Pimpinan JAD Dihubungi via Telegram untuk Cari Penyelundup Senjata - Kompas.com

Pimpinan JAD Dihubungi via Telegram untuk Cari Penyelundup Senjata

Kompas.com - 09/03/2018, 14:22 WIB
Pimpinan kelompok Jemaah Ansharut Daulah (JAD) Zainal Anshori saat memberikan kesaksian dalam sidang kasus peledakan bom di Jalan MH Thamrin pada Januari 2016 dengan terdakwa Aman Abdurrahman. Sidang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (9/3/2018).KOMPAS.com/NURSITA SARI Pimpinan kelompok Jemaah Ansharut Daulah (JAD) Zainal Anshori saat memberikan kesaksian dalam sidang kasus peledakan bom di Jalan MH Thamrin pada Januari 2016 dengan terdakwa Aman Abdurrahman. Sidang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (9/3/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pimpinan kelompok Jemaah Ansharut Daulah (JAD) Zainal Anshori mengaku pernah dihubungi Iwan Darmawan Muntho alias Rois lewat aplikasi percakapan Telegram. Rois minta untuk dicarikan dua orang yang akan dikirim ke Filipina.

Belakangan diketahui, kedua orang itu dikirim sana untuk kemudian menyelundupkan senjata ke Indonesia.

Anshori menyampaikan hal tersebut saat bersaksi dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Jumat (9/3/2018), terkait kasus bom di Jalan MH Thamrin dengan terdakwa Aman Abdurrahman.

Baca juga : Pimpinan Kelompok JAD Anggap Terdakwa Bom Thamrin sebagai Guru

Rois merupakan terpidana kasus terorisme yang berkenalan dengan Aman saat keduanya ditahan di Lapas Kembang Kuning Nusa Kambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

Anshori bercerita, Rois meminta hal itu saat dia menjenguk Rois di lapas pada November 2015. Dia menjenguk karena dihubungi langsung oleh Rois.

"Melalui apa dipanggil? Gimana komunikasinya?" tanya Jaksa Anita Dewayani dalam persidangan.

"Melalui (aplikasi) Telegram," jawab Anshori.

"Melalui HP (handphone)?" tanya Anita lagi.

"Iya," timpal Anshori.

Anshori mengaku, awalnya dia tidak tahu dua orang itu diminta untuk menyelundupkan senjata. Menurut dia, Rois hanya menyebut dua orang tersebut dikirim ke Filipina untuk mengantarkan barang dagangan.

Baca juga : Jadi Saksi, Pimpinan Kelompok JAD Peluk Terdakwa Bom Thamrin

Rois juga memberinya dana 20.000 dollar Amerika Serika (AS) untuk akomodasi dua orang tersebut.

"Beliau (Rois) tidak pernah menyampaikan kepada saya bahwa dua orang itu pada akhirnya untuk mengambil senjata," kata Anshori.

Menurut Anshori, kedua orang yang dicarinya itu langsung berkomunikasi dengan Rois sehingga dia tak mengetahui soal penyelundupan senjata itu.

Anshori baru mengetahui adanya penyelundupan setelah misi tersebut gagal.

"Akhirnya saya baru tahu bahwa itu tidak berhasil. Mau enggak mau, kami minta maaf," ucap Anshori.

Dalam persidangan tersebut belum terungkap senjata itu akan digunakan untuk apa.


Komentar

Terkini Lainnya

Jika Masih Padat, Polisi Akan Berlakukan 'One Way' Mulai Kertasari hingga Cikarut

Jika Masih Padat, Polisi Akan Berlakukan "One Way" Mulai Kertasari hingga Cikarut

Nasional
Kepolisian Diminta Konsisten Terapkan Tes Psikologi untuk Pemohon SIM

Kepolisian Diminta Konsisten Terapkan Tes Psikologi untuk Pemohon SIM

Nasional
Indo Barometer: Sumut Inginkan Jokowi, tetapi JK Tidak Diinginkan

Indo Barometer: Sumut Inginkan Jokowi, tetapi JK Tidak Diinginkan

Nasional
Rekonstruksi Ungkap Alur Pembunuhan Sadis terhadap Sopir Taksi Online di Palembang

Rekonstruksi Ungkap Alur Pembunuhan Sadis terhadap Sopir Taksi Online di Palembang

Regional
Velodrome Jakarta Disebut yang Terbaik se-Asia

Velodrome Jakarta Disebut yang Terbaik se-Asia

Megapolitan
Pencarian Korban KM Sinar Bangun Dimaksimalkan hingga 10 Hari

Pencarian Korban KM Sinar Bangun Dimaksimalkan hingga 10 Hari

Nasional
Besok, Menhub dan Panglima TNI Tinjau Lokasi Tenggelam KM Sinar Bangun

Besok, Menhub dan Panglima TNI Tinjau Lokasi Tenggelam KM Sinar Bangun

Nasional
Muara Angke Disebut Habitat Buaya, Warga Tak Pernah Lihat Buaya di Sana

Muara Angke Disebut Habitat Buaya, Warga Tak Pernah Lihat Buaya di Sana

Megapolitan
Indo Barometer: Elektabilitas Edy-Musa 36,9 Persen, Djarot-Sihar 37,8 Persen

Indo Barometer: Elektabilitas Edy-Musa 36,9 Persen, Djarot-Sihar 37,8 Persen

Nasional
Biografi Tokoh Dunia: Joan of Arc, Sang Dara Penakluk Pasukan Inggris

Biografi Tokoh Dunia: Joan of Arc, Sang Dara Penakluk Pasukan Inggris

Internasional
Indo Barometer: Ganjar-Yasin 67,3 Persen, Sudirman-Ida 21,1 Persen

Indo Barometer: Ganjar-Yasin 67,3 Persen, Sudirman-Ida 21,1 Persen

Nasional
Di Haul Bung Karno, Hasto Sebut Kaum Soekarnois-Religius Selalu Beriringan

Di Haul Bung Karno, Hasto Sebut Kaum Soekarnois-Religius Selalu Beriringan

Nasional
Studi: Terdapat 1 Miliar Senjata Api di Dunia, Bagaimana di Indonesia?

Studi: Terdapat 1 Miliar Senjata Api di Dunia, Bagaimana di Indonesia?

Internasional
Prabowo Ziarah ke Makam Jendral M Yusuf dan Pangeran Diponegoro

Prabowo Ziarah ke Makam Jendral M Yusuf dan Pangeran Diponegoro

Regional
Beasiswa Perfilman di IKJ, Ini Jadwal dan Syaratnya

Beasiswa Perfilman di IKJ, Ini Jadwal dan Syaratnya

Edukasi

Close Ads X