Kereta MRT Akan Langsung Diangkut ke Depo Setelah Tiba di Tanjung Priok

Kompas.com - 27/03/2018, 12:56 WIB
Beginilah desain baru tampilan kepala kereta MRT Jakarta setelah mengadopsi keinginan Plt Gubernur DKI Jakarta Sumarsono. MRTBeginilah desain baru tampilan kepala kereta MRT Jakarta setelah mengadopsi keinginan Plt Gubernur DKI Jakarta Sumarsono.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 12 kereta mass rapid transit ( MRT) yang didatangkan dari Jepang segera diangkut ke Depo MRT di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, setelah tiba di Pelabuhan Tanjung Priok.

Rangkaian kereta itu diperkirakan tiba di Tajung Priok sebelum April 2018. Namun, Corporate Secretary PT MRT Jakarta Tubagus Hikmatullah mengaku belum dapat memperkirakan kapan persisnya rangkaian kereta itu akan tiba. 

Ia mengatakan, pengangkutan kereta MRT tersebut dari Pelabuhan Tanjung Priok ke Depo MRT di Lebak Bulus membutuhkan waktu lebih kurang tiga hari.

"Teknisnya harus kita lihat dulu waktunya, karena kalau mengangkut mobilisasi kereta itu kan harus di atas jam 10. Kan masalah unloading juga harus kita hitung lho, karena unloading saja butuh berapa jam," kata dia saat dihubungi, Selasa (27/3/2018).

Baca juga : Terkendala Cuaca, Kereta MRT Belum Tiba di Tanjung Priok Hari Ini

Hikmat menyampaikan, setibanya di Pelabuhan Tanjung Priok, kedua belas kereta itu akan diangkut menggunakan truk yang dibagi dalam tiga kloter. 

"Pengiriman kan kita ada dua belas kereta jadi pengirimannya nanti 3-3-6. Hari pertama tiga, hari kedua tiga, hari ketiga enam," kata Hikmat.

Sementara itu, kereta-kereta tersebut kini masih dalam perjalanan dari Jepang menuju Indonesia.

Baca juga : Sandiaga Tambah Posisi Baru di Direksi PT MRT Jakarta

PT MRT Jakarta memesan 16 rangkaian kereta dari Jepang untuk dioperasikan pada trayek MRT Fase 1, Lebak Bulus-Bundaran HI. Untuk rangkaian kereta 3-10 saat ini masih dalam tahap perakitan.

Adapun untuk rangkaian kereta 11-12 masih dalam tahap persiapan suku cadang. Sementara itu, rangkaian kereta 13-16 belum dikerjakan. Satu rangkaian kereta terdiri dari enam kereta.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ketika Anggota Ormas Mengaku 'Aparat' Tolak Patuhi Larangan Makan di Tempat...

Ketika Anggota Ormas Mengaku "Aparat" Tolak Patuhi Larangan Makan di Tempat...

Megapolitan
2 Kasus Positif Covid-19 di KPU Tangsel dan Nasib Pilkada 2020...

2 Kasus Positif Covid-19 di KPU Tangsel dan Nasib Pilkada 2020...

Megapolitan
Cerita LHI Mengalami Kekerasan Seksual Saat Rapid Test di Bandara Soekarno-Hatta

Cerita LHI Mengalami Kekerasan Seksual Saat Rapid Test di Bandara Soekarno-Hatta

Megapolitan
Fakta Tewasnya Briptu Andry, Ditabrak Anggota TNI yang Mengantuk Saat Berkendara

Fakta Tewasnya Briptu Andry, Ditabrak Anggota TNI yang Mengantuk Saat Berkendara

Megapolitan
[POPULER JABODETABEK] Sebab Tewasnya Briptu Andry di Pondok Ranggon Terkuak | Pelecehan Seksual saat Rapid Test di Bandara Soetta

[POPULER JABODETABEK] Sebab Tewasnya Briptu Andry di Pondok Ranggon Terkuak | Pelecehan Seksual saat Rapid Test di Bandara Soetta

Megapolitan
Penuhi Panggilan Bawaslu Tangsel, Benyamin Davnie Berikan Klarifikasi Soal Dugaan Penyalahgunaan Wewenang

Penuhi Panggilan Bawaslu Tangsel, Benyamin Davnie Berikan Klarifikasi Soal Dugaan Penyalahgunaan Wewenang

Megapolitan
Kisah Pasien Covid-19 di Depok Sulit Cari Rumah Sakit dan Terbelit Administrasi karena Swab Mandiri

Kisah Pasien Covid-19 di Depok Sulit Cari Rumah Sakit dan Terbelit Administrasi karena Swab Mandiri

Megapolitan
Anggota FKMD yang Paksa Pemilik Warung Layani Dia Makan di Tempat Akhirnya Mengundurkan Diri

Anggota FKMD yang Paksa Pemilik Warung Layani Dia Makan di Tempat Akhirnya Mengundurkan Diri

Megapolitan
DPRD DKI Akan Usulkan Penyusunan Perda PSBB

DPRD DKI Akan Usulkan Penyusunan Perda PSBB

Megapolitan
KPU Tangsel Gandeng RS Swasta untuk Swab Seluruh Pegawai

KPU Tangsel Gandeng RS Swasta untuk Swab Seluruh Pegawai

Megapolitan
Orang Dalam Video Viral yang Paksa Pemilik Warung Layani Dia Makan merupakan Anggota Ormas

Orang Dalam Video Viral yang Paksa Pemilik Warung Layani Dia Makan merupakan Anggota Ormas

Megapolitan
Sembuh, 16 Pasien di Rumah Lawan Covid-19 Dipulangkan

Sembuh, 16 Pasien di Rumah Lawan Covid-19 Dipulangkan

Megapolitan
Wali Kota Jaksel Tegur Oknum FKDM yang Paksa agar Dilayani Makan di Warung

Wali Kota Jaksel Tegur Oknum FKDM yang Paksa agar Dilayani Makan di Warung

Megapolitan
Seorang Wanita Mengaku Alami Pelecehan Seksual Saat Rapid Test di Soekarno-Hatta

Seorang Wanita Mengaku Alami Pelecehan Seksual Saat Rapid Test di Soekarno-Hatta

Megapolitan
Dilecehkan di Bandara Soetta Setelah Rapid Test, Korban Mengaku Trauma Mendalam

Dilecehkan di Bandara Soetta Setelah Rapid Test, Korban Mengaku Trauma Mendalam

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X