BPTJ: Penerapan Ganjil-Genap di Tol Bekasi Bukan Diskriminasi

Kompas.com - 11/03/2018, 10:43 WIB
Kepadatan Tol Cikampek - Suasana kepadatan arus lalu lintas jalan tol Cikampek di kawasan Bekasi Barat, Jawa Barat, Senin (17/7/2017). Keberlangsungan tiga proyek sekaligus di ruas tol tersebut, yaitu proyek LRT, pengembangan tol susun Cikampek dan kereta cepat mengakibatkan arus lalu lintas semakin padat. Masyarakat pengguna tol Cikampek dihimbau untuk menggunakan transportasi umum atau menggunakan jalan arteri sebagai jalur alternatif agar tidak terjebak dalam kemacetan.KOMPAS/RIZA FATHONI Kepadatan Tol Cikampek - Suasana kepadatan arus lalu lintas jalan tol Cikampek di kawasan Bekasi Barat, Jawa Barat, Senin (17/7/2017). Keberlangsungan tiga proyek sekaligus di ruas tol tersebut, yaitu proyek LRT, pengembangan tol susun Cikampek dan kereta cepat mengakibatkan arus lalu lintas semakin padat. Masyarakat pengguna tol Cikampek dihimbau untuk menggunakan transportasi umum atau menggunakan jalan arteri sebagai jalur alternatif agar tidak terjebak dalam kemacetan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihatono menegaskan, penerapan paket kebijakan mengurangi tingkat kepadatan di ruas Cikampek-Jakarta melalui pintu tol Bekasi Barat dan Timur bukan merupakan bentuk diskriminasi terhadap pemilik kendaraan, khususnya warga Bekasi.

Menurut Bambang, dengan adanya tiga kebijakan tersebut, yakni ganjil-genap, pembatasan angkutan barang golongan III-V, serta pemberlakukan lajur khusus bus, mencerminkan keadilan karena semua aspek ikut diatur.

"Ini juga berarti keberpihakan kita terhadap pengguna angkutan umum yang mayoritas masyarakat menengah ke bawah," ucap Bambang dalam siaran resminya, Sabtu (10/3/2018).

(Baca juga : Besok, Ganjil-Genap di Pintu Tol Bekasi Berlaku Pukul 06.00-09.00)


Mobil pribadi dinilai menyumbang 80 persen kendaraan yang sehari-hari melintas di tol Cikampek-Jakarta.

Berdasarkan hal itu, sudah sewajarnya distribusi lalu lintas kendaraan pribadi diatur yang dibarengi dengan pengaturan kendaraan angkutan barang.

Alasan penerapan ganjil genap di pintu tol Bekasi Barat dan Timur karena berdasarkan data, dua pintu tersebut adalah penyumbang terbesar volume kendaraan yang masuk ke jalan Jakarta-Cikampek.

Setiap harinya tercatat ada 46.000 kendaraan yang masuk ke ruas tol Jakarta-Cikampek melalui pintu Bekasi Barat dan 24.000 dari Bekasi Timur.

(Baca juga : Jika Sukses, Sistem Ganjil Genap di Pintu Tol Akan Diperluas)

Data spasial juga menunjukkan titik pusat kemacetan ada pada dua ruas tersebut.

"Jadi tidak ada diskriminasi kepada pihak manapun terkait kebijakan ini. Justru sebaliknya, pemerintah berusaha mengatur dan melayani masyarakat agar dapat menuju tempat kerjanya di Jakarta lebih lancar," kata Bambang.

General Manager Cabang Jakarta-Cikampe PT Jasa Marga Raddy R Lukman, sebelumnya mengatakan, efek pembatasan akan berdampak pada 8.000 kendaraan yang biasa melintas dari dua pintu tol tersebut, khususnya pada jam 06.00-09.00 WIB.

"(Sebanyak) 8.000 (kendaraan) ini yang akan beralih menggunakan moda transportasi lain seperti bus transjabodetabek premium, atau menggunakan rute pintu tol lain," ucap Raddy.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Jatuh Bangun Hardiyanto Kenneth, Minoritas yang Dapat Kepercayaan Jadi Anggota Baru DPRD DKI

Jatuh Bangun Hardiyanto Kenneth, Minoritas yang Dapat Kepercayaan Jadi Anggota Baru DPRD DKI

Megapolitan
Anies Baswedan Terima Penghargaan dari Purna Paskibraka DKI Jakarta

Anies Baswedan Terima Penghargaan dari Purna Paskibraka DKI Jakarta

Megapolitan
Bersamaan dengan Jakarta Fair, Formula E Direncanakan Digelar Juni 2020

Bersamaan dengan Jakarta Fair, Formula E Direncanakan Digelar Juni 2020

Megapolitan
Kisah Penjual Bendera di Tangsel, Berjualan Demi Lihat Merah Putih Berkibar...

Kisah Penjual Bendera di Tangsel, Berjualan Demi Lihat Merah Putih Berkibar...

Megapolitan
Wali Kota Airin: Perjuangan yang Kita Hadapi Saat Ini Berbeda...

Wali Kota Airin: Perjuangan yang Kita Hadapi Saat Ini Berbeda...

Megapolitan
Keseruan Lomba 17 Agustus di BKT, dari Tangkap Bebek sampai Panjat Pinang di Air

Keseruan Lomba 17 Agustus di BKT, dari Tangkap Bebek sampai Panjat Pinang di Air

Megapolitan
Peringati HUT Ke-74 RI, Anies Ikut Lomba Tarik Tambang

Peringati HUT Ke-74 RI, Anies Ikut Lomba Tarik Tambang

Megapolitan
Kebakaran di Bidara Cina Hanguskan 3 Rumah dan Musala

Kebakaran di Bidara Cina Hanguskan 3 Rumah dan Musala

Megapolitan
Menikmati Nuansa Kemerdekaan di Kawasan Monas...

Menikmati Nuansa Kemerdekaan di Kawasan Monas...

Megapolitan
Keceriaan Pasukan Oranye Lomba Balap Dayung di Banjir Kanal Timur...

Keceriaan Pasukan Oranye Lomba Balap Dayung di Banjir Kanal Timur...

Megapolitan
HUT ke-74 RI, 929 Napi Rutan Kelas IIB Depok Dapat Remisi

HUT ke-74 RI, 929 Napi Rutan Kelas IIB Depok Dapat Remisi

Megapolitan
Jakpro Usulkan Rio Haryanto dan Sean Galael Ikut Turnamen Formula E

Jakpro Usulkan Rio Haryanto dan Sean Galael Ikut Turnamen Formula E

Megapolitan
Cerita Alaia, Pembawa Baki Bendera pada Upacara HUT ke-74 RI di Pulau Reklamasi...

Cerita Alaia, Pembawa Baki Bendera pada Upacara HUT ke-74 RI di Pulau Reklamasi...

Megapolitan
Paskibraka Tangsel Kibarkan Bendera Tanpa Aurell...

Paskibraka Tangsel Kibarkan Bendera Tanpa Aurell...

Megapolitan
Gapura Replika Garuda Pancasila Pecahkan Rekor MURI

Gapura Replika Garuda Pancasila Pecahkan Rekor MURI

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X