Pembobol Uang Nasabah BRI Gunakan Alat dari Luar Negeri

Kompas.com - 17/03/2018, 15:33 WIB
Alat-alat skimming yang digunakan untuk membobol uang nasabah sejumlah bank dipamerkan polisi saat merilis kasus tersebut di Mapolda Metro Jaya, Sabtu (17/3/2018).KOMPAS.com/NURSITA SARI Alat-alat skimming yang digunakan untuk membobol uang nasabah sejumlah bank dipamerkan polisi saat merilis kasus tersebut di Mapolda Metro Jaya, Sabtu (17/3/2018).
Penulis Nursita Sari
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta mengatakan, komplotan pembobol uang nasabah BRI dan bank-bank lainnya menggunakan alat-alat dari luar negeri. Para penyedia alat itu juga berada di luar negeri.

Alat yang digunakan di antaranya skimmer atau alat pengkloning data nasabah, magnetic encoder, spy cam, dan lainnya.

"Kelompok penyedia ini mereka sudah menyediakan alat-alat, mulai dari software-nya, hardware, spy camera, kemudian alat skimming-nya. Alat ini berasal dari luar negeri," ujar Nico saat merilis kasus tersebut di Mapolda Metro Jaya, Sabtu (17/3/2018).

Nico menjelaskan, alat-alat itu dengan mudah didatangkan ke Indonesia karena bukanlah alat yang dilarang. Alat-alat itu merupakan teknologi yang disalahgunakan.


"Alat ini tidak ada yang dilarang, bukan senjata api, bukan bom, bukan obat-obatan terlarang. Ini teknologi biasa yang digabung-gabungkan, digunakan untuk kejahatan," kata dia.

Baca juga : Pembobol Uang Nasabah Bank Tukarkan Hasil Curiannya ke Bitcoin agar Sulit Disidik

Selain penyedia alat, ada dua kelompok lainnya yang memiliki peran berbeda, yakni pemasang alat-alat skimming di mesin anjungan tunai mandiri (ATM) dan kelompok pengambil uang.

"Kelompok yang memasang ini melihat beberapa titik-titik ATM yang kira-kira bisa dipasangi dengan aman. Mereka juga melihat situasi, jam, dengan menentukan sasaran ini, akhirnya alat dipasang," ucap Nico.

Lima anggota komplotan pembobol uang di ATM yang telah ditangkap yakni Caitanovici Andrean Stepan, Raul Kalai, Ionel Robert Lupu, Ferenc Hugyec, dan Milah Karmilah. Mereka adalah pemasang alat-alat skimming dan pengambil uang nasabah.

Baca juga : Pembobol Uang Nasabah BRI Bobol 64 Bank Dalam dan Luar Negeri 

Mereka dijerat dengan Pasal 263 KUHP, 363 KUHP, Pasal 46 Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, dan Pasal 3, 4, dan 5 Undang-undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Mengenal Oma A Lian, Lansia yang Masih Aktif dan Penuh Semangat

Mengenal Oma A Lian, Lansia yang Masih Aktif dan Penuh Semangat

Megapolitan
Lebih dari 1.300 Lansia Telantar Dirawat di Panti Sosial Milik Pemprov DKI

Lebih dari 1.300 Lansia Telantar Dirawat di Panti Sosial Milik Pemprov DKI

Megapolitan
Lansia Produktif di Jakarta Dapat Bantuan untuk Usaha

Lansia Produktif di Jakarta Dapat Bantuan untuk Usaha

Megapolitan
Lahan Kosong di Belakang Kantor Pemasaran Aprtemen Fiktif Jadi Tempat Buang Air Kecil

Lahan Kosong di Belakang Kantor Pemasaran Aprtemen Fiktif Jadi Tempat Buang Air Kecil

Megapolitan
Polisi Gandeng BPOM dan Dinkes Periksa Puskesmas soal Obat Kedaluwarsa

Polisi Gandeng BPOM dan Dinkes Periksa Puskesmas soal Obat Kedaluwarsa

Megapolitan
Atap Stadion BMW Bakal Bisa Buka Tutup

Atap Stadion BMW Bakal Bisa Buka Tutup

Megapolitan
Kasus Ibu Hamil Diberi Obat Kedaluwarsa, Pemkot Cek Puskesmas di Jakut

Kasus Ibu Hamil Diberi Obat Kedaluwarsa, Pemkot Cek Puskesmas di Jakut

Megapolitan
Polisi Hati-hati Tetapkan Tersangka Kasus Obat Kedaluwarsa di Puskesmas Kamal Muara

Polisi Hati-hati Tetapkan Tersangka Kasus Obat Kedaluwarsa di Puskesmas Kamal Muara

Megapolitan
40.419 Lansia di Jakarta Dapat Bantuan Rp 600.000 Per Bulan

40.419 Lansia di Jakarta Dapat Bantuan Rp 600.000 Per Bulan

Megapolitan
Polisi Olah TKP Lokasi Pembobolan Mobil Kru Trans7 di Sunter

Polisi Olah TKP Lokasi Pembobolan Mobil Kru Trans7 di Sunter

Megapolitan
Pelat Palsu TNI/Polri Dijual Rp 25 Juta di Toko Online

Pelat Palsu TNI/Polri Dijual Rp 25 Juta di Toko Online

Megapolitan
Komunitas Ini Beranggotakan 10.000 Orang Bernama Agus

Komunitas Ini Beranggotakan 10.000 Orang Bernama Agus

Megapolitan
LPSK akan Antar-Jemput Sekolah Siswi SMK Korban Pengeroyokan di Bekasi

LPSK akan Antar-Jemput Sekolah Siswi SMK Korban Pengeroyokan di Bekasi

Megapolitan
Imbas Pemutusan Listrik, Konsultan Pengelola Putus Kerja Sama dengan Pengurus Lama Apartemen Mediterania

Imbas Pemutusan Listrik, Konsultan Pengelola Putus Kerja Sama dengan Pengurus Lama Apartemen Mediterania

Megapolitan
Jakarta Internasional Stadium Akan Dibangun seperti Stadion Premier League

Jakarta Internasional Stadium Akan Dibangun seperti Stadion Premier League

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X