Menengok Kembali Kalijodo yang Dulu Kelam, Kini Penuh Warna dan Tawa

Kompas.com - 10/03/2018, 09:10 WIB
RPTRA Kalijodo menjadi salah satu lokasi rekreasi libur Natal, Senin (25/12/2017). Ridwan Aji Pitoko/KOMPAS.comRPTRA Kalijodo menjadi salah satu lokasi rekreasi libur Natal, Senin (25/12/2017).

"Kalau weekend bisa sampai seribu lah, itu baru RPTRA saja belum termasuk RTH," kata Dewi.

Baca juga : Menikmati Minggu Siang di Kalijodo...

Selain RPTRA, kawasan Kalijodo mempunyai Ruang Terbuka Hijau (RTH). Rahmat, petugas keamanan RTH Kalijodo, menuturkan bahwa jumlah pengunjung RTH Kalijodo tak kalah banyak dibandingkan jumlah pengunjung RPTRA.

"Kalau siang begini memang sepi mas. Tapi kalau udah sore apalagi kalau weekend bisa sampai ratusan. Kira-kira 500-an lah," kata Rahmat.

Rahmat mengatakan, ketika momen-momen spesial seperti tahun baru, jumlah pengunjung RTH Kalijodo bisa mencapai angka seribu.

"Waktu tahun baru itu membludak banget mas. Ini isinya orang semua," katanya.

Rahmat menuturkan, pecahan tembok Berlin dan lukisan mural yang berada di RTH Kalijodo merupakan spot favorit para pengunjung.

"Orang-orang pada suka foto-foto di situ," kata Rahmat.

Arena BMX dan skateboard yang berdiri di tengah RTH Kalijodo juga tak sepi pengunjung. Terlihat sejumlah anak dan remaja sedang memanfaatkan fasilitas itu.

RPTRA Kalijodo menjadi salah satu lokasi rekreasi libur Natal, Senin (25/12/2017).Ridwan Aji Pitoko/KOMPAS.com RPTRA Kalijodo menjadi salah satu lokasi rekreasi libur Natal, Senin (25/12/2017).

Baik Rahmat dan Dewi mengaku bersyukur dengan kehadiran RPTRA dan RTH Kalijodo. Bagi mereka, kehadiran dua fasilitas publik tersebut berhasil menghilangkan citra negatif yang lekat pada kawasan Kalijodo.

"Sekarang bisa dibilang sudah enggak ada yang aneh-aneh. Paling biasanya ada beberapa anak punk tapi itu bisa diatasi karena sekarang banyak Satpol PP di sini," kata Dewi.

Dewi juga mengaku dirinya sebelumnya tak pernah berani datang ke kawasan Kalijodo karena takut dengan kehidupan malamnya. Setelah dibongkar, barulah Dewi mau mendatangi kawasan tersebut.

Baca juga : Pembangunan Area Parkir di Kolong Tol Kalijodo Dimulai Tahun Depan

"Dulu saya mana berani datang ke sini, serem kan. Alhamdulillah setelah dibongkar dan dipindahkan sekarang jadi kayak begini mah enak, semua bisa datang," kata Dewi yang tinggal di Tambora, Jakarta Barat.

Rahmat juga mempunyai pendapat yang sama. Menurutnya, adanya RTH dan RPTRA Kalijodo membuat kawasan tersebut terasa lebih ramai dan terbuka bagi seluruh masyarakat.

