Kompas.com - 22/03/2018, 13:50 WIB
Sidang gugatan Perhimpunan Sosial Candra Naya (PSCN) atau Sin Ming Hui terhadap Yayasan Kesehatan Sumber Waras (YKSW) terkait pengalihan tanah RS Sumber Waras kepada Pemprov DKI Jakarta, di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Kamis (14/7/2016). Nursita SariSidang gugatan Perhimpunan Sosial Candra Naya (PSCN) atau Sin Ming Hui terhadap Yayasan Kesehatan Sumber Waras (YKSW) terkait pengalihan tanah RS Sumber Waras kepada Pemprov DKI Jakarta, di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Kamis (14/7/2016).

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelaku kasus penggelapan sertifikat Rumah Sakit (RS) Sumber Waras, I Wayan Suparmin, selaku ketua Perhimpunan Sosial Candra Naya (PSCN) menyerahkan diri setelah dua tahun jadi buronan.

Kasie Intel Kejari Jakarta Barat, Teguh Ananto, mengatakan Wayan kabur ke Thailand dengan alasan menenangkan diri pada 24 Maret 2016.

"Pada awal Febuari sudah kembali ke Indonesia dan diburu, hingga akhirnya hari Rabu kemarin, tanggal 21 Maret 2018, terdakwa menyerahkan diri ke kejaksaan," kata Teguh di kantornya di Kembangan, Jakarta Barat, Kamis ini.

Teguh menjelaskan, Wayan ke luar negeri setelah dibebaskan dari vonis 1,5 tahun penjara usai melakukan banding ke Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta pada 23 September 2015.

"Hakim menilai ini kasus perdata bukan pidana," kata Teguh.

Namun, jaksa penuntut umum keberatan dengan putusan tersebut dan mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA) pada 13 April 2016. Sejak itu, Wayan divonis 1 tahun 6 bulan.

"Diduga ia telah lebih dulu melarikan diri ke luar negeri setelah mengetahui putusan kasasi " kata Teguh.

Rabu kemarin, kejaksaan mengeksekusi terpidana ke Lapas Suka Miskin, Bandung Jawa Barat pada sekitar pukul 21.00 WIB.

"Yang bersangkutan minta sudah sakit-sakitan dan pihak keluarga besarnya ada di Bandung," katanya.

PCSN atau yang dulu bernama Sin Ming Hui adalah pendiri RS Sumber Waras pada 1962. Pada tahun yang sama kepemilikian RS Sumber Waras berpindah ke Yayasan Kesehatan Sumber Waras (YKSW).

Namun, bank menyerahkan sertifikat tanah hak milik ke Wayan dari PCSN sementara kepemilikan telah lama dipegang oleh YKSW.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

MUI DKI Jakarta Haramkan Bermain Petasan dan Kembang Api

MUI DKI Jakarta Haramkan Bermain Petasan dan Kembang Api

Megapolitan
Fakta Menarik Irene Sukandar: Ambisi Kalahkan Kakak, Keliling Pasar Latih Mental, dan Karier Cemerlang

Fakta Menarik Irene Sukandar: Ambisi Kalahkan Kakak, Keliling Pasar Latih Mental, dan Karier Cemerlang

Megapolitan
Polisi Tangkap Tersangka Pelaku Penusukan Pemuda di Kalideres

Polisi Tangkap Tersangka Pelaku Penusukan Pemuda di Kalideres

Megapolitan
Disdik DKI Klaim Uji Coba Sekolah Tatap Muka Berjalan Lancar

Disdik DKI Klaim Uji Coba Sekolah Tatap Muka Berjalan Lancar

Megapolitan
Masjid Agung Al Jihad di Ciputat Berawal dari Surau

Masjid Agung Al Jihad di Ciputat Berawal dari Surau

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Kasus KDRT Serpong, Istri Dipaksa Pompa ASI oleh Suami hingga Dianiaya

[POPULER JABODETABEK] Kasus KDRT Serpong, Istri Dipaksa Pompa ASI oleh Suami hingga Dianiaya

Megapolitan
Rantai Sepeda Motor Terkunci, Pemotor Tabrak Tiang Listrik di Cipete

Rantai Sepeda Motor Terkunci, Pemotor Tabrak Tiang Listrik di Cipete

Megapolitan
Sidang Kasus Rizieq Dilanjutkan Hari Ini, Jaksa Akan Hadirkan 5 Saksi

Sidang Kasus Rizieq Dilanjutkan Hari Ini, Jaksa Akan Hadirkan 5 Saksi

Megapolitan
Masih Ada 594 Kasus Aktif Covid-19 di Kabupaten Bekasi

Masih Ada 594 Kasus Aktif Covid-19 di Kabupaten Bekasi

Megapolitan
Trotoar Margonda Depok Akan Diperlebar, di Atasnya Ada Jalur Sepeda

Trotoar Margonda Depok Akan Diperlebar, di Atasnya Ada Jalur Sepeda

Megapolitan
[Update 21 April]: Kasus Covid-19 Kota Tangerang Bertambah 21 Pasien

[Update 21 April]: Kasus Covid-19 Kota Tangerang Bertambah 21 Pasien

Megapolitan
Vaksinasi Covid-19 untuk Lansia di RS UI Kini Dibuka untuk Umum, Tak Hanya Warga Depok

Vaksinasi Covid-19 untuk Lansia di RS UI Kini Dibuka untuk Umum, Tak Hanya Warga Depok

Megapolitan
Mudik Dilarang, Pemkot Bekasi Godok Ketentuan SIKM

Mudik Dilarang, Pemkot Bekasi Godok Ketentuan SIKM

Megapolitan
Relief dari Sultan Ageng Tirtayasa hingga Makam Sepupu Imam Masjidil Haram di Masjid Jami Kalipasir

Relief dari Sultan Ageng Tirtayasa hingga Makam Sepupu Imam Masjidil Haram di Masjid Jami Kalipasir

Megapolitan
Artis Rio Reifan 4 Kali Ditangkap karena Narkoba dan Belum Pernah Direhabilitasi

Artis Rio Reifan 4 Kali Ditangkap karena Narkoba dan Belum Pernah Direhabilitasi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X