Jika Sukses, Sistem Ganjil Genap di Pintu Tol Akan Diperluas

Kompas.com - 08/03/2018, 21:44 WIB
Ganjil genal di Pintu Tol Bekasi Barat siap diterapkan 12 Maret 2018, Bekasi (8/3/2018) Stanly RavelGanjil genal di Pintu Tol Bekasi Barat siap diterapkan 12 Maret 2018, Bekasi (8/3/2018)

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Bagian Humas Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Budi Rahardjo mengemukan, pembatasan kendaraan dengan sistem plat nomor ganjil dan genap di pintu tol tidak hanya berlaku di pintu tol Bekasi Timur dan Barat saja. Sistem itu akan diterapkan di pintu tol di kawasan Bekasi lainnya.

"Untuk saat ini kami terapkan di Bekasi Barat dan Timur, bila hasilnya baik, kami susul dengan tiga pintu lainnya yang masih di kawasan Bekasi. Kami akan lihat dulu hasil evaluasi dan kajian dari dua pintu ini," kata Budi kepada Kompas.com, Kamis (8/3/2018).

Baca juga : 8.000 Kendaraan Akan Terdampak Sistem Ganjil-Genap di Tol Bekasi

Ketiga pintu tol yang dimaksud Budi adalah pintu Tol Pondok Gede, Jatiwaringin, dan Tambun.

Budi menjelaskan, pada dasarnya paket kebijakan yang diberikan ada tiga, salah satunya adalah ganjil genap, dan dua lainnya yakni jalur khusus bus serta pembatasan angkutan berat golongan tiga sampai lima.

Kebijakan itu dibuat sebagai solusi untuk mengatasi kemacetan yang tingkatnya sudah sangat parah, di Tol Cikampek-Jakarta khususnya ruas Bekasi ke Jakarta.

"Untuk Cikampek-Jakarta ruas Bekasi tingkat kepadatannya sudah luar biasa. Indikasinya kami ambil dari VC ratio atau perbandingan volume kendaraan dengan kapasitas dari jalan itu sendiri," ucap Budi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga : BPTJ Sebut Ganjil-Genap Akan Tingkatan Kecepatan Rata-rata Kendaraan

Menurut Budi, berdasarkan data dari VC ratio, volume kendaraan yang masuk ke ruas Bekasi sudah tidak bisa ditampung oleh ruas jalan tol yang disediakan.

"Untuk tiga pintu lainnya akan kami kaji lagi setelah dapat hasil dari penerapan yang pertama. Kami akan evaluasi per minggu dan per bulan, bila berhasil dengan indikasi VC ratio bisa berkurang akan kami lanjutkan lagi," kata Budi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fakta Sopir yang Lawan Arah di Tol JORR dan Tabrak Dua Mobil, Lansia dan Diduga Idap Demensia

Fakta Sopir yang Lawan Arah di Tol JORR dan Tabrak Dua Mobil, Lansia dan Diduga Idap Demensia

Megapolitan
Dendam yang Melatari Kasus Mutilasi di Bekasi, Pelaku Sakit Hati Istri Dihina dan Dicabuli Korban

Dendam yang Melatari Kasus Mutilasi di Bekasi, Pelaku Sakit Hati Istri Dihina dan Dicabuli Korban

Megapolitan
Pemkot Bekasi Klaim 99,86 Persen RT di Wilayahnya Nihil Kasus Aktif Covid-19

Pemkot Bekasi Klaim 99,86 Persen RT di Wilayahnya Nihil Kasus Aktif Covid-19

Megapolitan
Pemkot Bekasi Catat 27 Kasus Baru Covid-19 dalam Sepekan Terakhir

Pemkot Bekasi Catat 27 Kasus Baru Covid-19 dalam Sepekan Terakhir

Megapolitan
Fakta Dendam Berujung Mutilasi di Bekasi, Para Pelaku Ajak Korban Pesta Narkoba Sebelum Dibunuh Saat Tidur

Fakta Dendam Berujung Mutilasi di Bekasi, Para Pelaku Ajak Korban Pesta Narkoba Sebelum Dibunuh Saat Tidur

Megapolitan
Biskita Trans Pakuan Kini Layani Rute Parung Banteng-Air Mancur Bogor, Tarif Gratis hingga Akhir 2021

Biskita Trans Pakuan Kini Layani Rute Parung Banteng-Air Mancur Bogor, Tarif Gratis hingga Akhir 2021

Megapolitan
Bima Arya Tantang 'Pebasket Sombong' Denny Sumargo Duel Satu Lawan Satu Main Basket

Bima Arya Tantang "Pebasket Sombong" Denny Sumargo Duel Satu Lawan Satu Main Basket

Megapolitan
Hari Ini Pemprov DKI Cairkan Bantuan KJP Plus dan KJMU

Hari Ini Pemprov DKI Cairkan Bantuan KJP Plus dan KJMU

Megapolitan
Waspada Varian Covid-19 Omicron, Anggota DPRD DKI Minta Rumah Sakit Siaga

Waspada Varian Covid-19 Omicron, Anggota DPRD DKI Minta Rumah Sakit Siaga

Megapolitan
Demo Batalkan UMK DKI 2022 di Balai Kota, Polisi Siapkan Jalur Massa Buruh yang Bergerak dari Pulogadung

Demo Batalkan UMK DKI 2022 di Balai Kota, Polisi Siapkan Jalur Massa Buruh yang Bergerak dari Pulogadung

Megapolitan
UPDATE 28 November: Bertambah 2 Kasus Baru Covid-19 di Tangerang, 19 Pasien Masih Dirawat

UPDATE 28 November: Bertambah 2 Kasus Baru Covid-19 di Tangerang, 19 Pasien Masih Dirawat

Megapolitan
Pemkot Depok Rencanakan Sejumlah Pembangunan di Wilayah Timur Tahun Depan, dari RSUD hingga Jalan Penghubung

Pemkot Depok Rencanakan Sejumlah Pembangunan di Wilayah Timur Tahun Depan, dari RSUD hingga Jalan Penghubung

Megapolitan
Seleksi ASN Depok, Wakil Wali Kota: Obyektif, Tak Ada KKN, Curang Langsung Diskualifikasi

Seleksi ASN Depok, Wakil Wali Kota: Obyektif, Tak Ada KKN, Curang Langsung Diskualifikasi

Megapolitan
Demo Minta Anies Batalkan UMP DKI 2022, Massa Buruh Akan Bergerak ke Balai Kota dari Pulogadung

Demo Minta Anies Batalkan UMP DKI 2022, Massa Buruh Akan Bergerak ke Balai Kota dari Pulogadung

Megapolitan
Kronologi Mercy Lawan Arah di Tol JORR, Tabrak Dua Mobil, Sopir Diduga Pikun

Kronologi Mercy Lawan Arah di Tol JORR, Tabrak Dua Mobil, Sopir Diduga Pikun

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.