Perempuan Alami Kekerasan di Jakarta, Telepon 112

Kompas.com - 08/03/2018, 20:53 WIB
Sejumlah aktifis yang tergabung dalam FPB (Forum Perempuan Banten) berunjuk rasa memperingati Hari Perempuan Internasional di Alun-alun Serang, Banten, Kamis (8/3). Mereka mendesak pemerintah memberi perlindungan lebih baik untuk keamanan perempuan serta terpenuhinya hak-hak dasar perempuan dalam berbagai bidang kehidupan serta terbebas dari kekerasan dan intimidasi. ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman/pras/18 ASEP FATHULRAHMANSejumlah aktifis yang tergabung dalam FPB (Forum Perempuan Banten) berunjuk rasa memperingati Hari Perempuan Internasional di Alun-alun Serang, Banten, Kamis (8/3). Mereka mendesak pemerintah memberi perlindungan lebih baik untuk keamanan perempuan serta terpenuhinya hak-hak dasar perempuan dalam berbagai bidang kehidupan serta terbebas dari kekerasan dan intimidasi. ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman/pras/18

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyebut kekerasan terhadap perempuan masih jadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah.

Di Hari Perempuan Internasional yang jatuh pada Kamis (8/3/2018) ini, Sandiaga mengimbau agar perempuan yang mengalami kekerasan di Jakarta, tak segan untuk melapor.

"Mari kita budayakan kalau kita melihat ada kekerasan kepada perempuan, kita laporkan," kata Sandiaga di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis malam.

Untuk melaporkan kekerasan ini, masyarakat bisa menelepon nomor darurat 112. Sandiaga bahkan menyebut adanya usulan untuk membuat OK OSafe, aplikasi panic button yang bisa digunakam perempuan di situasi-situasi mengancam.

Baca juga : Sandi ingin Tambahan Panic Button untuk Perempuan di Aplikasi Qlue

"Nanti perempuan dapat aplikasi yang terhubung dengan Jakarta Smart City. Kalau dipencet panic button-nya itu mereka akan mendapat pelayanan berupa pendampingan. Ini yang kami ingin hadiahkan di hari perempuan ini, Jakarta yang lebih ramah kepada kaum perempuan," kata Sandiaga.

Komnas Perempuan menyebut pada 2017 Komnas setidaknya ada 348.446 kasus kekerasan. Provinsi DKI Jakarta menjadi wilayah penyumbang angka kekerasan terhadap perempuan tertinggi, dengan jumlah 1.999 kasus.

Baca juga : Anies: Selama Ini DKI Punya Emergency Call, tetapi...



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

AMAN Tak Merasa Kirim Karangan Bunga ke Kodam Jaya

AMAN Tak Merasa Kirim Karangan Bunga ke Kodam Jaya

Megapolitan
Anies Klaim Pemprov DKI Sudah Bagikan 22,5 Juta Masker Gratis

Anies Klaim Pemprov DKI Sudah Bagikan 22,5 Juta Masker Gratis

Megapolitan
Anies: Dampak Libur Panjang, Sekarang Kita Saksikan Kenaikan Kasus Covid-19

Anies: Dampak Libur Panjang, Sekarang Kita Saksikan Kenaikan Kasus Covid-19

Megapolitan
104 Warga Petamburan Ikut Rapid Test Massal, 5 Orang Reaktif Covid-19

104 Warga Petamburan Ikut Rapid Test Massal, 5 Orang Reaktif Covid-19

Megapolitan
Dendam Motornya Dihilangkan, Pemuda Bunuh Mantan Bosnya

Dendam Motornya Dihilangkan, Pemuda Bunuh Mantan Bosnya

Megapolitan
Hindari Mobil yang Putar Balik, Truk Boks Terguling di Jalan Benyamin Sueb

Hindari Mobil yang Putar Balik, Truk Boks Terguling di Jalan Benyamin Sueb

Megapolitan
Anies: Stabilitas Jakarta di Tengah Pandemi Tidak Gratis

Anies: Stabilitas Jakarta di Tengah Pandemi Tidak Gratis

Megapolitan
Berkurang, Kini Ada 16 RW di Jakarta yang Masuk Zona Merah

Berkurang, Kini Ada 16 RW di Jakarta yang Masuk Zona Merah

Megapolitan
Gowes Pakai Seli Keliling Dufan hingga Main Sepuasnya Cuma Bayar Rp 50.000, Tertarik?

Gowes Pakai Seli Keliling Dufan hingga Main Sepuasnya Cuma Bayar Rp 50.000, Tertarik?

Megapolitan
1.823 Pasien Covid-19 Masih Dirawat di Depok, Ini Data di 11 Kecamatan

1.823 Pasien Covid-19 Masih Dirawat di Depok, Ini Data di 11 Kecamatan

Megapolitan
Satpol PP DKI Tertibkan 1.483 Baliho dalam Sehari, Termasuk yang Bergambar Rizieq

Satpol PP DKI Tertibkan 1.483 Baliho dalam Sehari, Termasuk yang Bergambar Rizieq

Megapolitan
Agustinus Woro Kembali Panjat Tiang Baliho, Kali Ini Setinggi 30 Meter

Agustinus Woro Kembali Panjat Tiang Baliho, Kali Ini Setinggi 30 Meter

Megapolitan
Kronologi Dugaan Pungutan Liar Bansos Covid-19 oleh Ketua RT di Penjaringan

Kronologi Dugaan Pungutan Liar Bansos Covid-19 oleh Ketua RT di Penjaringan

Megapolitan
KBM Tatap Muka Diserahkan ke Pemerintah Daerah, Koordinator Nasional P2G: Tanda Mendikbud Lepas Tangan

KBM Tatap Muka Diserahkan ke Pemerintah Daerah, Koordinator Nasional P2G: Tanda Mendikbud Lepas Tangan

Megapolitan
Pemkot Depok Belum Tentukan Sikap soal KBM Tatap Muka Semester Depan

Pemkot Depok Belum Tentukan Sikap soal KBM Tatap Muka Semester Depan

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X