Bocah Penderita Mikrosefalus di Kampung Akuarium Sering Ditawari Mengemis

Kompas.com - 10/03/2018, 16:25 WIB
Sebuah shelter bernomor A28 di Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara menjadi saksi perjuangan suami istri,  Dedek (39) dan  Sulastri (37), membesarkan M Fahri (9), bocah laki-laki yang sejak dalam kandungan menderita mikrosefalus, Kamis (8/3/2018). KOMPAS.com/DAVID OLIVER PURBASebuah shelter bernomor A28 di Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara menjadi saksi perjuangan suami istri, Dedek (39) dan Sulastri (37), membesarkan M Fahri (9), bocah laki-laki yang sejak dalam kandungan menderita mikrosefalus, Kamis (8/3/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Sulastri (37), ibunda M Fahri (9), bocah penderita penyakit mikrosefalus mengaku sering ditawari sejumlah pengamen untuk menyewakan Fahri.

Ia mengatakan, para pengamen yang mayoritas ibu-ibu itu ingin memanfaatkan kondisi Fahri yang tidak sempurna.

"Sering banget ibu-ibu dekati saya menawarkan meminjam Fahri. Katanya nanti hasilnya dibagi dua," ujar Sulastri saat berbincang dengan Kompas.com di Kampung Akuarium, Jakarta Utara, Kamis (8/3/2018).

Sulastri menolak tawaran itu.

Baca juga: Harapan Ibu Bocah Penderita Mikrosefalus kepada Gubernur Anies...

Meski demikian, para pengamen itu terus berusaha membujuk Sulastri untuk meminjamkan Fahri.

Sulastri kerap menghindar apabila melihat para pengamen itu.

"Saya enggak mau kasih ke pengamen-pengamen itu, nanti anak saya kepanasan, kehujanan bagaimana. Fahri juga titipan Tuhan, enggak boleh dipinjamkan ke orang lain meskipun kami kekurangan," katanya. 

Baca juga: Perjuangan Suami Istri di Kampung Akuarium Merawat Anak Penderita Mikrosefalus

Suami Sulastri, Dedek (39), juga menegaskan tidak akan pernah meminjamkan Fahri untuk dijadikan pengemis.

"Fahri ini titipan Allah. Kalau ada orang-orang penting yang datang kemari juga kami tidak pernah bawa keluar, kami enggak mau dibilang memanfaatkan Fahri," ujarnya. 

Fahri mengidap mikrosefalus sejak masih di dalam kandungan.

Baca juga: Veronica Tan Kunjungi Anak Penderita Mikrosefalus di Tebet

Akibat penyakit tersebut, Fahri tidak bisa berbicara dan berinteraksi seperti anak normal lainnya. Fahri bahkan tidak bisa duduk dan hanya bisa tertidur di sebuah ayunan sederhana. 

Kompas TV Pasca digusur setahun lalu, kini warga kembali menempati wilayah Kampung Akuarium, Pasar Ikan, Jakarta Utara.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Siswa SMPN 85 Positif Covid-19, Pihak Sekolah Pastikan Bukan Klaster PTM

Siswa SMPN 85 Positif Covid-19, Pihak Sekolah Pastikan Bukan Klaster PTM

Megapolitan
8 Pengedar Ganja yang Ditangkap di Tangsel Bertransaksi secara Online

8 Pengedar Ganja yang Ditangkap di Tangsel Bertransaksi secara Online

Megapolitan
8 Tersangka Pengedar Ditangkap, Polisi Amankan 24 Kilogram Ganja

8 Tersangka Pengedar Ditangkap, Polisi Amankan 24 Kilogram Ganja

Megapolitan
Ardhito Pramono Direhabilitasi, Proses Hukum Kasus Narkobanya Tetap Berjalan

Ardhito Pramono Direhabilitasi, Proses Hukum Kasus Narkobanya Tetap Berjalan

Megapolitan
Bertambah 1, Kini Ada 5 Warga Kota Tangerang Terpapar Omicron

Bertambah 1, Kini Ada 5 Warga Kota Tangerang Terpapar Omicron

Megapolitan
SMPN 85 Tetap Gelar PTM meski Siswa Positif Covid-19, Ini Alasan Sekolah

SMPN 85 Tetap Gelar PTM meski Siswa Positif Covid-19, Ini Alasan Sekolah

Megapolitan
Rekomendasi BNN, Ardhito Pramono Akan Direhabilitasi Selama 6 Bulan di RSKO Cibubur

Rekomendasi BNN, Ardhito Pramono Akan Direhabilitasi Selama 6 Bulan di RSKO Cibubur

Megapolitan
Musisi Ardhito Pramono Direhabilitasi di RSKO Cibubur Mulai Hari Ini

Musisi Ardhito Pramono Direhabilitasi di RSKO Cibubur Mulai Hari Ini

Megapolitan
RSUI Maksimalkan Pemberian Vaksin Booster hingga 1.000 Dosis Per Hari

RSUI Maksimalkan Pemberian Vaksin Booster hingga 1.000 Dosis Per Hari

Megapolitan
Proses Belajar di SMPN 85 Pondok Labu Tetap Berjalan meski Ada Temuan Kasus Covid-19

Proses Belajar di SMPN 85 Pondok Labu Tetap Berjalan meski Ada Temuan Kasus Covid-19

Megapolitan
RSKO Cibubur Terima Ardhito Pramono sebagai Pasien Rehabilitasi

RSKO Cibubur Terima Ardhito Pramono sebagai Pasien Rehabilitasi

Megapolitan
Asrama Haji Kota Bekasi Siap Tampung Jemaah Umrah untuk Karantina

Asrama Haji Kota Bekasi Siap Tampung Jemaah Umrah untuk Karantina

Megapolitan
Saat Anak-anak Main Banjir di Jurumudi, Asyik Cari Ikan untuk Dipelihara Tanpa Pedulikan Bau Tak Sedap

Saat Anak-anak Main Banjir di Jurumudi, Asyik Cari Ikan untuk Dipelihara Tanpa Pedulikan Bau Tak Sedap

Megapolitan
Revitalisasi Taman Ismail Marzuki Tahap I Capai 99 Persen

Revitalisasi Taman Ismail Marzuki Tahap I Capai 99 Persen

Megapolitan
Seorang Siswa SMPN 85 Jakarta Positif Covid-19, 30 Teman Sekelasnya Dites PCR

Seorang Siswa SMPN 85 Jakarta Positif Covid-19, 30 Teman Sekelasnya Dites PCR

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.