Teman Dipukul, 100 Ojek "Online" Datangi Apartemen Green Pramuka

Kompas.com - 23/03/2018, 06:10 WIB
Massa ojek online tiba di Kantor Kemenhub di Meden Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (23/11/2017), sekitar pukul 12.00 WIB. Mereka mendesak Kemenhub terbitkan aturan untuk ojek online. Ridwan Aji Pitoko/KOMPAS.comMassa ojek online tiba di Kantor Kemenhub di Meden Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (23/11/2017), sekitar pukul 12.00 WIB. Mereka mendesak Kemenhub terbitkan aturan untuk ojek online.

JAKARTA, KOMPAS.com — Kapolsek Cempaka Putih Kompol Rosiana Nurwidajati mengatakan, sekitar 100 pengemudi ojek online yang mendatangi Apartemen Green Pramuka, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Rabu (21/3/2018) lalu. Mereka datang untuk meminta penjelasan dari sekuriti Apartemen Green Pramukan berinsial AM yang telah memukul rekan mereka berinisial DA.

"Memang mereka datang, sekitar 100 ojeklah," ujar Rosiana saat dihubungi, Kamis kemarin.

Rosiana mengatakan, mereka datang setelah mendapat informasi melalui pesan di grup WhatsApp yang menyebut DA telah dipukuli oleh sekuriti apartemen.

Namun, kedatangan ratusan pengemudi ojek online itu bukan untuk melakukan tindakan anarkistis. Mereka hanya meminta penjelasan dari manajemen apartemen. Rosiana menjelaskan, para ojek online mengatakan tak ingin kejadian anarkistis seperti yang terjadi di underpass Senen beberapa waktu yang lalu terulang.

Pada kejadian di underpass Senen, sejumlah ojek online secara berkelompok melakukan perusakan mobil dan pemukulan terhadap penumpang mobil tersebut.

Baca juga: Tersangka Ojek "Online" Bantah Rusak Mobil X-Trail di Underpass Senen

Saat mengetahui AM dan DA telah berada di Mapolsek Cempaka Putih, ratusan ojek online bergegas mendatangi Mapolsek. Rosiana kemudian mempertemukan ratusan ojek online dengan DA.

Setelah mendapatkan informasi yang jelas, mereka kemudian meninggalkan Mapolsek.

"Jadi mereka datang seperti solidaritas, tapi ada yang nyahut ada yang enggak. Pada dasarnya, ojek online sudah sadar, mereka belajar dari pengalaman waktu di Senen. Saya bawa mereka terus sama panggil korbannya. Mereka kemudian balik dengan kondusif," ujar Rosiana.

Kejadian itu berawal saat pengemudi ojek online, DA, berhenti di depan pintu masuk Apartemen Green Pramuka. Sekuriti AM menegur DA sebanyak tiga kali untuk segera pindah. Alasannya, area masuk apartemen harus steril dari kendaraan berhenti atau parkir.

Kesal teguran tidak ditanggapi, AM memukul bagian hidung DA sebanyak dua kali yang membuat DA terjatuh. Merasa tidak senang, DA melaporkan perbuatan yang dilakukan AM ke Polsek Cempaka Putih. Dari proses pemeriksaan, polisi akhirnya menetapkan AM sebagai tersangka pemukulan DA.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

7.666 Orang Ajukan SIKM, Hanya 1.422 yang Disetujui

7.666 Orang Ajukan SIKM, Hanya 1.422 yang Disetujui

Megapolitan
Kepala Bocah WNA Tersangkut di Besi Teralis, Dibebaskan Petugas Damkar

Kepala Bocah WNA Tersangkut di Besi Teralis, Dibebaskan Petugas Damkar

Megapolitan
Siapkan New Normal, Kabupaten Tangerang Izinkan Tempat Ibadah Dibuka

Siapkan New Normal, Kabupaten Tangerang Izinkan Tempat Ibadah Dibuka

Megapolitan
Dua Hari, 160 Kendaraan dari Luar Kota Dipaksa Putar Balik Saat Hendak Masuk Jaksel

Dua Hari, 160 Kendaraan dari Luar Kota Dipaksa Putar Balik Saat Hendak Masuk Jaksel

Megapolitan
Warga Cempaka Putih Timur Panen Bersama Sayuran Hidroponik di Tengah PSBB

Warga Cempaka Putih Timur Panen Bersama Sayuran Hidroponik di Tengah PSBB

Megapolitan
Sopir Bajaj Jadi Tersangka Terkait Tabrakan dengan Bus Transjakarta di Pademangan

Sopir Bajaj Jadi Tersangka Terkait Tabrakan dengan Bus Transjakarta di Pademangan

Megapolitan
Masuk Jakarta Tanpa SKIM, 4 Warga Lenteng Agung Karantina Mandiri, Rumah Dipasang Stiker

Masuk Jakarta Tanpa SKIM, 4 Warga Lenteng Agung Karantina Mandiri, Rumah Dipasang Stiker

Megapolitan
THR TGUPP Tak Dipangkas, Ketua Komisi A DPRD: Ini soal Empati

THR TGUPP Tak Dipangkas, Ketua Komisi A DPRD: Ini soal Empati

Megapolitan
Pemkot Bekasi Bagikan Masker Kain ke Seluruh Tempat Ibadah yang Boleh Beroperasi

Pemkot Bekasi Bagikan Masker Kain ke Seluruh Tempat Ibadah yang Boleh Beroperasi

Megapolitan
Periode PSBB Jawa Barat dan Depok Beda, Asosiasi Mal Bingung

Periode PSBB Jawa Barat dan Depok Beda, Asosiasi Mal Bingung

Megapolitan
Dari Tegal, 4 Warga Lenteng Agung Masuk Jakarta Tanpa SIKM, Lurah Bingung

Dari Tegal, 4 Warga Lenteng Agung Masuk Jakarta Tanpa SIKM, Lurah Bingung

Megapolitan
Asosiasi: Mal di Depok Buka jika PSBB Selesai

Asosiasi: Mal di Depok Buka jika PSBB Selesai

Megapolitan
171.046 Kendaraan Menuju Jakarta Dalam 3 Hari Arus Balik Lebaran

171.046 Kendaraan Menuju Jakarta Dalam 3 Hari Arus Balik Lebaran

Megapolitan
Penjelasan BKD soal Pemotongan Tunjangan PNS DKI Terkait Pandemi Covid-19

Penjelasan BKD soal Pemotongan Tunjangan PNS DKI Terkait Pandemi Covid-19

Megapolitan
Simak Jadwal PPDB SD dan SMP Tahun Ajaran 2020-2021 di Kota Tangerang

Simak Jadwal PPDB SD dan SMP Tahun Ajaran 2020-2021 di Kota Tangerang

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X