinasi dengan BNNP dan Pemprov DKI

Kompas.com - 07/03/2018, 13:10 WIB
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen (Pol) Heru Winarko (kiri) bersama Komjen Budi Waseso di Kantor BNN, Jakarta, Senin (5/3/2018) Kompas.com/YOGA SUKMANAKepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen (Pol) Heru Winarko (kiri) bersama Komjen Budi Waseso di Kantor BNN, Jakarta, Senin (5/3/2018)

JAKARTA, KOMPAS.com - Di penghujung masa tugasnya sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Komjen Pol Budi Waseso mengemukakan ada 36 diskotek di DKI Jakarta yang terbukti menjual narkoba.

Kepala BNN yang baru, Irjen Heru Winarko, saat ditanya tentang perkembangan penanganan 36 diskotek itu mengatakan, kasus tersebut akan dikordinasikan dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DKI Jakata.

"Kami akan koordinasikan, di sana ada BNNP," kata Heru di kantor pusat BNN di  Cawang, Jakarta Timur, Rabu (7/3/2018).

Baca juga : Budi Waseso: 36 Diskotek di Jakarta Jual Narkoba

Menurut Heru, BNNP yang akan memberikan informasikan kepada dirinya, termasuk mengenai koordinasi dengan Pemprov DKI. Bila BNNP tidak bisa menangani diskotek-diskotek itu, BNN yang akan turun tangan.

"Itu sebenarnya di BNNP nanti akan ditutup oleh BNNP. Jika tidak bisa, kami (BNN) yang tutup nanti," ucap Heru.

Budi Waseso yang akrab disapa Buwas pada 20 Februari lalu menjelaskan, dari 81 diskotek di DKI Jakarta, ada 36 yang terbukti menjual narkoba. Dirinya membuktikan hal itu dengan  menyuruh orang lain membeli narkoba di diskotek-diskotek tersebut.

Buwas saat itu mengatakan akan membeberkan nama diskotek-diskotek itu bila pihak Pemprov DKI berkomitmen untuk langsung menutupnya.

"Kalau ada komitmen dari Pemda pasti ditutup, saya akan kasih tahu (diskoteknya). Tapi kalau ngga akan ditutup, saya ngga kasih tahu," ucap Buwas.

 Baca juga : Anies Tak Ragu Tutup 36 Diskotek jika Terbukti Edarkan Narkoba

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kronologi Perampokan Toko Emas di Pasar Pecah Kulit, Mengasak 4 Kg Emas hingga Tembak Petugas Sampah

Kronologi Perampokan Toko Emas di Pasar Pecah Kulit, Mengasak 4 Kg Emas hingga Tembak Petugas Sampah

Megapolitan
BMKG: Sabtu Pagi, Jakarta Hujan Lokal

BMKG: Sabtu Pagi, Jakarta Hujan Lokal

Megapolitan
Kerugian Toko Emas Tamansari akibat Disatroni Maling Belum Dapat Pastikan

Kerugian Toko Emas Tamansari akibat Disatroni Maling Belum Dapat Pastikan

Megapolitan
Soal Banjir Dinikmati, PSI DKI Nilai Pernyataan Sekda Menyakiti Hati Masyarakat

Soal Banjir Dinikmati, PSI DKI Nilai Pernyataan Sekda Menyakiti Hati Masyarakat

Megapolitan
Lurah Pastikan Suplai Logistik Pengungsi Banjir Cipinang Melayu Memadai

Lurah Pastikan Suplai Logistik Pengungsi Banjir Cipinang Melayu Memadai

Megapolitan
Polisi Kejar Perampok Bersenjata yang Satroni Toko Emas di Pasar Pecak Kulit

Polisi Kejar Perampok Bersenjata yang Satroni Toko Emas di Pasar Pecak Kulit

Megapolitan
Revitalisasi Monas dan Formula E, Ombudsman: Pejabat yang Rusak Cagar Budaya Bisa Dipidana

Revitalisasi Monas dan Formula E, Ombudsman: Pejabat yang Rusak Cagar Budaya Bisa Dipidana

Megapolitan
Banjir Makin Tinggi, Warga Cipinang Melayu Kembali Penuhi Posko Pengungsian

Banjir Makin Tinggi, Warga Cipinang Melayu Kembali Penuhi Posko Pengungsian

Megapolitan
Masker Ilegal di Cakung Didistribusikan ke Rumah Sakit

Masker Ilegal di Cakung Didistribusikan ke Rumah Sakit

Megapolitan
Ombudsman Minta Revitalisasi Monas dan Sirkuit Formula E Dimoratorium

Ombudsman Minta Revitalisasi Monas dan Sirkuit Formula E Dimoratorium

Megapolitan
Banjir Lagi di Cipinang Melayu, Warga Mulai Mengungsi

Banjir Lagi di Cipinang Melayu, Warga Mulai Mengungsi

Megapolitan
Saudi Larang Umrah Sementara, 48 Jemaah Asal Bekasi Batal Berangkat

Saudi Larang Umrah Sementara, 48 Jemaah Asal Bekasi Batal Berangkat

Megapolitan
Drainase Buruk hingga Persoalan Mandeknya Normalisasi Bakal Jadi Prioritas Pansus Banjir Jakarta

Drainase Buruk hingga Persoalan Mandeknya Normalisasi Bakal Jadi Prioritas Pansus Banjir Jakarta

Megapolitan
Pemkot Bogor Relokasi Makam yang Terdampak Longsor

Pemkot Bogor Relokasi Makam yang Terdampak Longsor

Megapolitan
Seorang Pria Meninggal Dunia Saat Dengarkan Khotbah Jumat

Seorang Pria Meninggal Dunia Saat Dengarkan Khotbah Jumat

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X