Dilimpahkan ke Kejaksaan, Ahmad Dhani Pose di Mobil Polisi

Kompas.com - 12/03/2018, 12:31 WIB
Artis musik Ahmad Dhani berpose saat tiba di Gedung Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan di Jalan Tanjung, Jagakarsa, Senin (12/3/2018). Pada hari ini, Dhani dan barang bukti kasus dugaan penyebaran ujaran kebencian dilimpahkan ke kejaksaan setelah berkas perkaranya dinyatakan lengkap. KOMPAS.com/NURSITA SARIArtis musik Ahmad Dhani berpose saat tiba di Gedung Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan di Jalan Tanjung, Jagakarsa, Senin (12/3/2018). Pada hari ini, Dhani dan barang bukti kasus dugaan penyebaran ujaran kebencian dilimpahkan ke kejaksaan setelah berkas perkaranya dinyatakan lengkap.

JAKARTA, KOMPAS.com – Penyidik Polres Metro Jakarta Selatan melakukan pelimpahan tahap dua kasus dugaan penyebaran ujaran kebencian dengan tersangka musisi Ahmad Dhani ke Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, Senin (12/3/2018).

Dalam pelimpahan tahap dua ini, polisi melimpahkan Dhani selaku tersangka beserta barang bukti.

Berdasarkan pantauan Kompas.com, Dhani tiba di Gedung Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan di Jalan Tanjung, Jagakarsa, sekitar pukul 11.55. Dia mengenakan kaus warna hitam dengan peci warna senada. Dhani didampingi penasihat hukumnya.

Saat turun dari mobil Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan, Dhani tak langsung masuk ke dalam Gedung Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.

Baca juga: Berkas Perkara Ahmad Dhani Belum Didaftarkan ke Pengadilan

Dhani justru berpose dengan bersandar ke mobil polisi saat kamera awak media menyorotnya. Dia tak memberikan tanggapan apa pun saat ditanya dan menunjuk penasihat hukumnya, Hendarsam Marantoko, untuk menjawab.

Artis musik Ahmad Dhani berpose saat tiba di Gedung Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan di Jalan Tanjung, Jagakarsa, Senin (12/3/2018). Pada hari ini, Dhani dan barang bukti kasus dugaan penyebaran ujaran kebencian dilimpahkan ke kejaksaan setelah berkas perkaranya dinyatakan lengkap.KOMPAS.com/NURSITA SARI Artis musik Ahmad Dhani berpose saat tiba di Gedung Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan di Jalan Tanjung, Jagakarsa, Senin (12/3/2018). Pada hari ini, Dhani dan barang bukti kasus dugaan penyebaran ujaran kebencian dilimpahkan ke kejaksaan setelah berkas perkaranya dinyatakan lengkap.
"Pembelaan kami itu nanti di pengadilan," kata Hendarsam.

Setelah itu, Dhani dan penasihat hukumnya didampingi penyidik masuk ke dalam ruang seksi tindak pidana umum.

Pelimpahan tahap dua ini dilakukan setelah berkas perkara kasus tersebut dinyatakan lengkap.

Baca juga: Alasan Polisi Tak Menahan Ahmad Dhani

Adapun Dhani dilaporkan ke polisi atas tuduhan melanggar Pasal 28 Ayat (2) juncto Pasal 45 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE.

Pada 6 Maret 2017, Dhani berkicau melalui akun Twitter @AHMADDHANIPRAST yang nadanya dianggap menghasut dan penuh kebencian terhadap pendukung mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Dhani juga dianggap telah menuliskan pernyataan bersifat sarkastis melalui akun Twitter-nya dalam rentang waktu Februari hingga Maret 2017.

Baca juga: Pelapor Ingin Ahmad Dhani Merasa Jera



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Besok Idris-Imam Imam Dilantik Jadi Walkot-Wawalkot Depok 2021-2026

Besok Idris-Imam Imam Dilantik Jadi Walkot-Wawalkot Depok 2021-2026

Megapolitan
Polisi Tembak Pengunjung di Kafe Cengkareng, Kapolda: Pelaku Ditindak Tegas!

Polisi Tembak Pengunjung di Kafe Cengkareng, Kapolda: Pelaku Ditindak Tegas!

Megapolitan
Rawan Jadi Korban dan Rentan Terkena Penyakit, Alasan Orang Tua Wajib Cegah Anak Main Banjir

Rawan Jadi Korban dan Rentan Terkena Penyakit, Alasan Orang Tua Wajib Cegah Anak Main Banjir

Megapolitan
Oknum Polisi yang Diduga Tembak 3 Orang hingga Tewas di Cengkareng Ditangkap

Oknum Polisi yang Diduga Tembak 3 Orang hingga Tewas di Cengkareng Ditangkap

Megapolitan
Kebakaran di Kelapa Gading Barat, 4 Bangunan Hangus Dilalap Api

Kebakaran di Kelapa Gading Barat, 4 Bangunan Hangus Dilalap Api

Megapolitan
2088 Titik Jalan Rusak di Jaktim Telah Diperbaiki Sepanjang 2021

2088 Titik Jalan Rusak di Jaktim Telah Diperbaiki Sepanjang 2021

Megapolitan
Update 25 Februari: Pasien Bertambah, RS Covid-19 Wisma Atlet Terisi 71 Persen

Update 25 Februari: Pasien Bertambah, RS Covid-19 Wisma Atlet Terisi 71 Persen

Megapolitan
3 Orang Tewas Ditembak di Cengkareng, Salah Satunya Anggota TNI Aktif

3 Orang Tewas Ditembak di Cengkareng, Salah Satunya Anggota TNI Aktif

Megapolitan
3.006 Lansia di Jakarta Utara Telah Divaksinasi Covid-19

3.006 Lansia di Jakarta Utara Telah Divaksinasi Covid-19

Megapolitan
UPDATE Vaksinasi Nakes Kota Bekasi: Dosis Pertama 94,5 Persen, Dosis Kedua 68,8 Persen

UPDATE Vaksinasi Nakes Kota Bekasi: Dosis Pertama 94,5 Persen, Dosis Kedua 68,8 Persen

Megapolitan
Rentan Tertular Covid-19, Wartawan Senang Bisa Terima Vaksinasi

Rentan Tertular Covid-19, Wartawan Senang Bisa Terima Vaksinasi

Megapolitan
Depok Daftarkan 18.850 Tenaga Kependidikan untuk Vaksinasi Covid-19

Depok Daftarkan 18.850 Tenaga Kependidikan untuk Vaksinasi Covid-19

Megapolitan
Lebih dari 1.000 Wartawan Ikuti Vaksinasi di GBK, Acara Berlangsung Tertib

Lebih dari 1.000 Wartawan Ikuti Vaksinasi di GBK, Acara Berlangsung Tertib

Megapolitan
Gara-gara Rusak Tembok dan Bangun Warung di Tanah Milik Suziana, Nadih Ditangkap

Gara-gara Rusak Tembok dan Bangun Warung di Tanah Milik Suziana, Nadih Ditangkap

Megapolitan
Dari Bang Ali hingga Ahok, Cerita Para Mantan Gubernur DKI Tangani Banjir di Jakarta

Dari Bang Ali hingga Ahok, Cerita Para Mantan Gubernur DKI Tangani Banjir di Jakarta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X