Ada Lautan Busa di Marunda, Warga Diimbau Tak Pakai Deterjen Berlebihan

Kompas.com - 25/03/2018, 19:31 WIB
Busa memenuhi perairan Kanal Banjir Timur di dekat Pintu Air Weir 3, Marunda, Jakarta Utara, Jumat (23/3/2018). KOMPAS.COM/Ardito Ramadhan DBusa memenuhi perairan Kanal Banjir Timur di dekat Pintu Air Weir 3, Marunda, Jakarta Utara, Jumat (23/3/2018).
Penulis Nursita Sari
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Bidang Pengendalian Dampak Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Andono Warih mengimbau warga tidak berlebihan menggunakan deterjen.

Sebab, penggunaan deterjen yang berlebihan dapat mencemari perairan di Jakarta hingga dapat menimbulkan lautan busa di Kanal Banjir Timur (KBT) Marunda, Jakarta Utara.

"Lebih rasional lah menggunakan deterjen. Kadang-kadang kan kita juga lebay juga tuh ya. Nyuci sebenarnya cukup satu sendok deterjen, ini kalau enggak berbuih banyak, enggak puas," ujar Andono saat dihubungi Kompas.com, Minggu (25/3/2018).

Baca juga : Ada Lautan Busa di Marunda, Sandiaga Akan Temui Pengusaha Laundry

Andono menyampaikan, Jakarta saat ini belum memiliki sistem pengolahan air limbah atau sewerage system yang ideal. Saluran air hujan masih menyatu dengan saluran air limbah yang dialirkan ke kanal-kanal.

Akibatnya, semua limbah rumah tangga juga ikut mencemari lingkungan. Apalagi, Andono menyebut deterjen yang ada di Indonesia ini dikategorikan hard detergent dengan kadar fosfat tinggi yang menghasilkan banyak buih dan tak ramah lingkungan.

"Ini persoalan kita bersama juga. Jadi, mengedukasi, jangan kita terlalu hambur (menggunakan deterjen). Jangan terlalu berlebihan, kalau berlebihan artinya akan menimbulkan beban di lingkungan," kata Andono.

Baca juga : Limbah Deterjen Warga Penyebab Lautan Busa di KBT Marunda

Memberikan edukasi kepada warga terkait penggunaan deterjen merupakan langkah jangka pendek yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengurangi pencemaran air dari limbah deterjen.

Dalam jangka panjang, Pemprov DKI akan membuat sewerage system di 15 zona di Jakarta yang sudah direncanakan sejak 2012.

Dengan adanya sewerage system, saluran air limbah akan dipisahkan dengan saluran air hujan.

Air limbah akan disalurkan ke waduk yang ditentukan sebagai pusat pengolahan air limbah atau centralized treatment plan.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Evaluasi Hari Pertama Ganjil Genap DKI, Pelanggar Capai 1.195 Kendaraan

Evaluasi Hari Pertama Ganjil Genap DKI, Pelanggar Capai 1.195 Kendaraan

Megapolitan
Dishub DKI Jakarta Sebut Ganjil Genap Bikin Volume Lalin Turun 2 Persen

Dishub DKI Jakarta Sebut Ganjil Genap Bikin Volume Lalin Turun 2 Persen

Megapolitan
Simulasi Tatap Muka, Enam Sekolah di Bekasi Akan Diverifikasi Ulang 2 Minggu Sekali

Simulasi Tatap Muka, Enam Sekolah di Bekasi Akan Diverifikasi Ulang 2 Minggu Sekali

Megapolitan
Dapat Pinjaman, Pemprov DKI Usulkan Rp 3,6 T untuk Pengembangan Infrastruktur Olahraga

Dapat Pinjaman, Pemprov DKI Usulkan Rp 3,6 T untuk Pengembangan Infrastruktur Olahraga

Megapolitan
Perum PPD Luncurkan Tiga Trayek Baru dari Stasiun Bogor ke Jakarta

Perum PPD Luncurkan Tiga Trayek Baru dari Stasiun Bogor ke Jakarta

Megapolitan
Cegah Klaster Baru, Pemkot Tangerang Atur Penggunaan Ventilasi Udara di Perkantoran

Cegah Klaster Baru, Pemkot Tangerang Atur Penggunaan Ventilasi Udara di Perkantoran

Megapolitan
UPDATE 4 Agustus: Kasus Positif Covid-19 di Tangsel Bertambah 10, Totalnya Kini 582

UPDATE 4 Agustus: Kasus Positif Covid-19 di Tangsel Bertambah 10, Totalnya Kini 582

Megapolitan
23 Warga Kena Sanksi karena Tak Pakai Masker di Pasar Pluis

23 Warga Kena Sanksi karena Tak Pakai Masker di Pasar Pluis

Megapolitan
Polisi: 70 Persen Pelanggaran Lalu Lintas di Depok Terjadi pada Jam Sibuk

Polisi: 70 Persen Pelanggaran Lalu Lintas di Depok Terjadi pada Jam Sibuk

Megapolitan
Wali Kota Tangerang: Rehabilitasi Stadion Benteng Dipercepat

Wali Kota Tangerang: Rehabilitasi Stadion Benteng Dipercepat

Megapolitan
Jadi Korban Perampokan, Pemilik Warung di Ciracas Mengaku Tak Asing dengan Wajah Pelaku

Jadi Korban Perampokan, Pemilik Warung di Ciracas Mengaku Tak Asing dengan Wajah Pelaku

Megapolitan
Operasi Patuh Jaya 2020, Depok Sumbang Pelanggar Lalu Lintas Terbanyak

Operasi Patuh Jaya 2020, Depok Sumbang Pelanggar Lalu Lintas Terbanyak

Megapolitan
Dinas SDA DKI Ajukan Anggaran Rp 5 Triliun untuk Penanggulangan Banjir

Dinas SDA DKI Ajukan Anggaran Rp 5 Triliun untuk Penanggulangan Banjir

Megapolitan
Pilkada Depok Makin Dekat, Bawaslu Minta Warga Tak Ragu Laporkan Penyelewengan

Pilkada Depok Makin Dekat, Bawaslu Minta Warga Tak Ragu Laporkan Penyelewengan

Megapolitan
Cegah Penularan Covid-19, Pemkot Tangsel Gelar Upacara HUT Ke-75 RI Secara Terbatas

Cegah Penularan Covid-19, Pemkot Tangsel Gelar Upacara HUT Ke-75 RI Secara Terbatas

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X