Tabrak Bus Transjakarta, Seorang Pemotor Meninggal Dunia

Kompas.com - 18/03/2018, 12:52 WIB
Ilustrasi THINKSTOCKIlustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Ali Mahfud, pengendara sepeda motor meninggal dunia menabrak bus Transjakarta saat melaju di sekitar lampu merah RS Tarakan, Cideng, Gambir, Jakarta Pusat pada Minggu (18/3/2018) sekitar pukul 09.05 WIB.

"Ali meninggal dunia ditempat, motornya ringsek, masuk kedalam kolong bus," kata Petugas Satuan Lalu Lintas Polres Metro Jakarta, Aipda Zaenal di lokasi.

Berdasarkan keterangan saksi, Zaenal mengatakan, bus berjalan pelan karena sedang ada car free day di Jalur Petojo.

"Dari arah Cideng ke Tanah Abang, sepeda motor tersebut melaju dengan kecepatan tinggi. Karena jarak yang dekat pengendara motor terbentur bodi bus," sebutnya.

Baca juga: Sopir Mengantuk, 6 Orang Tewas Dalam Tabrakan di Tol Cipali

Dari kejadian ini, motor milik Ali yaitu sepeda motor Yamaha R15 warna biru dengan nomor polisi B 4429 BOI mengalami kerusakan. Sementara jenazah pengendara dibawa ke rumah sakit.  "Kita langsung bawa korban ke RSCM untuk diotopsi," sebutnya.

Kecelakaan tersebut dibenarkan oleh Humas PT Transjakarta Wibowo. Ia menyebut kejadian tersebut dialami oleh Transjakarta dengan trayek Grogol-Harmoni.

"Laporan yang kami terima motor itu melaju dengan kecepatan tinggi. Motor itu menabrak bodi bus TJ Damri," kata Wibowo singkat saat dihubungi, pada Minggu.

Saat ini sopir bus tersebut dibawa ke kantor polisi satuan lalu lintas Jakarta Pusat untuk dimintai keterangan.

https://www.instagram.com/p/BgcsFVTh1PR/




Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lepas Jalan Sehat, Anies Sebut Jumlah Pejalan Kaki di Jakarta Paling Rendah Sedunia

Lepas Jalan Sehat, Anies Sebut Jumlah Pejalan Kaki di Jakarta Paling Rendah Sedunia

Megapolitan
Kadis SDA: Rumah yang Ambruk di Matraman Posisinya di Atas Saluran Air

Kadis SDA: Rumah yang Ambruk di Matraman Posisinya di Atas Saluran Air

Megapolitan
2 Rumah Ambruk di Matraman, Warga Khawatir Ada Kejadian Serupa

2 Rumah Ambruk di Matraman, Warga Khawatir Ada Kejadian Serupa

Megapolitan
Rute LRT Pulo Gadung-Kebayoran Lama yang Berimpitan dengan MRT Diminta Dievaluasi

Rute LRT Pulo Gadung-Kebayoran Lama yang Berimpitan dengan MRT Diminta Dievaluasi

Megapolitan
Mobil Tabrak Pagar Gereja Immanuel di Gambir, Sopir Diduga Mengantuk

Mobil Tabrak Pagar Gereja Immanuel di Gambir, Sopir Diduga Mengantuk

Megapolitan
Pemilik Rumah yang Ambruk di Matraman Berharap Dijenguk Anies

Pemilik Rumah yang Ambruk di Matraman Berharap Dijenguk Anies

Megapolitan
Besok, Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek II Dibuka, Tarif Masih Gratis

Besok, Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek II Dibuka, Tarif Masih Gratis

Megapolitan
Rumah Ambruk karena Galian Saluran, Pemilik Berharap Pemkot Bertanggung Jawab

Rumah Ambruk karena Galian Saluran, Pemilik Berharap Pemkot Bertanggung Jawab

Megapolitan
Polisi Serahkan Secara Simbolis Jenazah Warga Pakistan Tersangka Kasus Narkoba

Polisi Serahkan Secara Simbolis Jenazah Warga Pakistan Tersangka Kasus Narkoba

Megapolitan
2 Rumah di Matraman Ambruk, Diduga karena Pengerjaan Saluran Air

2 Rumah di Matraman Ambruk, Diduga karena Pengerjaan Saluran Air

Megapolitan
Cerita Bowo Dirikan Bilik Pintar buat Anak-anak Pemulung di Menteng Atas

Cerita Bowo Dirikan Bilik Pintar buat Anak-anak Pemulung di Menteng Atas

Megapolitan
Kota Bogor Rentan Bencana Tanah Longsor Saat Musim Hujan

Kota Bogor Rentan Bencana Tanah Longsor Saat Musim Hujan

Megapolitan
Bangun Bilik Pintar untuk Anak-anak Pemulung, Ini Alasan Bowo

Bangun Bilik Pintar untuk Anak-anak Pemulung, Ini Alasan Bowo

Megapolitan
Alasan Pembeli Sepatu Compass Rela Antre Semalaman: Kayaknya Gaul Gitu...

Alasan Pembeli Sepatu Compass Rela Antre Semalaman: Kayaknya Gaul Gitu...

Megapolitan
7 Fakta Kelihaian Azura Luna, Mengaku Sosialita Indonesia dan Menipu di Hong Kong

7 Fakta Kelihaian Azura Luna, Mengaku Sosialita Indonesia dan Menipu di Hong Kong

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X