Surabaya Black Hat Diduga "Hacker" Bayaran - Kompas.com

Surabaya Black Hat Diduga "Hacker" Bayaran

Kompas.com - 14/03/2018, 11:25 WIB
Rilis kasus peretasan website oleh kelompok Surabaya Black Hat di Mapolda Metro Jaya, Selasa (13/3/2018).Kompas.com/Sherly Puspita Rilis kasus peretasan website oleh kelompok Surabaya Black Hat di Mapolda Metro Jaya, Selasa (13/3/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelaku peretasan kelompok Surabaya Black Hat (SBH) berinisial NA, ATP, dan KPS diduga adalah para hacker bayaran.

Berdasarkan keterangan para pelaku, aksi peretasan yang mereka lakukan biasanya dipesan terlebih dahulu.

"Hacking yang mereka lakukan motifnya uang, asalkan ada yang bayar," kata Kanit IV Subdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya Kompol Fian Yunus kepada Kompas.com, Rabu (14/3/2018).

Baca juga : Surabaya Black Hat Hanya Butuh 5 Menit untuk Lakukan Peretasan

Hingga saat ini, ketiganya masih terus dimintai keterangan terkait aksi-aksi peretasan lainnya dan siapa saja yang menggunakan jasa mereka.

"Masih kita dalami dari barang buktinya," ucap Fian.

Baca juga : FBI di Balik Terbongkarnya Jaringan Hacker Surabaya Black Hat

Penangkapan tiga pelaku peretasan kelompok Surabaya Black Hat (SBH) berinisial NA, ATP, dan KPS bermula dari kerja sama Polda Metro Jaya dan Internet Crime Complaint Center (IC3).

IC3 merupakan badan investigasi utama dari Departemen Keadilan Amerika Serikat (DOJ), Federal Bureau of Investigation (FBI).

Baca juga : Anggota Kelompok Surabaya Black Hat Terpidana Kasus Loly Candys

"Jadi di Amerika sana ada data, bahwa ada peretasan sistem elektronik yang dilakukan oleh sekelompok orang di Indonesia. Jadi kelompok itu sudah meretas 40 negara dan ada 3.000 sistem elektronik yang diretas," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono.


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Terkini Lainnya

OSO Akan Bahas Sikap KPU Bersama Kuasa Hukum

OSO Akan Bahas Sikap KPU Bersama Kuasa Hukum

Nasional
Fahmi Darmawansyah Akui Berikan Mobil untuk Mantan Kalapas Sukamiskin

Fahmi Darmawansyah Akui Berikan Mobil untuk Mantan Kalapas Sukamiskin

Regional
Narapidana Australia Terpaksa Melahirkan Sendiri di Sel yang Terkunci

Narapidana Australia Terpaksa Melahirkan Sendiri di Sel yang Terkunci

Internasional
Soal Pemilihan Wagub DKI, Anies Bilang seperti di Zaman Siti Nurbaya

Soal Pemilihan Wagub DKI, Anies Bilang seperti di Zaman Siti Nurbaya

Megapolitan
Polri: Tim Gabungan Telah Identifikasi 'Pentolan' KKB di Nduga Papua

Polri: Tim Gabungan Telah Identifikasi "Pentolan" KKB di Nduga Papua

Nasional
Kodam Jaya Minta Pengeroyok Anggota TNI Serahkan Diri

Kodam Jaya Minta Pengeroyok Anggota TNI Serahkan Diri

Megapolitan
Sembilan Tahun Hilang, Cincin Kawin Ditemukan di Gorong-gorong

Sembilan Tahun Hilang, Cincin Kawin Ditemukan di Gorong-gorong

Internasional
Jimmy Kisahkan Penyerangan KKB di Nduga Papua: Kembali ke Mbua untuk Tunjukkan Lokasi Korban di Puncak Kabo (8)

Jimmy Kisahkan Penyerangan KKB di Nduga Papua: Kembali ke Mbua untuk Tunjukkan Lokasi Korban di Puncak Kabo (8)

Regional
Bayi Berusia 2 Hari Ditemukan di Mushala Sawangan

Bayi Berusia 2 Hari Ditemukan di Mushala Sawangan

Megapolitan
Sumarsih dan Keyakinannya yang Memudar terhadap Komitmen Jokowi

Sumarsih dan Keyakinannya yang Memudar terhadap Komitmen Jokowi

Nasional
Berfoto Pakai Rompi Kuning, Seorang Pengacara Mesir Ditahan

Berfoto Pakai Rompi Kuning, Seorang Pengacara Mesir Ditahan

Internasional
Jokowi: Itulah Kecintaan Saya kepada Pasar Rakyat, Saya Bangun Semuanya...

Jokowi: Itulah Kecintaan Saya kepada Pasar Rakyat, Saya Bangun Semuanya...

Nasional
Akademisi: Kalau Budaya Demokrasi Tak Dewasa, Penggunaan Internet Juga Tak akan Dewasa

Akademisi: Kalau Budaya Demokrasi Tak Dewasa, Penggunaan Internet Juga Tak akan Dewasa

Nasional
Lewat Permainan 'SIBEN', Universitas Surya Edukasi Tanggap Bencana

Lewat Permainan "SIBEN", Universitas Surya Edukasi Tanggap Bencana

Edukasi
Jimmy Kisahkan Penyerangan KKB di Nduga Papua: Terjebak Baku Tembak di Pos TNI Mbua Selama 16 Jam (7)

Jimmy Kisahkan Penyerangan KKB di Nduga Papua: Terjebak Baku Tembak di Pos TNI Mbua Selama 16 Jam (7)

Regional

Close Ads X