Pedagang Blok G: Boro-boro Bahas Relokasi, ke Sini Saja Pak Anies Tak Pernah - Kompas.com

Pedagang Blok G: Boro-boro Bahas Relokasi, ke Sini Saja Pak Anies Tak Pernah

Kompas.com - 13/03/2018, 21:37 WIB
Kondisi Pasar Tanah Abang Blok G, Jakarta Pusat pada Sabtu (24/2/2018). RIMA WAHYUNINGRUM Kondisi Pasar Tanah Abang Blok G, Jakarta Pusat pada Sabtu (24/2/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Wacana relokasi atau pemindahan sementara pedagang Blok G Tanah Abang ke lahan milik PT Astana Rahardja di Jalan Jatibaru Raya belum menemui kejelasan terkait waktu pelaksanaannya.

Ketidakjelasan waktu pelaksanaan relokasi pun membuat para pedagang bingung. Terlebih, komunikasi para pedagang Blok G dengan pengelola yakni PD Pasar Jaya dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dinilai tidak berjalan baik.

"Enggak tahu kapan, ada yang bilang habis Lebaran, ada yang bilang sebelum Lebaran," kata Faisal, seorang pedagang pakaian dewasa kepada Kompas.com, Selasa (13/3/2018).

Baca juga : Cerita Mantan Juragan Kambing Blok F Tanah Abang yang Kini Jual Pakaian di Blok G

Menurut Faisal, wacana relokasi hanya didengarnya melalui media. Belum ada sosialisasi maupun pembiacaraan resmi baik dari pengelola maupun Pemprov DKI terkait rencana relokasi.

"Belom pernah ada pembicaraan, saya saja baru tahu lahannya di situ dari media," ucap Faisal.

Pedagang lainnya, Taufiq, menyampaikan hal senada. Ia bahkan menyinggung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang belum pernah menyambangi Blok G.

"Boro-boro ngomongin relokasi, ke sini saja Pak Anies belum pernah, semestinya dilihat dulu, jangan langsung main bilang enggak layak terus direlokasi," kata Taufiq.

Taufiq berharap, terlebih dahulu ada pembicaraan yang disepakati antara para pedagang, pengelola, maupun Pemprov DKI.

"Blok G ini kan awalnya peruntukan PKL, mewadahi PKL, harusnya kalau memang memikirkan nasib PKL ya datang dulu ke sini berdialog," ucapnya.

Sementara itu, Direktur Utama PD Pasar Jaya Arief Nasruddin mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan proses negosiasi dengan pemilik lahan untuk relokasi.

"Masih belum selesai negosiasi harga mas lahan TPS (tempat penampungan sementara)," kata Arief singkat.

Baca juga : Pemindahan Pedagang Blok G Tanah Abang Belum Temui Titik Terang

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga S Uno mengatakan, rencana relokasi pedagang Blok G Tanah Abang direncanakan sejak tahun 2016. Namun, menurut dia, masalah pengadaan lahan menjadi kendala.

Pemprov DKI dalam hal ini telah menganggarkan biaya pembangunan tempat penampungan sementara (TPS) bagi pedagang Blok G Pasar Tanah Abang sebesar Rp 20 Miliar.


Terkini Lainnya

Lewat Permainan 'SIBEN', Universitas Surya Edukasi Tanggap Bencana

Lewat Permainan "SIBEN", Universitas Surya Edukasi Tanggap Bencana

Edukasi
Jimmy Kisahkan Penyerangan KKB di Nduga Papua: Terjebak Baku Tembak di Pos TNI Mbua Selama 16 Jam (7)

Jimmy Kisahkan Penyerangan KKB di Nduga Papua: Terjebak Baku Tembak di Pos TNI Mbua Selama 16 Jam (7)

Regional
Kata Pejalan Kaki soal JPO Dukuh Atas yang Atapnya Bolong-bolong

Kata Pejalan Kaki soal JPO Dukuh Atas yang Atapnya Bolong-bolong

Megapolitan
Terungkap, 11 Mayat yang Ditemukan di Selat Malaka Korban Kapal Tenggelam

Terungkap, 11 Mayat yang Ditemukan di Selat Malaka Korban Kapal Tenggelam

Regional
Eril Dardak, Adik Bupati Trenggalek Emil Dardak, Meninggal Dunia di Bandung

Eril Dardak, Adik Bupati Trenggalek Emil Dardak, Meninggal Dunia di Bandung

Regional
Yusril Sebut KPU Ngawur karena Minta OSO Mundur dari Hanura

Yusril Sebut KPU Ngawur karena Minta OSO Mundur dari Hanura

Nasional
Renang dari Jepang ke Hawaii, Pria Ini Temukan Plastik di Laut Tiap 3 Menit

Renang dari Jepang ke Hawaii, Pria Ini Temukan Plastik di Laut Tiap 3 Menit

Internasional
Tol Penahan Banjir Rob di Semarang Dibangun 2019

Tol Penahan Banjir Rob di Semarang Dibangun 2019

Regional
Nenek Tiri Kim Jong Un Dikabarkan Meninggal Dunia

Nenek Tiri Kim Jong Un Dikabarkan Meninggal Dunia

Internasional
Peran 'AI' dan 'Learning Machine' bagi 'Market Place'

Peran "AI" dan "Learning Machine" bagi "Market Place"

Edukasi
Curhat Suporter Saat Sriwijaya FC Terdegradasi: Patah Hati hingga Minta Manajemen Dirombak

Curhat Suporter Saat Sriwijaya FC Terdegradasi: Patah Hati hingga Minta Manajemen Dirombak

Regional
Topik soal Ekonomi, Pendidikan, Korupsi, serta Kerukunan Dinilai Penting Jadi Topik Debat Pilpres

Topik soal Ekonomi, Pendidikan, Korupsi, serta Kerukunan Dinilai Penting Jadi Topik Debat Pilpres

Nasional
Kontemplasi Demokrasi

Kontemplasi Demokrasi

Nasional
Pemkot Depok Gelar 'Job Fair', 40 Perusahaan Tawarkan 2.000 Lowongan Pekerjaan

Pemkot Depok Gelar "Job Fair", 40 Perusahaan Tawarkan 2.000 Lowongan Pekerjaan

Megapolitan
Kisah Risma Saat Menerima Guangzhou Awards 2018, Cerita tentang Sampah hingga Pentingnya Waduk

Kisah Risma Saat Menerima Guangzhou Awards 2018, Cerita tentang Sampah hingga Pentingnya Waduk

Regional

Close Ads X