"Kalau dulu kan cuma orang tertentu yang bisa datang. Itu pun niatnya enggak baik kan? Kalau sekarang bagus banyak yang datang. Tua-muda, laki-perempuan, jadi lebih bermanfaat lah buat masyarakat," katanya.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemprov DKI Minta Warga Selektif Pilih Restoran, Cari yang Terapkan Protokol Kesehatan

Pemprov DKI Minta Warga Selektif Pilih Restoran, Cari yang Terapkan Protokol Kesehatan

Megapolitan
Sibuk Mengamati Target, Hampir Seluruh Agen Detektif Wanita Ternyata Masih Lajang

Sibuk Mengamati Target, Hampir Seluruh Agen Detektif Wanita Ternyata Masih Lajang

Megapolitan
Viral Video Warga Tolak Pemakaman Jenazah Pasien Suspect di Kabupaten Bekasi, Ini Penjelasan Polisi

Viral Video Warga Tolak Pemakaman Jenazah Pasien Suspect di Kabupaten Bekasi, Ini Penjelasan Polisi

Megapolitan
Kumpulan Kisah Ahok Usai Aksi 411, Memilih Tinggal Dalam Rumah hingga Wacana Pindah Kewarganegaraan

Kumpulan Kisah Ahok Usai Aksi 411, Memilih Tinggal Dalam Rumah hingga Wacana Pindah Kewarganegaraan

Megapolitan
Covid-19 Kota Tangerang Meningkat, PSBB Diperpanjang hingga 23 Agustus

Covid-19 Kota Tangerang Meningkat, PSBB Diperpanjang hingga 23 Agustus

Megapolitan
UPDATE Sepekan Terakhir di Jakarta: Bertambah 3.271 Pasien Positif Covid-19 dan Terjadi 3 Kali Lonjakan

UPDATE Sepekan Terakhir di Jakarta: Bertambah 3.271 Pasien Positif Covid-19 dan Terjadi 3 Kali Lonjakan

Megapolitan
Wartawan Berbagi, Terinspirasi Pemulung Cari Ponsel Bekas untuk Belajar dari Rumah

Wartawan Berbagi, Terinspirasi Pemulung Cari Ponsel Bekas untuk Belajar dari Rumah

Megapolitan
Rentetan Penembakan Misterius di Tangsel, Beraksi di Jalan Raya Incar Pengendara

Rentetan Penembakan Misterius di Tangsel, Beraksi di Jalan Raya Incar Pengendara

Megapolitan
Polemik Informasi Pedagang Terpapar Covid-19 di Pasar Mayestik, Disebut Hoaks Kemudian Diakui

Polemik Informasi Pedagang Terpapar Covid-19 di Pasar Mayestik, Disebut Hoaks Kemudian Diakui

Megapolitan
Tiga Gerbang Tol Bekasi Berlakukan Ganjil Genap

Tiga Gerbang Tol Bekasi Berlakukan Ganjil Genap

Megapolitan
Wagub DKI: Delapan Persen Pasien Positif Covid-19 di Jakarta Berusia di Bawah 19 Tahun

Wagub DKI: Delapan Persen Pasien Positif Covid-19 di Jakarta Berusia di Bawah 19 Tahun

Megapolitan
Satu Tahun Pascakejadian, Pemerkosa di Bintaro Akhirnya Ditangkap Setelah Korban Memviralkan Kisahnya

Satu Tahun Pascakejadian, Pemerkosa di Bintaro Akhirnya Ditangkap Setelah Korban Memviralkan Kisahnya

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Kenangan Ahok soal Demo 411, Tolak Mengungsi ke Pulau | Pemerkosa di Bintaro Ditangkap

[POPULER JABODETABEK] Kenangan Ahok soal Demo 411, Tolak Mengungsi ke Pulau | Pemerkosa di Bintaro Ditangkap

Megapolitan
UPDATE 9 Agustus, Kasus Positif Covid-19 Aktif di Kota Bekasi Terbanyak Se-Jawa Barat

UPDATE 9 Agustus, Kasus Positif Covid-19 Aktif di Kota Bekasi Terbanyak Se-Jawa Barat

Megapolitan
Hal-Hal yang Harus Diingat Saat Sanksi Ganjil Genap Kembali Berlaku

Hal-Hal yang Harus Diingat Saat Sanksi Ganjil Genap Kembali Berlaku

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X