BNN Akan Cegah Penyelundupan Narkoba dari Desa dan Pesisir

Kompas.com - 26/03/2018, 23:50 WIB
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen Pol Heru Winarko memperlihatkan barang bukti narkoba saat pemusnahan barang bukti sabu di Kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, Rabu (7/3/2018). Badan Narkotika Nasional (BNN) memusnahkan barang bukti narkoba dari dua kasus berbeda, yaitu sabu asal Aceh dan ekstasi cair alias Aqua Setan dari Diskotek MG Internasional Club. KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGKepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen Pol Heru Winarko memperlihatkan barang bukti narkoba saat pemusnahan barang bukti sabu di Kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur, Rabu (7/3/2018). Badan Narkotika Nasional (BNN) memusnahkan barang bukti narkoba dari dua kasus berbeda, yaitu sabu asal Aceh dan ekstasi cair alias Aqua Setan dari Diskotek MG Internasional Club.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Narkotika Nasional Heru Winarko menargetkan membongkar 26 sindikat narkoba tahun ini. 

Selain itu, pihaknya juga membidik pencegahan penyelundupan narkoba dari desa-desa di Indonesia.

"Kami akan berkoordinasi dengan semua instansi yang ada, salah satunya Menteri Desa," kata Heru kepada wartawan di gedung BNN, Cawang, Jakarta Timur, Senin (26/3/2018).

Baca juga: BNN: Pola Penyelundupan Narkoba Bergeser Lewat Darat


Ia menceritakan, dua hari lalu mampir ke salah satu desa di Bali.

Desa itu, lanjutnya, menjadi benteng pertahanan pertama masuknya narkoba ke Indonesia.

"Nanti ke depan desa-desa yang ada di Indonesia akan bersih dari narkoba, itu target pencegahan kami," ucapnya.

Baca juga: Ungkap 13 Kasus, BNN Musnahkan 150 Kg Sabu

Selain itu, desa-desa yang ada di pesisir pantai juga akan dikawal BNN.

Pasalnya beberapa jaringan narkoba menggunakan jalur laut dan kerap memasukkan barang di desa dekat pinggir pantai.

Hal senada disampaikan Deputi Pemberantas BNN Irjen Arman Depari.

Baca juga: Wiranto Minta BNN di Era Heru Winarko Lebih Garang dari Era Buwas

Menurutnya, penyulundupan narkoba melalui akses laut masih kerap terjadi.

" Penyelundupan (narkoba) dari laut itu sekarang paling banyak dari arah Sumatera sampai ke Kalimantan. Ini bisa saja berkembang kalau tidak melakukan pengawasan ketat," kata Arman.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sekda DKI Pastikan Anggota TGUPP yang Rangkap Jabatan Akan Diberhentikan

Sekda DKI Pastikan Anggota TGUPP yang Rangkap Jabatan Akan Diberhentikan

Megapolitan
Kepada Polisi, Ibu di Kedoya Mengaku Tak Tahu Bayi Berusia 40 Hari Belum Bisa Mencerna Pisang

Kepada Polisi, Ibu di Kedoya Mengaku Tak Tahu Bayi Berusia 40 Hari Belum Bisa Mencerna Pisang

Megapolitan
Warga Kampung Mampangan Depok Temukan Ular Sanca 3 Meter di Bantaran Kali

Warga Kampung Mampangan Depok Temukan Ular Sanca 3 Meter di Bantaran Kali

Megapolitan
Anggaran TGUPP Dipangkas untuk 50 Orang, Fraksi PDI-P Anggap Masih Terlalu Banyak

Anggaran TGUPP Dipangkas untuk 50 Orang, Fraksi PDI-P Anggap Masih Terlalu Banyak

Megapolitan
Pemprov DKI Anggarkan Rp 170 Miliar untuk Revitalisasi Terminal Kampung Rambutan

Pemprov DKI Anggarkan Rp 170 Miliar untuk Revitalisasi Terminal Kampung Rambutan

Megapolitan
Jualan di Bahu Jalan, PKL Senen Merasa Tak Ganggu Lalu Lintas

Jualan di Bahu Jalan, PKL Senen Merasa Tak Ganggu Lalu Lintas

Megapolitan
Bayi Berusia 40 Hari di Kedoya Meninggal karena Tersedak Pisang yang Diberikan Ibunya

Bayi Berusia 40 Hari di Kedoya Meninggal karena Tersedak Pisang yang Diberikan Ibunya

Megapolitan
DPRD DKI Terbelah Soal TGUPP, PDI-P dan PSI Menolak, Gerindra dan PAN Mendukung

DPRD DKI Terbelah Soal TGUPP, PDI-P dan PSI Menolak, Gerindra dan PAN Mendukung

Megapolitan
Diusulkan untuk Gaji 67 Anggota, Anggaran TGUPP Dipangkas Hanya Buat 50 Orang

Diusulkan untuk Gaji 67 Anggota, Anggaran TGUPP Dipangkas Hanya Buat 50 Orang

Megapolitan
PKL Senen Akan Direlokasi, Pemkot Jakpus Diminta Sosialisasi ke Masyarakat

PKL Senen Akan Direlokasi, Pemkot Jakpus Diminta Sosialisasi ke Masyarakat

Megapolitan
Ada Permainan Tradisional Betawi dan Area Outbond di Taman Tomang Rawa Kepa

Ada Permainan Tradisional Betawi dan Area Outbond di Taman Tomang Rawa Kepa

Megapolitan
Perusahaan Patungan PT KAI dan PT MRT Jakarta Bertugas Kelola Kawasan Transit hingga Tiketing

Perusahaan Patungan PT KAI dan PT MRT Jakarta Bertugas Kelola Kawasan Transit hingga Tiketing

Megapolitan
Dishub Sebut Penutupan Lay Bay Stasiun Bekasi oleh PT KAI Tanpa Kajian Matang

Dishub Sebut Penutupan Lay Bay Stasiun Bekasi oleh PT KAI Tanpa Kajian Matang

Megapolitan
Sidang Eksepsi Kasus 'Ikan Asin' Akan Digelar Tahun Depan

Sidang Eksepsi Kasus "Ikan Asin" Akan Digelar Tahun Depan

Megapolitan
Lay Bay Ditutup, Angkot dan Ojol Bakal Dilarang Ngetem di Depan Stasiun Bekasi?

Lay Bay Ditutup, Angkot dan Ojol Bakal Dilarang Ngetem di Depan Stasiun Bekasi?

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X