Greenhouse Rusun Marunda yang Dimodali Jokowi Rp 450 Juta Tak Terurus

Kompas.com - 26/03/2018, 17:58 WIB
Jokowi di rumah hidroponik Rusun Marunda, Senin (10/3/2014). Kompas.com/ Fabian Januarius KuadoJokowi di rumah hidroponik Rusun Marunda, Senin (10/3/2014).

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebuah greenhouse atau rumah kaca berdiri di halaman Rumah Susun Marunda Blok A, Jakarta Utara. Keberadaan greenhouse tersebut seolah hidup segan mati tak mau di tengah keramaian kehidupan rusun.

Pantauan Kompas.com, deretan pipa paralon yang difungsikan sebagai wadah tanaman terlihat kosong. Tumpukan peralatan pertanian terlihat terkumpul di salah satu pojok bangunan.

Suasana greenhouse tersebut seakan telah lama tak dihuni. Rumput setinggi pinggang terlihat di sejumlah titik. Rumput-rumput itu menjadi satu-satunya tumbuhan yang hidup di bangunan berukuran 16 x 40 meter persegi tersebut. Jaring-jaring tipis yang menyelimuti greenhouse juga robek di beberapa bagian.

Ernov, seorang petani yang ditemui Kompas.com mengatakan bahwa greenhouse itu sudah tak digunakan sejak Desember 2017.

Baca juga : Dulu Bisa Raup Rp 15 Juta Per Bulan, Pertanian di Rusun Marunda Kini Lesu

"Dari 2017 akhir sudah enggak dipakai lagi karena bolong-bolong gitu. Kalau bolong-bolong gitu kan serangga hama bisa masuk," katanya di Rusun Marunda, Senin (26/3/2018).

Rumah hidroponik di Rusun MarundaKOMPAS.COM/DIAN FATH Rumah hidroponik di Rusun Marunda
Akibatnya, para petani pun tak lagi menanam sayur-sayuran dan daun-daunan seperti pokcay dan caisim yang ditanam secara hidroponik di dalam greenhouse.

Saat ini, para petani di Rusun Marunda memilih bercocok tanam tanpa menggunakan greenhouse. Beberapa tanaman yang digarap oleh para petani antara lain tomat, cabai, dan bawang.

Baca juga : Biaya Rumah Hidroponik Rusun Marunda dari Kantong Pribadi Jokowi

Kepala Unit Pengelola Rumah Susun Marunda Yasin Pasaribu mengatakan, biaya untuk memperbaiki greenhouse tersebut terlampau besar. Ia menyebut perbaikan greenhouse merupakan tanggung jawab Dinas Pertanian.

"Kita enggak punya anggarannya, saya rasa itu ada di Dinas Pertanian. Biayanya pun besar, untuk rehabilitasi atap itu bisa sampai puluhan juta," kata Yasin saat dihubungi, Senin (26/3/2018).

Bagian dalam greenhouse di Rusun Marunda yang ditumbuhi rumput liar.KOMPAS.COM/Ardito Ramadhan D Bagian dalam greenhouse di Rusun Marunda yang ditumbuhi rumput liar.
Greenhouse tersebut diresmikan oleh Joko Widodo ketika ia menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta pada 2014 lalu. Dana pembangunan greenhouse itu pun disebut berasal dari kantung pribadi Jokowi.

Baca juga : Rp 450 Juta dari Jokowi untuk Rumah Hidroponik di Rusun Marunda

Setelah menggunakan greenhouse, Kelompok Tani Marunda Hijau Rusun Marunda dapat meraup Rp 500.000 per hari dari sayur yang mereka tanam di greenhuse. Bila ditotal, kelompok tani itu mendapatkan Rp 15 juta dalam sebulan pada 2014.

Baca juga : Kelompok Tani Rusun Marunda Raup Rp 15 Juta Per Bulan

Jaring tipis yang menyelimuti greenhouse di Rusun Marunda tampak bolong di beberapa bagian.KOMPAS.COM/Ardito Ramadhan D Jaring tipis yang menyelimuti greenhouse di Rusun Marunda tampak bolong di beberapa bagian.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Setelah Didata Pemprov DKI, Pendaftar Kartu Pekerja Akan Diverifikasi Pemerintah Pusat

Setelah Didata Pemprov DKI, Pendaftar Kartu Pekerja Akan Diverifikasi Pemerintah Pusat

Megapolitan
Dampak Covid-19, Pemprov DKI Sebut 88.835 Pekerja Kena PHK dan Dirumahkan

Dampak Covid-19, Pemprov DKI Sebut 88.835 Pekerja Kena PHK dan Dirumahkan

Megapolitan
Polres Jakbar Buat 'Warteg Peduli', Salurkan Makanan Gratis untuk Warga Kurang Mampu

Polres Jakbar Buat "Warteg Peduli", Salurkan Makanan Gratis untuk Warga Kurang Mampu

Megapolitan
1.500 Hotel Tutup karena Covid-19, Pengusaha Minta Keringanan Pajak

1.500 Hotel Tutup karena Covid-19, Pengusaha Minta Keringanan Pajak

Megapolitan
Anies Minta Masyarakat Tak Beli Masker Medis, Bisa Gunakan Masker Kain

Anies Minta Masyarakat Tak Beli Masker Medis, Bisa Gunakan Masker Kain

Megapolitan
Besok, Jenazah Wakil Jaksa Agung Arminsyah Dimakamkan di TPU Pedongkelan

Besok, Jenazah Wakil Jaksa Agung Arminsyah Dimakamkan di TPU Pedongkelan

Megapolitan
Jasad Wakil Jaksa Agung Arminsyah Disemayamkan di Rumah Duka Jakarta Selatan

Jasad Wakil Jaksa Agung Arminsyah Disemayamkan di Rumah Duka Jakarta Selatan

Megapolitan
Anies Wajibkan Warga Jakarta Gunakan Masker Kain saat di Luar Rumah

Anies Wajibkan Warga Jakarta Gunakan Masker Kain saat di Luar Rumah

Megapolitan
Polisi Olah TKP di Lokasi Tabrakan Wakil Jaksa Agung

Polisi Olah TKP di Lokasi Tabrakan Wakil Jaksa Agung

Megapolitan
Wakil Jaksa Agung Tewas dalam Kecelakaan, Mobilnya Tabrak Pembatas dan Terbakar

Wakil Jaksa Agung Tewas dalam Kecelakaan, Mobilnya Tabrak Pembatas dan Terbakar

Megapolitan
Wakil Jaksa Agung Tewas dalam Kecelakaan di Tol Jagorawi

Wakil Jaksa Agung Tewas dalam Kecelakaan di Tol Jagorawi

Megapolitan
Pemkot Bekasi Dapat Bantuan Alat Rapid Test dari Pemprov DKI Jakarta

Pemkot Bekasi Dapat Bantuan Alat Rapid Test dari Pemprov DKI Jakarta

Megapolitan
UPDATE Covid-19 di Bekasi: 46 Orang Positif, Ini Sebarannya Per Kelurahan

UPDATE Covid-19 di Bekasi: 46 Orang Positif, Ini Sebarannya Per Kelurahan

Megapolitan
Daftar Kegiatan Usaha yang Ditutup Pemprov DKI hingga 19 April

Daftar Kegiatan Usaha yang Ditutup Pemprov DKI hingga 19 April

Megapolitan
Kelab Malam hingga Bioskop di Jakarta Ditutup sampai 19 April karena Corona

Kelab Malam hingga Bioskop di Jakarta Ditutup sampai 19 April karena Corona

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X