Polisi Akan Panggil Retail yang Terima Produk Kedaluwarsa dari PT PRS

Kompas.com - 21/03/2018, 16:12 WIB
Gudang PT. PRS (Pandawa Rezeki Semesta) tempat penyimpanan produk makanan siap edar yang telah diganti masa kadaluwarsanya pada Rabu (21/3/2018). RIMA WAHYUNINGRUMGudang PT. PRS (Pandawa Rezeki Semesta) tempat penyimpanan produk makanan siap edar yang telah diganti masa kadaluwarsanya pada Rabu (21/3/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Polisi menggandeng Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) DKI Jakarta untuk memberikan imbauan tentang produk kedaluwarsa.

Imbauan ini menyusul temuan PT Pandawa Rezeki Semesta (PRS) yang mendistribusikan produk makanan impor kedaluwarsa ke sejumlah retail yang tersebar di beberapa kota di Indonesia.

"Kami akan panggil retail-retail (yang menerima barang PT PRS) ini dan kami imbau untuk menarik barang-barangnya. Kami imbau juga kepada retail-retail, barang ini juga sangat susah dibedakan masyarakat awam," kata Kapolres Jakarta Barat Hengki Haryadi di Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (21/3/2018).

Baca juga: Polisi Ungkap Modus Perusahaan yang Distribusikan Makanan Kedaluwarsa

PT PRS mendistribusikan makanan olahan dari Kraft asal Amerika Serikat dan Masterfood asal Australia. Produknya terdiri dari susu, mayonais, bumbu instan, selai, minyak, kacang-kacangan, saos, biskuit dan lain-lain.

Hengki meminta para retail lebih jeli ketika menerima makanan dari perusahaan distributor. Hal tersebut dilakukan agar tidak tersebar lebih luas kepada konsumen.

"Di sini mereka melakukan penggantian label masa kedaluwarsa. Tidak hanya dalam hitungan bulan, tetapi juga tahunan," ujarnya. 

Baca juga: Terungkapnya Peredaran Makanan Impor Kedaluwarsa di Jabodetabek...

Kasubnit 2 Krimsus Polres Metro Jakarta Barat Steven Chang selaku pimpinan tim penggeledahan PT PRS mengatakan, retail mudah menerima makanan hanya dengan dua syarat.

"Dari retail, biasanya mereka hanya memeriksa surat izin Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) dan kedaluwarsa produk," kata Steven.

Saat ini, polisi tengah mengembangkan kasus peredaran makanan kedaluwarsa dari PT PRS, termasuk jumlah retail yang menerima produk dari perusahaan tersebut.

Baca juga: Omzet Perusahaan yang Distribusikan Makanan Kedaluwarsa Capai Rp 6 Miliar Per Bulan

Dari kejadian tersebut, Polres Metro Jakarta Barat mengamankan tiga tersangka, yaitu Direktur PT PRS RA (36), kepala gudang di Cengkareng DG (27), dan kepala gudang di Tambora AH (33).

Polisi mengamankan 96.060 produk makanan, 1 unit mesin cetak label, 1 botol cairan penghapus label, sebuah alat pres penempel tanggal, dan lain-lain. 

Kompas TV Kepolisian Resor Jakarta Barat mengungkap 3 orang tersangka produsen pemalsuan izin edar produk makanan di sebuah gudang.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE: Pasien Covid-19 di RS Wisma Atlet Kemayoran Berkurang, Kini 4.078 Orang

UPDATE: Pasien Covid-19 di RS Wisma Atlet Kemayoran Berkurang, Kini 4.078 Orang

Megapolitan
5 GOR dan Gedung Kesenian di Jakpus Siap Tampung Pasien Covid-19

5 GOR dan Gedung Kesenian di Jakpus Siap Tampung Pasien Covid-19

Megapolitan
Penuhnya TPU untuk Jenazah Pasien Covid-19 dan Lahan Baru di Jakarta...

Penuhnya TPU untuk Jenazah Pasien Covid-19 dan Lahan Baru di Jakarta...

Megapolitan
Petugas TPU Jombang Telah Makamkan 119 Jenazah dengan Menerapkan Protokol Covid-19 sejak Awal Tahun

Petugas TPU Jombang Telah Makamkan 119 Jenazah dengan Menerapkan Protokol Covid-19 sejak Awal Tahun

Megapolitan
Penyelundup 4 Kali Bawa Sabu via Bus dari Palembang ke Jakarta

Penyelundup 4 Kali Bawa Sabu via Bus dari Palembang ke Jakarta

Megapolitan
3.900 Tenaga Kesehatan Kota Bekasi Sudah Divaksin Covid-19

3.900 Tenaga Kesehatan Kota Bekasi Sudah Divaksin Covid-19

Megapolitan
RS Penuh, Pemerintah Belum Bayar Uang Perawatan Pasien Covid-19

RS Penuh, Pemerintah Belum Bayar Uang Perawatan Pasien Covid-19

Megapolitan
Sebaran Pasien Covid-19 Per Kecamatan di Depok, Beji Terbanyak

Sebaran Pasien Covid-19 Per Kecamatan di Depok, Beji Terbanyak

Megapolitan
Seorang Perempuan Tewas Bunuh Diri, Lompat dari Lantai 25 Apartemen di Penjaringan

Seorang Perempuan Tewas Bunuh Diri, Lompat dari Lantai 25 Apartemen di Penjaringan

Megapolitan
Hati-hati, Pidana Mengintai Pembuat hingga Pengguna Surat Tes Covid-19 Palsu

Hati-hati, Pidana Mengintai Pembuat hingga Pengguna Surat Tes Covid-19 Palsu

Megapolitan
KPU Tangsel Siapkan Diri Hadapi Gugatan Kubu Muhamad-Sara

KPU Tangsel Siapkan Diri Hadapi Gugatan Kubu Muhamad-Sara

Megapolitan
Jakarta Punya 4 Layanan Kesehatan Gratis bagi Warga di Luar JKN

Jakarta Punya 4 Layanan Kesehatan Gratis bagi Warga di Luar JKN

Megapolitan
Saat Kasus Pemalsuan Hasil Tes PCR Terungkap dan Pelakunya Dibekuk Polisi. . .

Saat Kasus Pemalsuan Hasil Tes PCR Terungkap dan Pelakunya Dibekuk Polisi. . .

Megapolitan
Satu Orang Tewas dalam Pertikaian Anggota Ormas di Bekasi

Satu Orang Tewas dalam Pertikaian Anggota Ormas di Bekasi

Megapolitan
Jakarta Makamkan Sekitar 190 Jenazah Per Hari, Lebih dari Separuh Korban Covid-19

Jakarta Makamkan Sekitar 190 Jenazah Per Hari, Lebih dari Separuh Korban Covid-19

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X