Polisi Periksa 6 Saksi Terkait Bocornya Pipa Gas PGN - Kompas.com

Polisi Periksa 6 Saksi Terkait Bocornya Pipa Gas PGN

Kompas.com - 14/03/2018, 21:58 WIB
Para petugas PGN mulai kerjakan perbaikan kebocoran pipa gas di depan BNN, Selasa (13/2/2018)Stanly Ravel Para petugas PGN mulai kerjakan perbaikan kebocoran pipa gas di depan BNN, Selasa (13/2/2018)

JAKARTA, KOMPAS.com - Polisi menyelidiki kasus kebocoran pipa gas milik PT Perusahaan Gas Negara (Persero) yang terjadi di depan Gedung BNN pada Senin (12/3/2018) lalu.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono mengatakan, hingga saat ini pihaknya telah memeriksa enam orang terkait peristiwa tersebut.

"Sudah kita periksa enam saksi, mereka ada yang memperbaiki pipa, dari PGN, kemudian saksi yang melihat dan mengetahui," kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Rabu (14/3/2018).

Baca juga : Pipa Gas PGN Kembali Bocor karena Terkena Backhoe LRT

Argo menyampaikan, pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan untuk mencari kemungkinan adanya dugaan kelalaian dalam pengerjaan proyek tersebut.

"Ya pasti ke sana kan arahnya. Nanti kita tunggu dulu, penyidik sedang bekerja, nanti setelah selesai akan ketahuan apakah ada unsur kelalaian atau tidak," ucap Argo.

Diberitakan sebelumnya, akibat dari kebocoran pipa gas PGN, halaman parkir Gedung BNN dipenuhi lumpur. Selain itu, tercium bau gas dari lokasi bocornya pipa.

Kebocoran tersebut diduga akibat terkena bor proyek LRT yang kerjakan PT Adhi Karya.

Baca juga : Garis Polisi Dibuka, PGN Perbaiki Kebocoran Pipa Gas di Cawang

Kompas TV Bocornya pipa gas diduga akibat terkena galian alat berat proyek LRT.


Komentar

Terkini Lainnya

Ganjar Pranowo Kembali Aktif Jadi Gubernur Jawa Tengah

Ganjar Pranowo Kembali Aktif Jadi Gubernur Jawa Tengah

Regional
Ridwan Kamil Targetkan Raih 10 Persen Suara Pemilih Gamang

Ridwan Kamil Targetkan Raih 10 Persen Suara Pemilih Gamang

Regional
Bangunan Berarsitektur Unik Ini Jadi Spot Foto di Yogyakarta

Bangunan Berarsitektur Unik Ini Jadi Spot Foto di Yogyakarta

Regional
Dedi Mulyadi Nilai Polri, TNI dan Pemprov Jabar Profesional Kawal Kampanye

Dedi Mulyadi Nilai Polri, TNI dan Pemprov Jabar Profesional Kawal Kampanye

Regional
PDI-P: SBY 'Playing Victim', Dihantui Cara Berpikirnya Sendiri

PDI-P: SBY "Playing Victim", Dihantui Cara Berpikirnya Sendiri

Nasional
Bertolak ke AS, Sandiaga Uno Akan Tinjau Teknologi Atasi Kemacetan

Bertolak ke AS, Sandiaga Uno Akan Tinjau Teknologi Atasi Kemacetan

Megapolitan
Kemenkumham: KPU Tak Berwenang Larang Eks Koruptor Jadi Caleg

Kemenkumham: KPU Tak Berwenang Larang Eks Koruptor Jadi Caleg

Nasional
Kembali Jadi Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil Kampanyekan Jangan Golput

Kembali Jadi Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil Kampanyekan Jangan Golput

Regional
Kemenkumham: PKPU Larangan Eks Koruptor Jadi Caleg Tak Berlaku jika Belum Diundangkan

Kemenkumham: PKPU Larangan Eks Koruptor Jadi Caleg Tak Berlaku jika Belum Diundangkan

Nasional
Ridwan Kamil dan Oded Kembali Pimpin Kota Bandung

Ridwan Kamil dan Oded Kembali Pimpin Kota Bandung

Regional
Polisi Serahkan ke Imigrasi 7 WNA Asal China yang Ditangkap di Perairan Kupang

Polisi Serahkan ke Imigrasi 7 WNA Asal China yang Ditangkap di Perairan Kupang

Regional
PNS Mabes Polri yang Selundupkan Sabu ke Rutan Suaminya Terlibat Kasus Ekstasi Jumbo

PNS Mabes Polri yang Selundupkan Sabu ke Rutan Suaminya Terlibat Kasus Ekstasi Jumbo

Megapolitan
Kemenhub Akan Bagikan 5000 Jaket Keselamatan untuk Operator Kapal di Danau Toba

Kemenhub Akan Bagikan 5000 Jaket Keselamatan untuk Operator Kapal di Danau Toba

Nasional
Mencari Pihak yang Bertanggung Jawab Atas Kaburnya 2 Tahanan Polres Jaktim...

Mencari Pihak yang Bertanggung Jawab Atas Kaburnya 2 Tahanan Polres Jaktim...

Megapolitan
Guru Asal Mesir Ditemukan Meninggal Dunia di Ponpes Pabelan Magelang

Guru Asal Mesir Ditemukan Meninggal Dunia di Ponpes Pabelan Magelang

Regional

Close Ads X