Jaringan Teroris Bom Thamrin Gunakan Telegram untuk Berkomunikasi - Kompas.com

Jaringan Teroris Bom Thamrin Gunakan Telegram untuk Berkomunikasi

Kompas.com - 13/03/2018, 14:42 WIB
Terdakwa Aman Abdurrahman alias Oman menjalani sidang keterangan saksi di PN Jakarta Selatan, Jakarta, Jumat (23/2/2018). Aman Abdurrahman didakwa sebagai salah satu orang yang terlibat dalam teror bom di Jalan MH Thamrin, dan yang merencanakan atau menggerakkan orang lain untuk melakukan tindak pidana terorisme.KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG Terdakwa Aman Abdurrahman alias Oman menjalani sidang keterangan saksi di PN Jakarta Selatan, Jakarta, Jumat (23/2/2018). Aman Abdurrahman didakwa sebagai salah satu orang yang terlibat dalam teror bom di Jalan MH Thamrin, dan yang merencanakan atau menggerakkan orang lain untuk melakukan tindak pidana terorisme.

JAKARTA, KOMPAS.com - Aplikasi percakapan Telegram digunakan jaringan teroris untuk berkomunikasi menyiapkan peledakan bom di Jalan MH Thamrin pada Januari 2016.

Hal itu terungkap dalam persidangan kasus bom Thamrin dengan terdakwa Aman Abdurrahman yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (13/3/2018).

Saksi Adi Jihadi menceritakan, dia dihubungi kakaknya, Iwan Darmawan Muntho alias Rois, melalui Telegram. Saat itu, Adi diminta Rois untuk mengambil uang sebesar 30.000 dollar Amerika Serikat (AS) dari seseorang. Belakangan uang itu diketahui untuk keperluan teror bom Thamrin, termasuk untuk penyelundupan senjata.

Menurut Adi, orang yang menyerahkan uang tersebut juga menghubunginya melalui Telegram.

"Ada Telegram masuk, janjian di mana tempatnya. Saya bilang di Serang saja," kata Adi saat memberikan kesaksian.

Baca juga : Kesaksian Penyalur Dana Ledakan Bom Thamrin...

Adi mengaku tidak mengenal orang yang memberikan uang kepadanya. Dia juga tidak tahu mengapa orang itu menghubunginya melalui Telegram.

"Saksi kenal?" tanya Jaksa Nana Riana.

"Tidak, karena dalam waktu satu hari aja, dia dua kali ganti nama Telegram-nya," jawab Adi.

Telegram juga digunakan orang yang akan menerima uang itu dari Adi, yakni Suryadi Mas'ud. Mas'ud menghubungi Adi melalui Telegram untuk mengambil uang tersebut.

"Dia yang menghubungi saya pakai Telegram. Ketemuan di Giant. Pas ketemu ternyata kenal, Suryadi Mas'ud, dia teman kakak saya," kata Adi.

Adi memberikan 3.000 dollar Amerika kepada Mas'ud. Dia juga memberikan 20.000 dollar AS untuk Zainal Anshori. Sisanya, dia berikan kembali kepada Mas'ud saat Mas'ud berada di Filipina.

Dalam kasus itu, Aman didakwa telah menggerakkan orang untuk melakukan berbagai aksi terorisme, termasuk bom Thamrin.

Baca juga : Pembuat Wadah Bom Thamrin Mengaku Ingin Hijrah ke Suriah


Komentar
Close Ads X