Anies Siapkan Tim untuk Tindak Lanjuti Putusan MA soal Swastanisasi Air

Kompas.com - 25/03/2018, 15:38 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Monas, Minggu (25/3/2018) KOMPAS.com/Stanly RavelGubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Monas, Minggu (25/3/2018)
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan siap membentuk tim untuk menindaklanjuti putusan Mahkamah Agung (MA) terkait penghentian swastanisasi air di Ibu Kota yang dijalankan oleh PT Paljaya dan PT Aetra.

"Saya instruksikan kepada Komite Harmonisasi Regulasi melakukan review atas semua aturan, memastikan kami menaati semua putusan MA," ujar Anies kepada wartawan di kawasan Bundaran HI, Minggu (25/3/2018).

Anies menambahkan, pihaknya juga akan meninjau kembali secara keseluruhan perjalanan penyediaan air di Jakarta. Selain itu, roadmap penyediaan air bersih bagi warga juga akan dibuat.

"Jadi bukan hanya aturan-aturan kecilnya, tapi ada roadmap-nya. Di situ nanti kami bisa mengelola siapa dan berperan apa," katanya.

Baca juga: Sandiaga: Putusan MA soal Stop Swastanisasi Air Akan Dijalankan Serius

Anies menjelaskan bahwa tim tersebut akan terdiri dari stakesholder terkait, mulai dari akademisi, Badan Geologi, persatuan insinyur, hingga asosiasi perpipaan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara mengenai waktu pembentukan tim tersebut, Anies mengatakan sesegera mungkin. Namun, tidak ada target khusus kapan akan mulai dibentuk.

"Lebih awal lebih baik, tapi kami enggak mau buru-buru langsung putuskan besok atau lusa. Saat ini sedang mencari komposisinya agar enggak ada yang terlewat," tutur Anies.

Sebelumnya diberitakan, MA memutuskan menghentikan kebijakan swastanisasi air di Jakarta. MA menilai konsep swastanisasi melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 13 Tahun 1992 mengenai Perusahan Daerah Air Minum DKI Jakarta (PAM Jaya) karena membuat perjanjian dengan pihak swasta.

Akibat dari swastanisasi air, PAM Jaya harus kehilangan pengelola air minum akibat diambil alih pihak swasta.

Baca juga: MA Putuskan Penghentian Swastanisasi Air, Ini Kata Aetra...

Kompas TV Di Bandung, Jawa Barat, Basarnas, mencoba menyulap air Sungai Citarum di lokasi banjir, jadi air yang layak pakai.

 



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE 25 Juni: 761 Pasien Covid-19 Dirawat di Tangsel, RS Rujukan Hampir Penuh

UPDATE 25 Juni: 761 Pasien Covid-19 Dirawat di Tangsel, RS Rujukan Hampir Penuh

Megapolitan
Cerita Tenaga Kesehatan Tangani Para Pasien Covid-19 Muda Separah Lansia

Cerita Tenaga Kesehatan Tangani Para Pasien Covid-19 Muda Separah Lansia

Megapolitan
UPDATE 25 Juni: Depok Kembali Catat Rekor, Ada 657 Kasus Baru Covid-19 Hari Ini

UPDATE 25 Juni: Depok Kembali Catat Rekor, Ada 657 Kasus Baru Covid-19 Hari Ini

Megapolitan
UPDATE 25 Juni: Tambah 6.934, Total Kasus Covid-19 di Jakarta Tembus Setengah Juta

UPDATE 25 Juni: Tambah 6.934, Total Kasus Covid-19 di Jakarta Tembus Setengah Juta

Megapolitan
Asrama Haji Pondok Gede Disiapkan Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Asrama Haji Pondok Gede Disiapkan Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Megapolitan
Efektif Tekan Mobilitas, Ganjil Genap di Kota Bogor Diberlakukan Lagi Akhir Pekan Ini

Efektif Tekan Mobilitas, Ganjil Genap di Kota Bogor Diberlakukan Lagi Akhir Pekan Ini

Megapolitan
Penyesuaian Operasional Transportasi Publik: MRT, LRT dan Transjakarta hingga Pukul 21.00

Penyesuaian Operasional Transportasi Publik: MRT, LRT dan Transjakarta hingga Pukul 21.00

Megapolitan
Menangis Tak Mampu Tolong Warga Kritis Covid-19, Wakapolres: Maaf Bu, Tadi Saya Janji Bawa Bapak Selamat

Menangis Tak Mampu Tolong Warga Kritis Covid-19, Wakapolres: Maaf Bu, Tadi Saya Janji Bawa Bapak Selamat

Megapolitan
Jenazah Pasien Covid-19 di Tangsel Mulai Dimakamkan Tanpa Peti Mati karena Stok Habis

Jenazah Pasien Covid-19 di Tangsel Mulai Dimakamkan Tanpa Peti Mati karena Stok Habis

Megapolitan
Pasien Kritis Terbaring di Tikar dan Pikap, Dirut RSUD Kota Bekasi: Covid-19 Itu Nyata

Pasien Kritis Terbaring di Tikar dan Pikap, Dirut RSUD Kota Bekasi: Covid-19 Itu Nyata

Megapolitan
Kasus Covid-19 Meningkat, Pemprov DKI Batasi Kunjungan ke TPU

Kasus Covid-19 Meningkat, Pemprov DKI Batasi Kunjungan ke TPU

Megapolitan
Warga Tangerang Meninggal Usai Divaksinasi Covid-19, IDI Minta Keluarganya Laporkan Kronologi Lengkap

Warga Tangerang Meninggal Usai Divaksinasi Covid-19, IDI Minta Keluarganya Laporkan Kronologi Lengkap

Megapolitan
Dirikan Tenda Darurat, RSUD Tarakan Pinjam Lahan SDN 02 Cideng

Dirikan Tenda Darurat, RSUD Tarakan Pinjam Lahan SDN 02 Cideng

Megapolitan
Pemakaman dengan Protap Covid-19 Tembus 1.001, TPU Jombang Siapkan Lahan Baru

Pemakaman dengan Protap Covid-19 Tembus 1.001, TPU Jombang Siapkan Lahan Baru

Megapolitan
Nakes Kewalahan, RSUD Bekasi Minta Tambahan Relawan untuk Tangani Pasien Covid-19

Nakes Kewalahan, RSUD Bekasi Minta Tambahan Relawan untuk Tangani Pasien Covid-19

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X