Warga Rusun Berharap Program Pangan Murah Bisa Lebih Sering

Kompas.com - 16/03/2018, 17:08 WIB
Antrian pembelian pangan murah di RPTRA Intiland Teduh Rawa Belong, Jakarta Barat pada Rabu (14/2/2018). RIMA WAHYUNINGRUMAntrian pembelian pangan murah di RPTRA Intiland Teduh Rawa Belong, Jakarta Barat pada Rabu (14/2/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Program pasar pangan murah yang digelar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta disambut baik warga rumah susun. Namun mereka berharap, pasar murah itu bisa lebih sering diadakan.

Sejumlah warga Rusun Jatinegara Barat, Kampung Melayu, Jakarta Timur, yang ditemui Kompas.com pada Jumat (16/3/2018) menyatakan terbantu dengan program tersebut.

Rohimah, ibu tiga anak, misalnya menyatakan sering berbelanja di pasar pangan murah. Namun, ia mengeluhkan stok pangan yang dibelinya cepat habis.

"Pengen-nya sih dalam satu bulan dua kali, jadi kalau kami sudah habis bisa nyambung lagi. Sekarang kita kalo pakai beras cuma cukup seminggu, kadang mesti beli lagi di tempat lain," kata Rohimah.

Ia mengatakan, dirinya sangat terbantu dengan program pasar pangan murah. Sebab, dirinya bisa memperoleh bahan-bahan pangan dengan harga miring.

Baca juga : Masalah Pangan Murah yang Berujung Pengunduran Diri Dirut Dharma Jaya

"Membantu ekonomilah, lumayan kan diskonnya sampai 50 persen. Daging aja kan cuma Rp 35 ribu, ayam Rp 8 ribu, beras Rp 30 ribu, kalau beli di luar kan Rp 80-90 ribu," kata dia.

Pendapat serupa dikemukakan Ali, warga lainnya. Menurut Ali, sulit apabila kebutuhan pangan sehari-hari hanya bergantung pada pasar pangan murah.

"Gak bisa kalau kehidupan sehari-hari. Pasar murah kan per bulan, hidup kita kan per detik. Jatahnya gak mencukupi untuk hidup sebulan," katanya.

Sri, seorang warga yang lain, punya keluhan berbeda. Ia menganggap lokasi penjualan pangan murah terlalu jauh dari tempat tinggalnya di Rusun Jatinegara Barat.

"Biasanya kan dijual di Kantor Lurah itu kan jauh ya, enak sih kalau penjualannya ada di rusun. Dulu pernah ada tapi cuma sekali aja," kata Sri.

Program pangan murah yang digelar Pemprov DKI Jakarta sudah digelar beberapa tahun terakhir. Ada beberapa komoditas pangan yang dapat dibeli warga dengan harga murah setiap bulan.

Baca juga : Sejak Subuh, Warga Serbu RPTRA Amanah agar Dapat Pangan Murah

Beras kualitas premium kemasan 5 kg dijual Rp 30.000, daging sapi Rp 35.000 per kilogram, daging ayam Rp 8.000 per kilogram, ikan kembung Rp 13.000 per kilogram, telur ayam Rp 10.000 per tray, serta susu UHT merk Diamond Rp 30.000 per karton.

Komoditas-komoditas itu bisa dibeli maksimal sebulan sekali bagi masing-masing pemegang Kartu Jakarta Pintar (KJP), petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), Pekerja Harian Lepas (PHL), Penyedia Jasa Lainnya Orang Perorangan (PJLP), penghuni rumah susun, lansia, penyandang disabilitas, serta buruh berpenghasilan UMP.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

APBD-P DKI Diproyeksikan Defisit 31,04 Persen akibat Covid-19

APBD-P DKI Diproyeksikan Defisit 31,04 Persen akibat Covid-19

Megapolitan
Wali Kota Tangsel: 69 Kasus Covid-19 yang Baru Tercatat merupakan Kasus Lama karena Pasien Tes Mandiri

Wali Kota Tangsel: 69 Kasus Covid-19 yang Baru Tercatat merupakan Kasus Lama karena Pasien Tes Mandiri

Megapolitan
Tak Terima Dirawat di Ruang Perawatan Covid-19, Keluarga Pasien Kerahkan Massa ke RSUD Cengkareng

Tak Terima Dirawat di Ruang Perawatan Covid-19, Keluarga Pasien Kerahkan Massa ke RSUD Cengkareng

Megapolitan
Pesepeda Dijambret di Sekitar Bundaran HI

Pesepeda Dijambret di Sekitar Bundaran HI

Megapolitan
Sekelompok Remaja Bersenjata Tajam Serang Permukiman Warga di Bogor

Sekelompok Remaja Bersenjata Tajam Serang Permukiman Warga di Bogor

Megapolitan
800 Orang Lebih Hadiri Rapat Anggaran DKI di Puncak

800 Orang Lebih Hadiri Rapat Anggaran DKI di Puncak

Megapolitan
Cegah Penularan Rabies, 145 Hewan Divaksinasi di Johar Baru

Cegah Penularan Rabies, 145 Hewan Divaksinasi di Johar Baru

Megapolitan
Dua Kali Kejadian Begal Sepeda, Polsek Menteng Analisa Lokasi dan Waktu Kejadian

Dua Kali Kejadian Begal Sepeda, Polsek Menteng Analisa Lokasi dan Waktu Kejadian

Megapolitan
Pengendara Mobil yang Terekam Video Buang Sampah di Kalimalang Dicari Polisi

Pengendara Mobil yang Terekam Video Buang Sampah di Kalimalang Dicari Polisi

Megapolitan
Demo Buruh di Bogor, Bima Arya Ikut Berorasi dan Sampaikan Keberatan Kepada Jokowi

Demo Buruh di Bogor, Bima Arya Ikut Berorasi dan Sampaikan Keberatan Kepada Jokowi

Megapolitan
Bioskop di Jakarta Dibuka, Warga Minta Pengelola Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan

Bioskop di Jakarta Dibuka, Warga Minta Pengelola Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan

Megapolitan
Lubang untuk Aliran Air Dibuat di Jalanan Jaksel, Paling Banyak di Jalan Fatmawati

Lubang untuk Aliran Air Dibuat di Jalanan Jaksel, Paling Banyak di Jalan Fatmawati

Megapolitan
Wali Kota Tangsel: PSBB Diperpanjang karena Kasus Covid-19 Meningkat

Wali Kota Tangsel: PSBB Diperpanjang karena Kasus Covid-19 Meningkat

Megapolitan
Bawaslu Catatkan 23 Pelanggaran pada Pilkada Tangsel 2020, Kasus Netralitas ASN Mendominasi

Bawaslu Catatkan 23 Pelanggaran pada Pilkada Tangsel 2020, Kasus Netralitas ASN Mendominasi

Megapolitan
Dinkes Klaim Klaster Keluarga Covid-19 Kota Bekasi Telah Terkendali

Dinkes Klaim Klaster Keluarga Covid-19 Kota Bekasi Telah Terkendali

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X