Produk Ikan Kaleng Asal China Mengandung Cacing, Salah Satu Importirnya dari Jakarta

Kompas.com - 22/03/2018, 21:42 WIB
Kepala BPOM Kepri Yosef Dwi Irawan melakukan pengawasan dan penarikan produk ikan kaleng Farmerjack, 10, dan Hoki dari salah satu impotir yang ada di kawasan Batam Centre. KOMPAS.com / HADI MAULANAKepala BPOM Kepri Yosef Dwi Irawan melakukan pengawasan dan penarikan produk ikan kaleng Farmerjack, 10, dan Hoki dari salah satu impotir yang ada di kawasan Batam Centre.

JAKARTA, KOMPAS.com - Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) menemukan cacing mati dalam produk ikan makarel kaleng impor.

Menurut Kepala BBPOM DKI Jakarta Sukriadi Darma, salah satu importir produk yang mengandung cacing mati tersebut berasal dari Jakarta. Lainnya ada di Batam.

"Itu produk yang bermasalah itu semua dari China. Kenapa banyak Pekanbaru dan Batam, karena importirnya ada di sana. Satunya ada di Jakarta," kata Sukriadi Darma kepada Kompas.com,Kamis (22/3/2018).

Baca juga : Tiga Merek Sarden Kaleng yang Terindikasi Mengandung Cacing Berasal dari China

Ketiga merek ikan makarel kaleng impor tersebut yaitu Farmerjack, IO, dan HOKI dengan ukuran 425 gram yang diolah dengan saus tomat.

Adapun importir Farmerjack dan IO ada di Batam, sedangkan HOKI importirnya berasal dari Jakarta.

Farmerjack memiliki kemasan berwarna hijau tua dengan gambar seekor ikan dan tiga buah tomat.

Sementara itu, kemasan HOKI berwarna merah dengan gambar dua ikan dan tomat. Kemudian merek IO berwarna hitam dengan logo berbentuk hati dan gambar seekor ikan serta tomat.

Berangkat dari kejadian ini, Sukriadi mengatakan bahwa pihaknya melakukan sidak ke beberapa retail makanan impor di Jakarta hari ini.

"Karena kalau makanan impor di tempat lain ada, kemungkinan Jakarta ada. Sementara tim saya sudah jalan, kita baru mulai tadi pagi," katanya.

Baca juga : Terindikasi Mengandung Cacing, Tiga Merek Sarden Kaleng Akan Ditarik

Mengenai hasil sidak, Sukriadi mengaku belum mendapatkan datanya. Menurut dia, cacing mati yang berada dalam makanan olahan dapat menimbulkan alergi yang berujung pada kematian jika tidak ditangani dengan baik.

"Bisa jadi dari kesalahan produksi atau ada kebocoran pada produknya," katanya.

Sukriadi pun meminta para importir segera menarik produknya. Ia mengatakan, BPPOM tetap melakukan pengawasan terhadap peredaran produk ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE 18 Januari: 856 Kasus Omicron di Jakarta, Kasus Aktif Covid-19 Capai 4.297

UPDATE 18 Januari: 856 Kasus Omicron di Jakarta, Kasus Aktif Covid-19 Capai 4.297

Megapolitan
Pelajar dan Pengajar Positif Covid-19 Selama PTM 100 Persen, 6 Sekolah di Jakarta Barat Ditutup Sementara

Pelajar dan Pengajar Positif Covid-19 Selama PTM 100 Persen, 6 Sekolah di Jakarta Barat Ditutup Sementara

Megapolitan
Wagub Berharap Jakarta Tetap Daerah Khusus meski Tak Lagi Ibu Kota

Wagub Berharap Jakarta Tetap Daerah Khusus meski Tak Lagi Ibu Kota

Megapolitan
Lapas Kelebihan Kapasitas, Kajati Jabar: Kasus Kecil Tak Perlu Masuk Pengadilan

Lapas Kelebihan Kapasitas, Kajati Jabar: Kasus Kecil Tak Perlu Masuk Pengadilan

Megapolitan
Polisi Tetapkan 6 Tersangka Pengeroyokan Anggota TNI AD, 3 Pelaku Masih Buron

Polisi Tetapkan 6 Tersangka Pengeroyokan Anggota TNI AD, 3 Pelaku Masih Buron

Megapolitan
Kasus Covid-19 Ditemukan di Dua Sekolah, Sebagian Siswa Kembali Belajar secara Daring

Kasus Covid-19 Ditemukan di Dua Sekolah, Sebagian Siswa Kembali Belajar secara Daring

Megapolitan
Duduk Perkara Yusuf Mansur Digugat 3 Pekerja Migran atas Program Tabung Tanah

Duduk Perkara Yusuf Mansur Digugat 3 Pekerja Migran atas Program Tabung Tanah

Megapolitan
Daftar Wilayah di Jakarta yang Terendam Banjir, Ketinggian Capai 70 cm

Daftar Wilayah di Jakarta yang Terendam Banjir, Ketinggian Capai 70 cm

Megapolitan
Wagub Sebut UU Soal Kekhususan DKI Jakarta Akan Segera Direvisi

Wagub Sebut UU Soal Kekhususan DKI Jakarta Akan Segera Direvisi

Megapolitan
Pemkab Bekasi Siapkan 20.000 Liter Minyak Goreng untuk Operasi Pasar Kedua

Pemkab Bekasi Siapkan 20.000 Liter Minyak Goreng untuk Operasi Pasar Kedua

Megapolitan
Pengemudi Diduga Epilepsi, Suzuki Ertiga Tabrak 2 Mobil dan 2 Pemotor di Bogor

Pengemudi Diduga Epilepsi, Suzuki Ertiga Tabrak 2 Mobil dan 2 Pemotor di Bogor

Megapolitan
Ardhito Pramono Jalani Asesmen di BNNP DKI, Hasil Keluar 2 Pekan Lagi

Ardhito Pramono Jalani Asesmen di BNNP DKI, Hasil Keluar 2 Pekan Lagi

Megapolitan
Bagaimana Nasib Pembangunan Jakarta Setelah Tak Lagi Jadi Ibu Kota Negara?

Bagaimana Nasib Pembangunan Jakarta Setelah Tak Lagi Jadi Ibu Kota Negara?

Megapolitan
Imbas Banjir Jakarta, 5 Rute Transjakarta Dialihkan, Ini Rinciannya

Imbas Banjir Jakarta, 5 Rute Transjakarta Dialihkan, Ini Rinciannya

Megapolitan
Polisi Tetapkan 6 Tersangka Pengeroyokan Anggota TNI AD di Jakarta Utara

Polisi Tetapkan 6 Tersangka Pengeroyokan Anggota TNI AD di Jakarta Utara

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.